UNWAHAUNWAHA

EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiEDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi

Pisang merupakan tanaman serbaguna yang dimanfaatkan dari akar hingga kulitnya, yang biasanya diolah menjadi keripik pisang dalam industri rumahan. Namun, peningkatan produksi keripik pisang menyebabkan peningkatan limbah kulit pisang yang dibuang tanpa pemanfaatan optimal. Hal ini menyebabkan dampak lingkungan negatif seperti bau busuk. Oleh karena itu, perlu inovasi dan kesadaran untuk mengelola limbah kulit pisang secara berkelanjutan guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menciptakan produk bernilai tambah yang mendorong perkembangan Green entrepreneurship. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai bahan baku dalam produksi sabun batang organik. Metode yang diterapkan adalah dengan menggunakan workshop (pelatihan). Pelatihan pembuatan sabun organik dari limbah kulit pisang kepok, dirancang untuk memperkuat semangat kewirausahaan berkelanjutan di kalangan mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam rangka peningkatan praktik Green entrepreneurship melalui inovasi berkelanjutan dalam pemanfaatan limbah kulit pisang kepok menjadi sabun batang organik.

Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam konteks meningkatkan praktik green entrepreneurship melalui inovasi berkelanjutan dalam penggunaan limbah kulit pisang kepok menjadi sabun batang organik.Dengan memanfaatkan limbah organik untuk memproduksi sabun, bukan hanya sekedar menciptakan solusi kreatif terhadap masalah pengelolaan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.Inovasi ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi jumlah limbah organik yang masuk ke tempat pembuangan sampah.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi keamanan dan efektivitas sabun organik berbasis limbah kulit pisang melalui uji toksikologi serta proses persetujuan BPOM, sehingga produk dapat dipasarkan secara legal dan aman bagi konsumen. Selanjutnya, studi komparatif antara formulasi sabun organik tradisional dan yang diperkaya ekstrak kulit pisang dapat mengidentifikasi kadar optimal bahan aktif yang memberikan manfaat kulit maksimal, sekaligus menurunkan biaya produksi untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terakhir, analisis siklus hidup (life‑cycle assessment) terhadap produksi sabun organik dari limbah kulit pisang dapat mengukur pengurangan jejak karbon dan potensi penghematan energi, memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan green entrepreneurship di tingkat daerah.

Read online
File size470.6 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test