LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA
Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan HumanioraArtikel ini bertujuan untuk memaparkan makna yang terkandung dalam lagu Kuda Sumedang karya Mang Memed. Lagu Kuda Sumedang merupakan salah satu lagu daerah Jawa Barat yang diciptakan dalam bahasa Sunda. Melalui penelitian ini, pendalaman mengenai makna dalam lagu akan dikaji dengan penanda dan petanda dalam setiap liriknya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pemaparan deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotika Roland Barthes yang berfokus pada penanda dan petanda untuk memahami budaya. Objek dalam penelitian ini adalah lagu Kuda Sumedang karya Mang Memed yang terdiri atas empat bait, dan setiap bait terdiri atas empat larik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Kuda Sumedang bermakna sebagai media pengenalan budaya kota Sumedang, yang salah satunya diwakili oleh seni Bangréng Kuda Rénggong. Selain itu, dalam lagu Kuda Sumedang dijelaskan setiap aspek-aspek pertunjukan seni Bangréng Kuda Rénggong mulai dari aspek fungsi, cara kesenian ditampilkan, dan suasana yang tergambar selama pertunjukan.
Lagu Kuda Sumedang dengan jelas menginformasikan tentang Seni Bangréng Kuda Renggong melalui lirik yang menjelaskan penampilan, fungsi, dan musik pengiringnya.Lagu ini dapat menjadi wahana bagi orang luar Jawa Barat untuk mengenal budaya Sunda, khususnya tradisi Sumedang.Penggunaan bahasa Sunda yang mudah dipahami membantu pendengar memahami nilai budaya kota Sumedang.
Pertama, penelitian lanjutan dapat mengkaji variasi lagu daerah Jawa Barat menggunakan metode semiot staging serupa, sehingga dapat terungkap persamaan dan perbedaan representasi budaya. Kedua, pendekatan etnografi visual, misalnya memotret interaksi penonton dan koreografi pertunjukan, dapat memperkaya identifikasi penanda non‑verbais yang tidak terlihat pada lirik saja. Ketiga, studi eksperimen dapat menilai dampak pemutaran lagu Kuda Sumedang pada pemahaman budaya di kalangan pelajar SMA, sehingga dapat diukur apakah musik dapat menjadi media pembelajaran efektif. Keempat, kolaborasi antara musisi lokal dan akademisi dapat menghasilkan rekaman musik modern yang tetap mempertahankan unsur tradisional, meningkatkan daya tarik generasi muda. Kelima, pemodelan digital interaktif yang menampilkan animasi penanda dan petanda dapat membantu pelestarian budaya secara visual. Keenam, analisis jaringan penanda dapat menggambarkan pola hubungan simbolik antar unsur budaya. Ketujuh, penggunaan analisis sentimen pada komentar online dapat mengindikasikan persepsi publik terhadap lagu tersebut. Kedelapan, penelitian longitudinal dapat memantau perubahan persepsi Beauty budaya melalui periode dekade berikutnya. Kesembilan, evaluasi efektivitas program pelatihan bagi pengajarnya dapat meningkatkan pemahaman budaya di sekolah. Kesepuluh, dibangun sistem berbasis data yang merekam istilah etnosemantik untuk referensi akademik dan publik.
| File size | 234.12 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER Kajian juga mengungkap kesenjangan penelitian berupa minimnya studi yang secara khusus mengintegrasikan konteks ekowisata tenun Sasak dalam E-Modul berbasisKajian juga mengungkap kesenjangan penelitian berupa minimnya studi yang secara khusus mengintegrasikan konteks ekowisata tenun Sasak dalam E-Modul berbasis
UAIUAI Evaluasi menunjukkan hasil yang signifikan: 84% peserta mencapai tingkat pemahaman baik hingga sangat baik setelah pelatihan, meningkat tajam dari 28%Evaluasi menunjukkan hasil yang signifikan: 84% peserta mencapai tingkat pemahaman baik hingga sangat baik setelah pelatihan, meningkat tajam dari 28%
IBRAHIMYIBRAHIMY Pengaturan hukum mengenai anak di Indonesia belum memiliki ketentuan yang tegas dan konsisten mengenai kriteria anak. Fenomena praktik kekerasan dalamPengaturan hukum mengenai anak di Indonesia belum memiliki ketentuan yang tegas dan konsisten mengenai kriteria anak. Fenomena praktik kekerasan dalam
UINUIN Hasil uji Spearman-rho memperlihatkan adanya korelasi bermakna antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi analgesik. Berdasarkan hasil penelitian ini,Hasil uji Spearman-rho memperlihatkan adanya korelasi bermakna antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi analgesik. Berdasarkan hasil penelitian ini,
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Namun, tantangan utama terletak pada pengurangan disparitas regional dan memastikan bahwa kelompok rentan tidak tertinggal dalam memperoleh layanan yangNamun, tantangan utama terletak pada pengurangan disparitas regional dan memastikan bahwa kelompok rentan tidak tertinggal dalam memperoleh layanan yang
UKSWUKSW Keragaman gender tidak hanya terbatas pada paradigma gender esensialis yang betumpu pada identitas gender yang bersifat biner. Beberapa faktor sosial,Keragaman gender tidak hanya terbatas pada paradigma gender esensialis yang betumpu pada identitas gender yang bersifat biner. Beberapa faktor sosial,
169169 Pelestarian kesenian Terebang Sejak menjadi langkah yang tepat dalam menjaga kearifan lokal serta mempertahankan identitas budaya khas masyarakat KampungPelestarian kesenian Terebang Sejak menjadi langkah yang tepat dalam menjaga kearifan lokal serta mempertahankan identitas budaya khas masyarakat Kampung
LASIGOLASIGO Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan pedoman wawancara dan observasi sertaMetode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan pedoman wawancara dan observasi serta
Useful /
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Faktor daya tarik merupakan aspek yang secara signifikan mempengaruhi kohesivitas kelompok setelah faktor keahlian dan keterpercayaan. Keterpercayaan (X1),Faktor daya tarik merupakan aspek yang secara signifikan mempengaruhi kohesivitas kelompok setelah faktor keahlian dan keterpercayaan. Keterpercayaan (X1),
UWKSUWKS Makalah ini bertujuan untuk melakukan studi pendahuluan dalam pengembangan sistem informasi reservasi online pada ekosistem mangrove Surabaya agar dapatMakalah ini bertujuan untuk melakukan studi pendahuluan dalam pengembangan sistem informasi reservasi online pada ekosistem mangrove Surabaya agar dapat
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL 0 and pond 2 was 8. 1-8. 3, DO concentration in pond 1 was 4. 43-6. 93 mg/L and pond 2 was 4. 72-5. 99 mg/L, temperature in pond 1 was 27.15-31.40°C with0 and pond 2 was 8. 1-8. 3, DO concentration in pond 1 was 4. 43-6. 93 mg/L and pond 2 was 4. 72-5. 99 mg/L, temperature in pond 1 was 27.15-31.40°C with
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Dengan menggunakan metode sejarah kritis yang terdiri atas empat tahap yaitu heuristik, kritik eksternal dan internal, interpretasi serta historiografiDengan menggunakan metode sejarah kritis yang terdiri atas empat tahap yaitu heuristik, kritik eksternal dan internal, interpretasi serta historiografi