LAKASPIALAKASPIA
Jurnal Ilmiah Guru MadrasahJurnal Ilmiah Guru MadrasahKemampuan public speaking telah menjadi keterampilan esensial di era transformasi digital, khususnya di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan kemampuan public speaking dan dampaknya terhadap kepercayaan diri peserta didik di MAN 1 Banda Aceh dan MAN 4 Aceh Besar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang kesiswaan, guru pelatih public speaking, dan peserta didik, serta dokumentasi institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua madrasah menerapkan strategi sistematis yang mencakup penilaian awal, penetapan tujuan, pengembangan kurikulum, pelaksanaan kegiatan, evaluasi dan umpan balik, penguatan, fasilitas pendukung, penggunaan media visual, dukungan emosional, dan kolaborasi sesama. Empat metode diterapkan: manuskrip, hafalan (memoriter), spontanitas (impromptu), dan menjabarkan kerangka (ekstemporer). Implementasi pelatihan public speaking berdampak signifikan terhadap kepercayaan diri peserta didik, yang ditunjukkan melalui empat aspek: yakin pada kemampuan sendiri, mampu mengambil keputusan sendiri, mempunyai rasa positif pada diri, dan berani menyatakan pendapat kepada orang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan public speaking yang terstruktur dengan baik efektif meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi peserta didik, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan kompetitif di masa depan. Temuan komparatif mengungkapkan bahwa kedua institusi memiliki kesamaan pendekatan dengan konteks institusional masing-masing, mengindikasikan bahwa keberhasilan program lebih ditentukan oleh kualitas implementasi dan konsistensi pelaksanaan daripada model organisasional spesifik.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan kemampuan public speaking peserta didik di MAN 1 Banda Aceh dan MAN 4 Aceh Besar dilaksanakan secara sistematis melalui sepuluh tahapan yang saling terintegrasi, meliputi penilaian awal, penetapan tujuan, pengembangan kurikulum, pelaksanaan kegiatan, evaluasi dan umpan balik, penguatan dan peningkatan, penyediaan fasilitas pendukung, penggunaan media visual, pemberian motivasi dan dukungan emosional, serta peer review dan kolaborasi.Empat metode public speaking diterapkan secara variatif, yaitu metode manuskrip, hafalan (memoriter), spontanitas (impromptu), dan menjabarkan kerangka (ekstemporer).Implementasi strategi ini menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik, yang tercermin dari prestasi-prestasi gemilang seperti presentasi di forum internasional, juara lomba karya tulis ilmiah, dan penunjukan sebagai duta moderasi beragama tingkat nasional.Studi komparatif antara kedua madrasah mengungkapkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam model implementasi program, namun kedua institusi menunjukkan kesamaan dalam pendekatan strategis dan hasil yang dicapai.Dampak program public speaking terhadap kepercayaan diri peserta didik termanifestasi melalui empat aspek utama.yakin pada kemampuan sendiri, mampu mengambil keputusan sendiri, mempunyai rasa positif pada diri, dan berani menyatakan pendapat kepada orang lain.Keempat aspek ini berkembang melalui proses latihan yang bertahap, dukungan dari guru dan teman sebaya, pengalaman praktik yang berulang, serta lingkungan madrasah yang kondusif dan suportif.Peserta didik tidak hanya mengalami peningkatan dalam keterampilan berbicara di depan umum, tetapi juga dalam pengelolaan kecemasan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi sosial yang lebih luas.Temuan penelitian ini sejalan dengan teori komunikasi interpersonal, presentasi efektif, kecemasan komunikasi, dan kepercayaan diri dalam komunikasi, yang menegaskan bahwa pengembangan kemampuan public speaking yang terstruktur dengan baik efektif meningkatkan kepercayaan diri dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan kompetitif di masa depan.Keberhasilan program ini mengindikasikan bahwa investasi dalam pengembangan kemampuan public speaking merupakan investasi strategis yang memberikan manfaat jangka panjang bagi pembentukan karakter peserta didik yang percaya diri, mandiri, dan mampu berkomunikasi efektif dalam berbagai konteks kehidupan.
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan model pembelajaran public speaking yang responsif terhadap perkembangan teknologi: Institusi pendidikan dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran public speaking, seperti platform video conferencing, aplikasi presentasi interaktif, atau media sosial untuk latihan dan umpan balik. Penelitian dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas model pembelajaran ini dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri peserta didik.. . 2. Menganalisis dampak jangka panjang program public speaking: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang program public speaking terhadap perkembangan karir dan kehidupan sosial peserta didik. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana kemampuan public speaking yang dikembangkan di madrasah mempengaruhi kesuksesan peserta didik dalam pendidikan tinggi, dunia kerja, dan interaksi sosial mereka di masa depan.. . 3. Meneliti strategi pengukuran dan evaluasi kemampuan public speaking: Penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode pengukuran dan evaluasi kemampuan public speaking yang lebih objektif dan terstandarisasi. Hal ini dapat mencakup pengembangan rubrik penilaian yang komprehensif, penggunaan teknologi analisis suara dan bahasa tubuh, serta studi komparatif antara berbagai metode evaluasi untuk menentukan praktik terbaik dalam menilai perkembangan keterampilan public speaking peserta didik.. . Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran public speaking di lembaga pendidikan menengah Islam, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
| File size | 364.73 KB |
| Pages | 25 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALSJOURNALS Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi model pemberdayaan kader yang berkelanjutan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia berbasis keagamaanDengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi model pemberdayaan kader yang berkelanjutan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia berbasis keagamaan
LAKASPIALAKASPIA Strategi yang diterapkan mencakup pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan struktur kelembagaan, dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam penggunaan teknologi.Strategi yang diterapkan mencakup pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan struktur kelembagaan, dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam penggunaan teknologi.
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputiPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Sebagai seorang muslim hendaknya kita mengikuti teladan terbaik kita yaitu Nabi Muhammad saw yang telah memberikan contoh akhlak yang mulia karena perilakuSebagai seorang muslim hendaknya kita mengikuti teladan terbaik kita yaitu Nabi Muhammad saw yang telah memberikan contoh akhlak yang mulia karena perilaku
STEBIS IGMSTEBIS IGM Sebanyak 35 mahasiswa aktif menjadi responden dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas, seluruh item dalam instrumen dinyatakanSebanyak 35 mahasiswa aktif menjadi responden dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas, seluruh item dalam instrumen dinyatakan
UMPRUMPR Pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini berdampak pada penyesuaian sarana-sarana edukasi, salah satunya adalah melalui konten digital. KontenPesatnya perkembangan teknologi digital saat ini berdampak pada penyesuaian sarana-sarana edukasi, salah satunya adalah melalui konten digital. Konten
UnwahasUnwahas Selain itu film Syamil dan Dodo memiliki relevansi dengan mata pelajaran fikih materi rukun Islam yang terdapat pada episode Pengertian Dua Kalimat Syahadat,Selain itu film Syamil dan Dodo memiliki relevansi dengan mata pelajaran fikih materi rukun Islam yang terdapat pada episode Pengertian Dua Kalimat Syahadat,
STAIBSLLGSTAIBSLLG In general, their society with primitive life has no religion. In fact they have a belief that is Islam, and they live like the surrounding community.In general, their society with primitive life has no religion. In fact they have a belief that is Islam, and they live like the surrounding community.
Useful /
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Oleh karena itu, diperlukan penguatan lebih lanjut terhadap konsep-konsep dasar matematika. Penerapan model pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaranOleh karena itu, diperlukan penguatan lebih lanjut terhadap konsep-konsep dasar matematika. Penerapan model pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran
JOURNALSJOURNALS Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang kontrak bisnis yang aman, berkelanjutan, dan beretika. PelaksanaanHasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang kontrak bisnis yang aman, berkelanjutan, dan beretika. Pelaksanaan
LAKASPIALAKASPIA Kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan model pembelajaran agama yang adaptif terhadap era digital, serta mendorong peningkatan literasiKajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan model pembelajaran agama yang adaptif terhadap era digital, serta mendorong peningkatan literasi
LAKASPIALAKASPIA Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan reward dan punishment dalam program kokurikuler Tahfidz Al-Quran dan Hadits di MIN 2 Nagan Raya dilaksanakanPenelitian ini menunjukkan bahwa penerapan reward dan punishment dalam program kokurikuler Tahfidz Al-Quran dan Hadits di MIN 2 Nagan Raya dilaksanakan