IBRAHIMYIBRAHIMY
HUKMY : Jurnal HukumHUKMY : Jurnal HukumPenelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisa bentuk perlindungan hukum kepada anak dari praktik kekerasan dalam pola asuh masyarakat adat Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Praktik kekerasan pada pola asuh tersebut masih sering dianggap sebagai bagian dari tradisi mendidik anak, sehingga bertentangan dengan prinsip perlindungan anak dalam UU No.35 tahun 2014 mengenai Perlindungan Anak. Dengan menerapkan metode penelitian hukum normatif, penelitian ini menyoroti ketegangan antara norma hukum adat dan hukum nasional. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi perlindungan anak belum optimal karena kuatnya pengaruh budaya lokal. Diperlukan langkah harmonisasi hukum yang mengintegrasikan nilai adat dengan prinsip perlindungan anak untuk mewujudkan keadilan dan keseimbangan hukum di masyarakat.
Pengaturan hukum mengenai anak di Indonesia belum memiliki ketentuan yang tegas dan konsisten mengenai kriteria anak.Fenomena praktik kekerasan dalam pola asuh di masyarakat adat Manggarai menunjukkan benturan antara nilai kultural komunal dan prinsip perlindungan anak yang universal.Harmonisasi antara hukum adat dan prinsip perlindungan anak perlu dilakukan melalui pendekatan dialogis dan rekonstruktif dengan reinterpretasi nilai adat, penguatan peran pemerintah daerah, serta integrasi kearifan lokal ke dalam hukum positif.
Pertama, perlu penelitian mengenai bagaimana nilai-nilai adat Manggarai yang tidak bertentangan dengan hak anak dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan perlindungan anak daerah, sehingga hukum adat tidak dikesampingkan melainkan dijadikan fondasi pelindungan anak yang berkearifan lokal. Kedua, perlu dikaji secara mendalam mengenai efektivitas forum koordinasi antara lembaga adat dan lembaga penegak hukum formal dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak, termasuk bagaimana mediasi adat dapat dirancang sesuai prinsip the best interest of the child tanpa mengabaikan norma budaya. Ketiga, penting untuk meneliti strategi pendidikan hukum berbasis komunitas yang melibatkan tokoh adat dan agama dalam membangun kesadaran hukum masyarakat Manggarai tentang perlindungan anak, agar sosialisasi UU No.35 Tahun 2014 tidak dianggap sebagai ancaman terhadap identitas budaya. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi model perlindungan anak yang tidak hanya sesuai dengan hukum nasional, tetapi juga diterima secara sosial di tengah masyarakat adat.
| File size | 387.7 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
YMPAIYMPAI Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Variabel independen adalah peran ayah dan keluarga, sedangkanMetode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Variabel independen adalah peran ayah dan keluarga, sedangkan
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU Dalam Islam, ibu lebih diutamakan dalam pemeliharaan anak, terutama bagi anak yang masih kecil, kecuali jika terdapat alasan yang menghalanginya, sepertiDalam Islam, ibu lebih diutamakan dalam pemeliharaan anak, terutama bagi anak yang masih kecil, kecuali jika terdapat alasan yang menghalanginya, seperti
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 30 hingga 60 persen anak di seluruh dunia mengalami konflik dengan saudara kandung. Di Asia, jutaanOrganisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 30 hingga 60 persen anak di seluruh dunia mengalami konflik dengan saudara kandung. Di Asia, jutaan
STIBASTIBA Komunitas Ninties Teume merupakan kelompok penggemar boy group Korea Selatan, Treasure, di mana mayoritas anggotanya telah menikah. Tujuan penelitian iniKomunitas Ninties Teume merupakan kelompok penggemar boy group Korea Selatan, Treasure, di mana mayoritas anggotanya telah menikah. Tujuan penelitian ini
ALSHOBARALSHOBAR Keefektifan media pembelajaran berbasis Android ini menunjukkan hasil yang sangat baik. Media ini berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik secaraKeefektifan media pembelajaran berbasis Android ini menunjukkan hasil yang sangat baik. Media ini berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik secara
STAIMADIUNSTAIMADIUN Studi ini bertujuan untuk mengkaji pengasuhan lembut (gentle parenting) dari perspektif Hadis sebagai upaya menumbuhkan moralitas Generasi Z menuju keluargaStudi ini bertujuan untuk mengkaji pengasuhan lembut (gentle parenting) dari perspektif Hadis sebagai upaya menumbuhkan moralitas Generasi Z menuju keluarga
SALNESIASALNESIA Pelatihan public speaking dengan fokus pada pengenalan idiom Bahasa Inggris di UPT Rumah Pengasuhan Anak Wiloso Projo bertujuan meningkatkan kemampuanPelatihan public speaking dengan fokus pada pengenalan idiom Bahasa Inggris di UPT Rumah Pengasuhan Anak Wiloso Projo bertujuan meningkatkan kemampuan
UAIUAI Program ini memberikan wadah bagi orang tua untuk memahami pengasuhan positif, berbagi pengalaman, dan berdiskusi tentang pengasuhan anak sehari-hari,Program ini memberikan wadah bagi orang tua untuk memahami pengasuhan positif, berbagi pengalaman, dan berdiskusi tentang pengasuhan anak sehari-hari,
Useful /
IBRAHIMYIBRAHIMY Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf hadir sebagai tonggak penting dalam memperkuat sistem perwakafan nasional. Undang-undang ini sangat menekankanUndang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf hadir sebagai tonggak penting dalam memperkuat sistem perwakafan nasional. Undang-undang ini sangat menekankan
IBRAHIMYIBRAHIMY Dalam konteks perlindungan hak privasi warga negara, penelitian ini membahas kriminalisasi perilaku living together sebagaimana diatur dalam Pasal 412Dalam konteks perlindungan hak privasi warga negara, penelitian ini membahas kriminalisasi perilaku living together sebagaimana diatur dalam Pasal 412
SALNESIASALNESIA KBPP mempunyai kontribusi besar dalam menurunkan AKI dan stunting. Pada tahun 2022 menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr. Brian Sri Prahastuti,KBPP mempunyai kontribusi besar dalam menurunkan AKI dan stunting. Pada tahun 2022 menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr. Brian Sri Prahastuti,
SALNESIASALNESIA Sementara di Posyandu Kencana, 21,00% mengalami stunting dan 6,00% mengalami sangat stunting. Melalui kegiatan edukasi, pengetahuan ibu meningkat secaraSementara di Posyandu Kencana, 21,00% mengalami stunting dan 6,00% mengalami sangat stunting. Melalui kegiatan edukasi, pengetahuan ibu meningkat secara