POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS

Media Kesehatan Politeknik Kesehatan MakassarMedia Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar

Pestisida memainkan peran penting dalam pemeliharaan produktivitas tinggi dalam industri pertanian, oleh karena itu dianggap sebagai komponen utama pertanian modern. Saat ini, penggunaan pestisida secara luas untuk mengendalikan hama mendominasi dalam sistem produksi pertanian. Namun, meskipun banyak manfaatnya, pestisida dianggap sebagai zat yang dapat berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, ketergantungan pada pestisida menjadi sulit dipertahankan. Stabilitas lingkungan, bioakumulasi dan toksisitas pestisida telah menempatkan tubuh manusia pada potensi risiko penyakit dan keracunan. Berbagai masalah kesehatan manusia terkait dengan pestisida, mulai dari dampak jangka pendek seperti sakit kepala dan mual, hingga dampak kronis, seperti berbagai jenis kanker, cacat lahir, infertilitas, dan gangguan endokrin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan residu pestisida pada sayuran dengan menggunakan metode Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Pada penelitian ini dilakukan analisis residu pestisida pada 16 sampel sayuran yang berbeda yang diperoleh dari pasar tradisional Kota Makassar. Metode dalam menganalisis multi residu telah dikembangkan untuk mendeteksi 2 jenis pestisida (klorpirifos dan karbofuran) dengan menggunakan GC-MS. Hasil pengujian menunjukkan sebanyak 16 sampel sayuran (100%) tidak mengandung jenis pestisida klorpirifos dan karbofuran berdasarkan perbandingan waktu retensi dan berat molekul standar. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa sampel yang dianalisis tidak mengandung residu pestisida yang diteliti yang melebihi batas residu maksimum yang diterima.

Metode ekstraksi dikembangkan untuk deteksi cepat dua jenis pestisida dalam sampel sayuran dengan GC-MS.Tidak terdapatnya residu pestisida karbofuran dan klorpirifos pada 16 sampel berdasarkan perbandingan waktu retensi dan berat molekul standar.Hal ini menunjukkan bahwa pestisida tersebut digunakan dengan baik.

Meskipun penelitian ini menemukan tidak adanya residu pestisida klorpirifos dan karbofuran pada sayuran di pasar tradisional Makassar, penting untuk melanjutkan upaya dalam memastikan keamanan pangan. Salah satu arah penelitian selanjutnya adalah memperluas cakupan deteksi pestisida. Dapatkah penelitian mendatang mengidentifikasi dan mengukur jenis residu pestisida lain yang mungkin lebih umum digunakan oleh petani setempat, seperti kelompok piretroid atau neonikotinoid, pada berbagai variasi sayuran dari beberapa pasar di Makassar? Ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang spektrum kontaminasi potensial. Selain itu, mengingat hasil yang negatif mungkin juga dipengaruhi oleh praktik penanganan sayuran, penelitian selanjutnya bisa fokus pada bagaimana metode penanganan pasca-panen, mulai dari pencucian hingga pengolahan di rumah, memengaruhi tingkat residu pestisida. Bagaimana praktik-praktik seperti pencucian atau pengupasan yang umum dilakukan oleh konsumen atau pedagang berkontribusi pada penurunan kadar residu? Memahami hal ini akan sangat berguna untuk memberikan rekomendasi yang lebih efektif kepada masyarakat. Terakhir, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika residu pestisida, sebuah studi komprehensif dapat dilakukan untuk memantau tingkat residu pada sayuran secara berkala selama beberapa musim tanam. Apakah ada fluktuasi residu pestisida yang terkait dengan musim atau pola tanam tertentu? Penelitian semacam ini juga bisa menyelidiki faktor-faktor lingkungan, seperti kualitas tanah dan air irigasi, yang berpotensi menjadi sumber kontaminasi tidak langsung pada sayuran, memberikan perspektif holistik tentang keamanan pangan di wilayah tersebut.

  1. Organophosphate Esters in Children and Adolescents in Liuzhou City, China: Concentrations, Exposure Assessment... researchsquare.com/article/rs-958515/v1Organophosphate Esters in Children and Adolescents in Liuzhou City China Concentrations Exposure Assessment researchsquare article rs 958515 v1
  2. Vol. 19 No. 2 (2024): Media Kesehatan | Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar. vol kesehatan... doi.org/10.32382/medkes.v19i2Vol 19 No 2 2024 Media Kesehatan Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar vol kesehatan doi 10 32382 medkes v19i2
  3. Vol. 2 No. 2 (2021): Ilmu dan Teknologi Kesehatan | Lontara Journal of Health Science and Technology.... doi.org/10.53861/lontarariset.v2i2Vol 2 No 2 2021 Ilmu dan Teknologi Kesehatan Lontara Journal of Health Science and Technology doi 10 53861 lontarariset v2i2
Read online
File size179.65 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test