ITSCIENCEITSCIENCE

Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi ElektroElektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang terutama menyerang paru-paru dan masih menjadi masalah kesehatan global. Penularan terjadi melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat dan mencegah penularan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas dan spesifisitas metode Ziehl-Neelsen (ZN) dibandingkan dengan metode GeneXpert pada pemeriksaan sputum pasien TB paru di Puskesmas Melur Kota Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berupa sputum pasien suspek TB paru yang diperiksa dengan dua metode, yaitu mikroskopis Ziehl-Neelsen dan metode molekuler GeneXpert. Data hasil pemeriksaan dianalisis untuk menghitung nilai sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif (NDP), dan nilai duga negatif (NDN). Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia ≤20 tahun merupakan yang terbanyak (27,4%) dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (53%). Uji Ziehl-Neelsen terhadap GeneXpert menunjukkan sensitivitas 42,9%, spesifisitas 100%, NDP 100%, dan NDN 93,2%. Metode Ziehl-Neelsen memiliki spesifisitas tinggi yang menunjukkan kemampuan baik dalam mengidentifikasi individu non-TB dengan hasil positif palsu rendah. Namun, sensitivitasnya rendah dibandingkan GeneXpert sehingga berpotensi menimbulkan kasus negatif palsu. Oleh karena itu, kombinasi pemeriksaan mikroskopis dan molekuler direkomendasikan untuk meningkatkan akurasi diagnosis serta mendukung pengendalian TB secara efektif di fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa GeneXpert memiliki sensitivitas 42,9%, spesifisitas 100%, nilai duga positif 100%, nilai duga negatif 93,2%.Metode GeneXpert direkomendasikan untuk diagnosis cepat TB di fasilitas primer meskipun biayanya lebih tinggi.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya sensitivitas metode GeneXpert di tingkat pelayanan primer, serta melakukan studi dengan jumlah sampel yang lebih besar dan analisis efektivitas biaya.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk meningkatkan efektivitas diagnosis dan pengendalian tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap rendahnya sensitivitas metode GeneXpert di Puskesmas Melur, seperti kualitas sampel sputum, pelatihan petugas laboratorium, dan kondisi peralatan. Kedua, studi komparatif yang melibatkan beberapa puskesmas dengan karakteristik demografis dan sumber daya yang berbeda dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai performa diagnostik GeneXpert dan Ziehl-Neelsen dalam berbagai setting pelayanan primer. Ketiga, penelitian mengenai integrasi metode mikroskopis dan molekuler, misalnya dengan menggunakan algoritma diagnosis yang menggabungkan hasil kedua metode, dapat diuji coba untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan mengurangi kasus negatif palsu, terutama pada pasien dengan beban bakteri rendah atau hasil pemeriksaan yang tidak konklusif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dalam upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia.

  1. Uji Sensitivitas dan Spesifisitas Tb Paru Menggunakan Metode Genexpert dan Ziehl-Neelsen di Puskesmas... doi.org/10.47709/elektriese.v15i02.7136Uji Sensitivitas dan Spesifisitas Tb Paru Menggunakan Metode Genexpert dan Ziehl Neelsen di Puskesmas doi 10 47709 elektriese v15i02 7136
Read online
File size322.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test