UAIUAI

Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar IndonesiaJurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia

Polemik mengenai hak ulayat di Indonesia mencerminkan ketegangan berkelanjutan antara komunitas adat, pemerintah, dan korporasi, terutama terkait kebijakan agraria dan proyek pembangunan. Kondisi ini juga dialami masyarakat adat Kasepuhan Citorek di Kabupaten Lebak, Banten, yang menghadapi ancaman kehilangan wilayah leluhur akibat ekspansi tambang, pengembangan pariwisata, dan pengelolaan hutan negara. Menyikapi situasi tersebut, program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkuat literasi media melalui pelatihan jurnalisme warga sebagai strategi advokasi hak ulayat sekaligus pelestarian budaya. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) pada 2 Agustus 2025 di Desa Citorek Timur, diikuti 25 peserta yang terdiri atas tokoh adat, pemuda, dan perempuan. Materi pelatihan meliputi praktik jurnalisme warga, etika jurnalistik, penulisan berita, dokumentasi visual, literasi digital, serta strategi advokasi. Evaluasi menunjukkan hasil yang signifikan: 84% peserta mencapai tingkat pemahaman baik hingga sangat baik setelah pelatihan, meningkat tajam dari 28% sebelum kegiatan. Temuan ini menegaskan bahwa jurnalisme warga bukan hanya instrumen efektif untuk meningkatkan kesadaran publik, tetapi juga menjadi sarana penting dalam memperkuat kapasitas masyarakat adat dalam mempertahankan hak ulayat serta menjaga keberlanjutan identitas dan budaya lokal.

Berdasarkan uraian pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa pertama, pelatihan citizen journalism bagi komunitas adat Kasepuhan Citorek telah berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan literasi media dan kapasitas advokasi masyarakat dalam pelestarian tradisi serta perlindungan hak ulayat.Kedua, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta, dari 28 persen sebelum pelatihan menjadi 84 persen setelah pelatihan, yang menegaskan efektivitas metode pembelajaran berbasis teori, diskusi, dan praktik lapangan.Ketiga, kegiatan ini juga melahirkan inisiatif pembentukan kelompok jurnalis warga sebagai bentuk keberlanjutan program dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan informasi terkait adat dan wilayah ulayat.Keempat, citizen journalism terbukti menjadi strategis sebagai instrumen dalam memperkuat kemandirian informasi serta memperkokoh posisi masyarakat adat di tengah dinamika modernisasi dan perubahan sosial.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa langkah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperkuat literasi media dan advokasi hak ulayat di masyarakat adat. Pertama, perlu dilakukan pendampingan lanjutan secara berkala melalui pelatihan, klinik penulisan, dan pengelolaan konten digital guna mengembangkan dan mempertahankan keterampilan yang diperlukan peserta. Kedua, penguatan jaringan kerja sama antar komunitas adat, lembaga media, dan mitra pendukung untuk memperluas jangkauan advokasi. Ketiga, dukungan infrastruktur digital seperti akses internet dan perangkat teknologi perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan lembaga pendamping. Keempat, literasi media berbasis citizen journalism perlu diintegrasikan dalam pendidikan adat bagi generasi muda sebagai bagian dari proses regenerasi nilai, pelestarian budaya, dan perlindungan hak ulayat masyarakat adat.

  1. Vol. 4 No. 2 (2020): Agroprimatech | Agroprimatech. vol quick jump page content main navigation sidebar... jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/Agroprimatech/issue/view/120Vol 4 No 2 2020 Agroprimatech Agroprimatech vol quick jump page content main navigation sidebar jurnal unprimdn ac index php Agroprimatech issue view 120
Read online
File size580.3 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test