Yogya UMBYogya UMB
JSH: Journal of Sport and HealthJSH: Journal of Sport and HealthTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat pelontar bola sepak yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan penjaga gawang dalam cabang olahraga sepak bola. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research and Development/R&D) dengan prosedur yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Informasi, (3) Desain Produk, (4) Validitas Produk, (5) Perbaikan Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Produk, (9) Revisi Produk, dan (10) Produk Akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket/kuesioner, dan dokumentasi. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Teknik analisis data menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh skor 46 (92%) dengan kategori Sangat Baik, serta validasi ahli media memperoleh skor 50 (100%) dengan kategori Sangat Baik. Uji coba skala kecil terhadap 22 pemain memperoleh skor rata-rata 83%, dan uji coba skala besar terhadap 44 pemain juga memperoleh skor rata-rata 83%, keduanya dikategorikan sebagai Sangat Baik. Berdasarkan hasil tersebut, alat pelontar bola ini terbukti efektif dalam melatih keterampilan penjaga gawang dan layak digunakan dalam latihan sepak bola.
Alat pelontar bola sepak memperoleh penilaian sangat baik dengan rata-rata skor 83% dari uji coba skala kecil dan besar, menunjukkan efektivitasnya dalam melatih keterampilan penjaga gawang.Alat ini dinilai mudah digunakan, nyaman, efektif, praktis, serta memiliki desain yang menarik dan rapi.Secara keseluruhan, alat ini layak digunakan secara luas dalam pelatihan penjaga gawang karena memenuhi kriteria fungsional dan estetika serta memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan.
Pertama, perlu dikaji bagaimana pengaruh penggunaan alat pelontar bola sepak secara terus-menerus selama jangka panjang terhadap peningkatan refleks dan konsentrasi penjaga gawang usia muda, mengingat perkembangan motorik mereka masih dalam tahap krusial. Kedua, perlu diteliti efektivitas alat ini ketika digunakan dalam berbagai kondisi lapangan, seperti di permukaan rumput alami, rumput sintetis, atau lapangan terbatas, untuk mengetahui sejauh mana alat ini dapat diadaptasi dalam berbagai lingkungan latihan. Ketiga, penting untuk mengembangkan versi alat pelontar yang bisa dikendalikan secara otomatis atau melalui aplikasi mobile, sehingga pelatih atau pemain dapat mengatur kecepatan, sudut, dan pola tendangan secara lebih fleksibel tanpa bantuan orang lain, yang dapat meningkatkan intensitas dan variasi latihan secara mandiri.
- Analisis Latihan Keterampilan Teknik Dasar Sepak Bola untuk Atlet Pemula | Gelanggang Olahraga: Jurnal... doi.org/10.31539/jpjo.v4i1.1482Analisis Latihan Keterampilan Teknik Dasar Sepak Bola untuk Atlet Pemula Gelanggang Olahraga Jurnal doi 10 31539 jpjo v4i1 1482
- Peningkatan kelincahan pada atlet remaja bolavoli menggunakan latihan ladder drill | Motion: Jurnal Riset... jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/motion/article/view/8089Peningkatan kelincahan pada atlet remaja bolavoli menggunakan latihan ladder drill Motion Jurnal Riset jurnal unismabekasi ac index php motion article view 8089
- Perbandingan program latihan pada klub sepak bola kabupaten kolaka utara dan kota palopo | Jurnal Porkes.... e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/porkes/article/view/21327Perbandingan program latihan pada klub sepak bola kabupaten kolaka utara dan kota palopo Jurnal Porkes e journal hamzanwadi ac index php porkes article view 21327
- PENGARUH LATIHAN KELINCAHAN DENGAN INTENSITAS TINGGI DAN INTENSITAS SEDANG TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING... doi.org/10.26858/COM.V11I3.13403PENGARUH LATIHAN KELINCAHAN DENGAN INTENSITAS TINGGI DAN INTENSITAS SEDANG TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING doi 10 26858 COM V11I3 13403
- PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN MENGHITUNG JARI PELATIH DENGAN LATIHAN EKOR KELEDAI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN... jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpsi/article/view/8056PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN MENGHITUNG JARI PELATIH DENGAN LATIHAN EKOR KELEDAI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN jurnal unimed ac 2012 index php jpsi article view 8056
| File size | 430.01 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
USIUSI Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Faktor-faktor yang mempengaruhi akses ke toko meliputiMetode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Faktor-faktor yang mempengaruhi akses ke toko meliputi
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan melaluiJenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan melalui
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Oleh karena itu, untuk mengjaga kestabilan pemanas di butuhkan pengontrolan yang tepat dalam metode pemanasan bertahap. Alat pemanas dirancang untuk mengefisiensikanOleh karena itu, untuk mengjaga kestabilan pemanas di butuhkan pengontrolan yang tepat dalam metode pemanasan bertahap. Alat pemanas dirancang untuk mengefisiensikan
LAAROIBALAAROIBA Implementasi tersebut berhasil memenuhi tujuan pendidikan, fungsi pengaturan kurikulum, serta siklus perencanaan yang berkelanjutan. Namun masih terdapatImplementasi tersebut berhasil memenuhi tujuan pendidikan, fungsi pengaturan kurikulum, serta siklus perencanaan yang berkelanjutan. Namun masih terdapat
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Sardjito, Yogyakarta, Indonesia, antara tahun 2018 dan 2023. Kelompok kasus terdiri dari 30 wanita yang didiagnosis dengan CPD, sedangkan kelompok kontrolSardjito, Yogyakarta, Indonesia, antara tahun 2018 dan 2023. Kelompok kasus terdiri dari 30 wanita yang didiagnosis dengan CPD, sedangkan kelompok kontrol
AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL Hasil penelitian oleh ahli materi mencapai kriteria sangat baik dengan persentase produk akhir 82%. Hasil validasi oleh ahli media memiliki persentaseHasil penelitian oleh ahli materi mencapai kriteria sangat baik dengan persentase produk akhir 82%. Hasil validasi oleh ahli media memiliki persentase
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Oleh karena itu perlu untuk mengoptimalkan peran kelompok tani sebagai unit produksi dengan mengadakan kegiatan usaha kelompok. Penelitian menunjukkanOleh karena itu perlu untuk mengoptimalkan peran kelompok tani sebagai unit produksi dengan mengadakan kegiatan usaha kelompok. Penelitian menunjukkan
EKASAKTIEKASAKTI Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhiMotorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi
Useful /
LAAROIBALAAROIBA Dengan demikian, model pembelajaran PBL efektif digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran sejarah, yaitu menumbuhkan pemahaman siswa terhadap peristiwaDengan demikian, model pembelajaran PBL efektif digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran sejarah, yaitu menumbuhkan pemahaman siswa terhadap peristiwa
LAAROIBALAAROIBA Hasil menunjukkan adanya adegan yang mengandung simbol‑simbol dan tanda‑tanda mengenai representasi terorisme, baik melalui adegan maupun dialog, yangHasil menunjukkan adanya adegan yang mengandung simbol‑simbol dan tanda‑tanda mengenai representasi terorisme, baik melalui adegan maupun dialog, yang
LAAROIBALAAROIBA Dalam membantu penelitian, dilakukan wawancara (in depth interview) dengan meninjau budaya penggemar dalam studi penggemar (fan studies). Dokumentasi danDalam membantu penelitian, dilakukan wawancara (in depth interview) dengan meninjau budaya penggemar dalam studi penggemar (fan studies). Dokumentasi dan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Kemudian berdasarkan hasil analisis maka faktor yang berhubungan dengan partisipasi adalah umur, kegiatan penyuluhan, fasilitator dan komunikator. TingkatKemudian berdasarkan hasil analisis maka faktor yang berhubungan dengan partisipasi adalah umur, kegiatan penyuluhan, fasilitator dan komunikator. Tingkat