LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA

Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan Humaniora

Tulisan ini membahas vokatif kombinasi bahasa Sunda dalam perspektif sintaksis, yaitu pertama tipe vokatif kombinasi bahasa Sunda dan kedua jenis kalimat berdasarkan bentuk sintaksis yang memuat vokatif kombinasi bahasa Sunda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penyajian data menggunakan metode simak. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional degan pendekatan sintaksis. Sumber data penelitian menggunakan sumber data tertulis, yaitu buku kumpulan cerita pendek berjudul Kanyaah Kolot karya Karna Yudibrata edisi 2014. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa vokatif kombinasi bahasa Sunda dapat diklasifikasi menjadi tiga tipe, yaitu (a) Tipe 1 Vokatif Kombinasi Kekerabatan Nama Diri, (b) Tipe 2 Vokatif Kombinasi Kekerabatan Jabatan Pemerintahan, (c) Tipe 3 Vokatif Kombinasi Kekerabatan Jabatan Keagamaan, yang masing-masing terdiri atas 9, 7, dan 1 data. Dengan demikian, vokatif kombinasi bahasa Sunda dalam sumber data didominasi Tipe 1 Vokatif Kombinasi Kekerabatan Nama Diri. Kedua, vokatif kombinasi bahasa Sunda terdapat dalam empat jenis kalimat berdasarkan bentuk sintaksisnya, yaitu (a) kalimat deklaratif, (b) kalimat imperatif, (c) kalimat argumentatif, dan (d) kalimat eksklamatif, yang masing-masing memuat 2, 5, 4, dan 6 data. Dengan demikian, vokatif kombinasi bahasa Sunda cenderung lebih sering muncul dalam kalimat eksklamatif. Dalam kalimat eksklamatif ini, terdapat dua tipe vokatif kombinasi, yaitu Tipe 1 dan Tipe 2. Dalam kaitan ini, Tipe 2 vokatif kombinasi bahasa Sunda lebih sering muncul dibandingkan dengan Tipe 1 vokatif kombinasi bahasa tersebut.

Penelitian ini menemukan tiga tipe vokatif kombinasi bahasa Sunda dengan tipe 1 (kekerabatan nama diri) menjadi yang paling banyak muncul dalam korpus cerita pendek Kanyaah Kolot, sementara tipe 2 (kekerabatan jabatan pemerintahan) dan tipe 3 (kekerabatan jabatan keagamaan) muncul masing‑masing lebih sedikit.Vokatif kombinasi tersebut dapat ditemukan dalam empat jenis kalimat, tetapi paling sering muncul pada kalimat eksklamatif, di mana tipe 2 muncul lebih sering daripada tipe 1.Secara keseluruhan, meski tipe 1 mendominasi secara kuantitatif, pola penggunaan dalam kalimat eksklamatif menunjukkan kecenderungan preferensi terhadap tipe 2.

Penelitian lanjutan dapat memperluas kajian dengan mengumpulkan dan menganalisis vokatif kombinasi dari berbagai kumpulan cerita pendek Sunda lain untuk melihat variasi tipe dan distribusi kalimat dalam korpus yang lebih luas (pertanyaan: bagaimana variasi vokatif kombinasi antar karya sastra Sunda?). Selanjutnya, studi sosiolinguistik lapangan dapat menyelidiki pengaruh status sosial pembicara dan konteks interaksi terhadap pilihan vokatif kombinasi, sehingga dapat menjawab pertanyaan: faktor sosiokultural apa yang memoderasi penggunaan tipe vokatif dalam percakapan sehari‑hari? Terakhir, pengembangan alat komputasi berbasis korpus untuk secara otomatis mendeteksi dan mengkategorikan vokatif kombinasi dapat mempercepat analisis skala besar, sehingga penelitian dapat mengeksplorasi tren historis dan geografis penggunaan vokatif kombinasi dalam bahasa Sunda.

Read online
File size231.38 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test