LASIGOLASIGO

Indonesian Journal of Religion and SocietyIndonesian Journal of Religion and Society

Suku Laut merupakan salah satu masyarakat adat yang masih terpencil di Kepulauan Riau. Pola hidup yang sangat sederhana dari segala aspek menjadikan Suku Laut jauh dari taraf kesejahteraan. Guna meningkatkan taraf hidup mereka, bermunculan tokoh-tokoh adat dan agama yang mendampingi masyarakat yang tergolong tertutup. Peran dan fungsi tokoh masyarakat ini terlihat dalam pembinaan Suku Laut tersebut. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan pedoman wawancara dan observasi serta dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik analisa data, yaitu reduksi data dari hasil wawancara terhadap masyarakat suku laut lalu penyajian data yang disajikan dalam bentuk uraian naratif, serta verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa tokoh agama cukup berhasil melakukan intervensi sosial dalam bentuk menyebarkan ajaran agama kepada masyarakat Suku Laut, berperan sebagai motivator, tokoh agama melakukan pembinaan dan konsultasi, tokoh agama membantu pemberdayaan masyarakat Suku Laut. Sebagai pelaku perubahan (change agent), pemuka agama melakukan pendampingan dan sosialisasi dalam aspek kerohanian, sosial, adminduk, ekonomi dan kesehatan. Sebagai sasaran perubahan (target of change), masyarakat Suku laut membuka diri dengan pendampingan yang dilakukan oleh pemuka agama ini.

Intervensi yang dilakukan oleh pemuka agama terhadap masyarakat Suku Laut di Kepulauan Riau dilakukan dengan beberapa cara.Pertama, menyebarkan ajaran agama kepada masyarakat Suku Laut.Ketiga, tokoh agama melaksanakan pembinaan dan konsultasi.Dan keempat, tokoh agama membantu pemberdayaan masyarakat Suku Laut.

Pertama, meneliti bagaimana pendekatan intervensi pemuka agama dapat memfasilitasi adopsi praktik ekonomi berkelanjutan di kalangan Suku Laut, misalnya melalui pertanian laut organik atau pengelolaan hutan. Kedua, melakukan studi kasus longitudinal mengenai dampak jangka panjang pendampingan pemuka agama terhadap pembuatan kebijakan desa, termasuk partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Ketiga, mengeksplorasi efektivitas pemuka agama sebagai fasilitator dalam pelatihan literasi digital untuk meningkatkan akses informasi kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Suku Laut.

Read online
File size494.67 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test