UAIUAI
Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu SosialJurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu SosialPerkembangan media sosial telah mengubah cara mahasiswa Islam mengekspresikan dan menilai keberagamaan. Konten keagamaan yang tersebar di ruang digital kerap dijadikan rujukan dalam menilai kesalehan, meskipun ketulusan maknanya tidak selalu jelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penilaian mahasiswa Islam terhadap kesalehan berdasarkan konten keagamaan di media sosial serta persepsi mereka terhadap representasi agama di platform digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 89 mahasiswa Muslim yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson untuk menguji hubungan antara intensitas keterpaparan konten keagamaan dan penilaian kesalehan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas keagamaan di media sosial bukan faktor utama dalam menentukan penilaian religiusitas di kalangan mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengukuran persepsi kesalehan digital dari perspektif audiens mahasiswa, yang menambah bukti empiris dalam studi keberagamaan di ruang digital.
Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa Islam menunjukkan sikap kritis dan reflektif dalam menilai kesalehan melalui media sosial.Meskipun mereka aktif mengakses konten keagamaan, mayoritas responden tidak serta-merta mengaitkan aktivitas tersebut dengan tingkat kesalehan seseorang.Sikap netral dan skeptis yang dominan menunjukkan bahwa mereka tidak menilai kesalehan hanya dari frekuensi unggahan keagamaan, melainkan mempertimbangkannya dalam konteks kehidupan nyata dan praktik keagamaan yang lebih mendalam.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk menggali lebih lanjut motivasi mahasiswa dalam menilai kesalehan di media sosial, termasuk faktor-faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi penilaian mereka. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran tokoh agama atau influencer keagamaan dalam membentuk persepsi kesalehan digital di kalangan mahasiswa, serta bagaimana mereka memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang autentik dan relevan. Ketiga, penting untuk meneliti dampak paparan konten keagamaan yang beragam di media sosial terhadap toleransi beragama dan sikap inklusif mahasiswa, serta bagaimana mereka mengelola perbedaan interpretasi keagamaan dalam ruang digital. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika kesalehan digital di kalangan generasi muda Muslim dan memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi dakwah dan pendidikan agama yang efektif di era digital.
- Navigasi Spiritual di Era Digital: Analisis Konten Cyberreligion dalam Media Sosial | Rahmah | Tadbir:... doi.org/10.24952/tadbir.v6i2.14300Navigasi Spiritual di Era Digital Analisis Konten Cyberreligion dalam Media Sosial Rahmah Tadbir doi 10 24952 tadbir v6i2 14300
- Efektivitas Pesan Dakwah di Media Sosial Terhadap Religiusitas Masyarakat Muslim: Analisis Literature... jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/alhadharah/article/view/4835Efektivitas Pesan Dakwah di Media Sosial Terhadap Religiusitas Masyarakat Muslim Analisis Literature jurnal uin antasari ac index php alhadharah article view 4835
- INTERNALISASI PAHAM KESALEHAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA CYBERCULTURE |... doi.org/10.24235/oasis.v5i2.7859INTERNALISASI PAHAM KESALEHAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA CYBERCULTURE doi 10 24235 oasis v5i2 7859
- One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.54124/jlmp.v21i1.125One moment please one moment please wait request verified doi 10 54124 jlmp v21i1 125
- FENOMENA KONSUMSI KONTEN DAKWAH DIGITAL PADA KALANGAN MAHASISWA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW | Jurnal... doi.org/10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v8i1.332FENOMENA KONSUMSI KONTEN DAKWAH DIGITAL PADA KALANGAN MAHASISWA SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Jurnal doi 10 38214 jurnaldawahstidnatsir v8i1 332
| File size | 542.48 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER Model PjBL, baik yang diimplementasikan secara murni maupun diintegrasikan dengan pendekatan lain seperti STEM, terbukti efektif secara konsisten dalamModel PjBL, baik yang diimplementasikan secara murni maupun diintegrasikan dengan pendekatan lain seperti STEM, terbukti efektif secara konsisten dalam
UAIUAI Selain itu, guru mampu mengimplementasikan media AR dalam kegiatan pembelajaran dan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologiSelain itu, guru mampu mengimplementasikan media AR dalam kegiatan pembelajaran dan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi
UAIUAI Meski demikian, terdapat keterbatasan pengaturan normatif terkait penerapannya, khususnya dalam aspek kepastian hukum dan pembuktian. Penelitian ini menegaskanMeski demikian, terdapat keterbatasan pengaturan normatif terkait penerapannya, khususnya dalam aspek kepastian hukum dan pembuktian. Penelitian ini menegaskan
UAIUAI Reputasi yang baik merupakan faktor krusial untuk mempertahankan keberhasilan bisnis jangka panjang. Membangun reputasi di era digital saat ini merupakanReputasi yang baik merupakan faktor krusial untuk mempertahankan keberhasilan bisnis jangka panjang. Membangun reputasi di era digital saat ini merupakan
UAIUAI Pendekatan yang diterapkan adalah metode hukum normatif melalui perspektif yudisial, konseptual, dan komparatif guna menelaah penerapan Undang-Undang NomorPendekatan yang diterapkan adalah metode hukum normatif melalui perspektif yudisial, konseptual, dan komparatif guna menelaah penerapan Undang-Undang Nomor
UAIUAI Hasilnya menunjukkan bahwa strategi tersebut melibatkan tahapan pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi, serta mendukung peningkatanHasilnya menunjukkan bahwa strategi tersebut melibatkan tahapan pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi, serta mendukung peningkatan
UAIUAI Dari 152 artikel teks lengkap yang ditelaah, 91 artikel dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria inklusi, sehingga tersisa 20 studi empiris periode 2021–2025.Dari 152 artikel teks lengkap yang ditelaah, 91 artikel dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria inklusi, sehingga tersisa 20 studi empiris periode 2021–2025.
UAIUAI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran tutor sebaya dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa tunarungu, faktor penghambat,Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran tutor sebaya dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa tunarungu, faktor penghambat,
Useful /
PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER Model Inquiry-Based Learning (IBL) sangat relevan dengan pembelajaran sains karena menempatkan siswa sebagai subjek yang mengonstruksi pengetahuan secaraModel Inquiry-Based Learning (IBL) sangat relevan dengan pembelajaran sains karena menempatkan siswa sebagai subjek yang mengonstruksi pengetahuan secara
PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER Artikel ini berakhir dengan mind map konseptual yang secara visual menggambarkan hubungan antara fitur-fitur spesifik dari Adventure of Rinjani denganArtikel ini berakhir dengan mind map konseptual yang secara visual menggambarkan hubungan antara fitur-fitur spesifik dari Adventure of Rinjani dengan
UAIUAI Penelitian ini merekomendasikan integrasi bahasa inklusif dalam pelatihan guru, pengembangan kurikulum, dan kebijakan pendidikan anak usia dini sebagaiPenelitian ini merekomendasikan integrasi bahasa inklusif dalam pelatihan guru, pengembangan kurikulum, dan kebijakan pendidikan anak usia dini sebagai
UAIUAI Salah satu pendekatan yang relevan adalah pemanfaatan barang bekas berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan barangSalah satu pendekatan yang relevan adalah pemanfaatan barang bekas berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan barang