UNINDRAUNINDRA

Prosiding Semnas PenaBioProsiding Semnas PenaBio

L-Theanine merupakan asam amino yang ditemukan dalam Camelia sinensis (matcha). L-theanine dilaporkan memiliki efek neuroprotektif terhadap cedera saraf melalui pelepasan molekul cairan tubuh dari astrosit seperti glutation. Di kehidupan modern, mengurangi stress dengan matcha dapat menjadi strategi kesehatan baru untuk menenangkan fikiran dan meningkatkan kualitas hidup. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini yakni menganalisis kandungan L-Theanine pada matcha sebagai potensi terapeutik terhadap depresi jangka panjang melalui pendekatan in silico. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian eksperimental dengan pendekatan molecular docking secara in-silico. Hasil penelitian menunjukkan pemodelan dan validasi struktur 3D L-theanine memiliki struktur yang baik dengan nilai most favoured regions sebesar 92,5%. Sedangkan hasil molekular docking antara ligan dan reseptor menggunakan software Pyrx menunjukkan energi yang dibutuhkan L-theanine untuk berinteraksi dengan reseptor masih cukup besar (-5,1 kcal/mol) jika bandingkan dengan fluvoxamine (-7,6 kcal/mol). Berdasarkan hasil farmakokimia, L-theanine pun tidak memiliki BBB (Blood Brain- Barrier) Permeant yang mengakibatkan senyawa tidak dapat masuk ke otak. Hal ini selaras dengan hasil toksisitas pada L-Theanine yang menunjukkan kadar BBB dan Cardio berada pada active cluster dengan nilai >= 0,7. Oleh karena itu, L-Theanine berpotensi untuk menjadi alternatif terapeutik terhadap depresi namun bukan depresi jangka panjang.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa L-theanine memiliki struktur yang baik dengan nilai most favoured regions sebesar 92,5%.Hasil molekular docking menunjukkan energi yang dibutuhkan L-theanine untuk berinteraksi dengan reseptor masih cukup besar (-5,1 kcal/mol) dibandingkan fluvoxamine (-7,6 kcal/mol).L-theanine pun tidak memiliki BBB (Blood Brain- Barrier) Permeant, sehingga tidak dapat masuk ke otak.Oleh karena itu, L-Theanine berpotensi menjadi alternatif terapeutik terhadap depresi, namun bukan depresi jangka panjang.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menemukan dosis optimal bagi penderita depresi jangka panjang yang dapat menyeimbangkan efektivitas L-theanine dengan risiko efek samping minimal.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi mekanisme spesifik L-theanine dalam memengaruhi jalur neurotransmitter yang terlibat dalam depresi, dengan fokus pada interaksi L-theanine dengan reseptor di otak yang dapat menembus BBB. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi matcha yang dapat meningkatkan bioavailabilitas L-theanine, misalnya dengan menggunakan teknologi nanoenkapsulasi untuk meningkatkan penyerapan dan transportasi L-theanine ke otak. Ketiga, penelitian klinis skala besar diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan L-theanine sebagai terapi tambahan atau alternatif untuk depresi jangka panjang, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti dosis, durasi pengobatan, dan karakteristik pasien.

  1. IGF/IGF-1R signal pathway in pain: a promising therapeutic target. igf 1r signal pathway pain promising... doi.org/10.7150/ijbs.84353IGF IGF 1R signal pathway in pain a promising therapeutic target igf 1r signal pathway pain promising doi 10 7150 ijbs 84353
  2. L-Theanine protects against excess dopamine-induced neurotoxicity in the presence of astrocytes. theanine... doi.org/10.3164/jcbn.16-15L Theanine protects against excess dopamine induced neurotoxicity in the presence of astrocytes theanine doi 10 3164 jcbn 16 15
Read online
File size1.91 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test