UNINDRAUNINDRA
Prosiding Semnas PenaBioProsiding Semnas PenaBioPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis fungi yang mengkontaminasi atau terdapat pada biji jagung (Zea mays L.) sebagai upaya peningkatan kualitas dan keamanan produk pertanian. Permasalahan utama yang diangkat adalah tingginya tingkat kontaminasi jamur pada biji jagung selama proses penyimpanan dan distribusi, yang berdampak pada penurunan nilai gizi dan potensi kerugian ekonomi. Metode yang digunakan berupa observasi laboratorium dengan pendekatan deskriptif, meliputi jamur melalui metode pewarnaan menggunakan Lactofenol cotton blue 0,3% dan pengamatan mikroskopik terhadap sampel biji jagung yang diinkubasi pada media PDA (kaldu kentang) selama 6-7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga jenis jamur utama yang ditemukan adalah Aspergillus sp., Fusarium sp., dan Penicillium sp., masing-masing dengan karakteristik morfologi spesifik. Pewarnaan dan pengamatan mikroskopik terbukti efektif dalam memperjelas struktur morfologi jamur dan memudahkan proses identifikasi. Hasil penelitian ini adalah metode pewarnaan untuk pengamatan mikroskopik dapat diandalkan sebagai metode identifikasi fungi pada biji jagung, serta hasil temuan ini dapat menjadi referensi bagi petani dan produsen dalam upaya pengendalian kontaminasi fungi guna meningkatkan keamanan dan kualitas produk jagung (Zea Mays L.) di Indonesia.
Hasil penelitian ini berhasil mengidentifikasi tiga jenis jamur utama, yaitu Aspergillus sp., sebagai kontaminan pada biji jagung yang diperoleh dari pasar tradisional.Penerapan pada metode pewarnaan dan pengamatan mikroskopik terbukti efektif dalam mendeteksi dan membedakan karakteristik morfologi masing-masing jamur, sehingga dapat menjadi solusi praktis untuk monitoring kualitas pangan pada tingkat laboratorium maupun industri kecil.Temuan ini menegaskan bahwa meskipun biji jagung tampak sehat secara fisik, potensi kontaminasi jamur tetap tinggi akibat faktor lingkungan penyimpanan yang kurang optimal, seperti kelembaban dan kebersihan wadah.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan variasi lokasi pengambilan biji jagung untuk memperoleh gambaran kontaminasi jamur yang lebih representatif. Kedua, pengembangan metode identifikasi yang lebih sensitif, termasuk penggunaan teknik molekuler, dapat meningkatkan akurasi deteksi jenis jamur. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada identifikasi mikotoksin yang dihasilkan oleh jamur yang teridentifikasi, serta evaluasi efektivitas berbagai metode pengendalian biologis untuk meminimalisir kontaminasi jamur pada biji jagung. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keamanan dan kualitas produk jagung di Indonesia.
| File size | 707.86 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS Seleksi artikel mengikuti kerangka PRISMA, menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Dari total 337 artikel yang ditemukan,Seleksi artikel mengikuti kerangka PRISMA, menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Dari total 337 artikel yang ditemukan,
PELITABANGSAPELITABANGSA Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Support Vector Machine memberikan kinerja terbaik dengan akurasi sebesar 95%, diikuti oleh Random Forest sebesar 93%,Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Support Vector Machine memberikan kinerja terbaik dengan akurasi sebesar 95%, diikuti oleh Random Forest sebesar 93%,
UNRAMUNRAM Pemilihan honeypot harus didasarkan pada kebutuhan spesifik, seperti sumber daya yang tersedia dan tingkat analisis yang diinginkan. Dengan demikian, OpencanaryPemilihan honeypot harus didasarkan pada kebutuhan spesifik, seperti sumber daya yang tersedia dan tingkat analisis yang diinginkan. Dengan demikian, Opencanary
ISASISAS Analisis spektrum frekuensi berhasil mengidentifikasi indikasi kerusakan bantalan berdasarkan munculnya frekuensi karakteristik seperti BPFO, BPFI, danAnalisis spektrum frekuensi berhasil mengidentifikasi indikasi kerusakan bantalan berdasarkan munculnya frekuensi karakteristik seperti BPFO, BPFI, dan
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan merancang kertas kerja audit berbasis domain Monitor, Evaluate, and Assess (MEA) COBIT 2019 untuk mengevaluasi aspek kinerja,Penelitian ini bertujuan merancang kertas kerja audit berbasis domain Monitor, Evaluate, and Assess (MEA) COBIT 2019 untuk mengevaluasi aspek kinerja,
UNIPASBYUNIPASBY Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi arsitektur ResNet, MobileNetV3, DenseNet161, dan GoogleNet dengan optimizer SGD dapat secara signifikan meningkatkanTemuan ini membuktikan bahwa kombinasi arsitektur ResNet, MobileNetV3, DenseNet161, dan GoogleNet dengan optimizer SGD dapat secara signifikan meningkatkan
UHBUHB Deteksi dan pengobatan kanker merupakan tantangan besar dalam kesehatan global. Logika fuzzy telah terbukti efektif dalam mengatasi ketidakpastian danDeteksi dan pengobatan kanker merupakan tantangan besar dalam kesehatan global. Logika fuzzy telah terbukti efektif dalam mengatasi ketidakpastian dan
Tel-UTel-U Malware, atau perangkat lunak berbahaya, adalah perangkat lunak atau kode yang dirancang khusus untuk merusak, mengganggu sistem komputer, atau memperolehMalware, atau perangkat lunak berbahaya, adalah perangkat lunak atau kode yang dirancang khusus untuk merusak, mengganggu sistem komputer, atau memperoleh
Useful /
UNJAUNJA Hasil ini menjawab tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kosakata arkais dan memaknainya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi informasiHasil ini menjawab tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kosakata arkais dan memaknainya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi informasi
ISASISAS Penurunan ini menunjukkan dispersi dielektrik frekuensi tinggi karbon aktif CPHW. Menurut penelitian, karbon aktif yang berasal dari kulit buah kakao (CPHW)Penurunan ini menunjukkan dispersi dielektrik frekuensi tinggi karbon aktif CPHW. Menurut penelitian, karbon aktif yang berasal dari kulit buah kakao (CPHW)
POLMEDPOLMED Selain itu, kegiatan menemukan bahwa sebagian besar penenun di kawasan tersebut belum memiliki sistem pencatatan biaya dan cenderung bergantung pada pengepulSelain itu, kegiatan menemukan bahwa sebagian besar penenun di kawasan tersebut belum memiliki sistem pencatatan biaya dan cenderung bergantung pada pengepul
UNINDRAUNINDRA Perbanyakan bibit pisang secara konvensional masih terkendala penyakit sehingga kurangnya ketersediaan bibit berkualitas. Kultur jaringan digunakan untukPerbanyakan bibit pisang secara konvensional masih terkendala penyakit sehingga kurangnya ketersediaan bibit berkualitas. Kultur jaringan digunakan untuk