JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

Concept: Journal of Social Humanities and EducationConcept: Journal of Social Humanities and Education

Batik merupakan warisan budaya Bangsa Indonesia yang mendunia. Berbagai ragam motif batik nusantara, salah satunya adalah Motif Lurik Jawa. Dalam Kajian Filosofis-Sosiologis-Fenomenologis Motif Lurik sangat dekat dengan daur hidup manusia. Kajian Filosofis-Sosiologis-Fenomenologis, tulisan ini menjelaskan tentang relasi Motif Kain Lurik Jawa serta makna spiritualitasnya. Motif Lurik Jawa mempunyai arti dan pemakaian yang berbeda-beda dalam setiap Upacara Adat di masyarakat. Diharapkan melalui tulisan ini mampu membangkitkan nasionalisme dan kecintaan generasi muda terhadap Batik Motif Lurik Jawa, pelestariannya di masa yang akan datang serta menambah ketakwaan kita kepada Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

Batik merupakan warisan budaya Bangsa Indonesia, bahkan Batik kita ditambahkan ke daftar Warisan Budaya Tak benda Kemanusiaan UNESCO pada tahun 2009, dan telah diakui secara internasional sebagai jalinan sejarah peradaban manusia.Batik di Indonesia mempunyai motif beragam di seluruh wilayah Nusantara.Beberapa kriteria warisan budaya tak benda Indonesia dalam daftar UNESCO adalah memiliki kekhasan dari suatu suku bangsa, memiliki tujuan untuk melestarikan alam, lingkungan, memiliki manfaat untuk manusia dan makhluk hidup lainnya, berkontribusi dalam sosial dan budaya, menjadi sarana pembangunan yang berkelanjutan, tersebar di beberapa daerah dan mewakili suatu provinsi, dikelola oleh beberapa komunitas tertentu, dan sudah diwariskan lebih dari satu generasi (Ramadhani, Asri Kamila dkk, 2022). . Motif Lurik Jawa dari bahasan di atas, mengandung makna spiritualitas antara manusia dengan Tuhannya.Bahkan Motif Lurik ini sangat dekat dengan daur hidup kehidupan masyarakat kita, dimulai dari berbagai aspek yang ada, yakni.Upacara Adat Siraman, Mitoni, Selamatan maupun pakaian Prajurit.Dalam Kajian Filosofis-Fenomenologis, Motif Kain Lurik ini dapat dijadikan pencerahan perwujudan hasil karya bangsa Indonesia yang sarat makna serta kedekatan hubungan antara manusia, alam dan Sang Pencipta.Jika pepatah mengatakan Tak Kenal Maka Tak Sayang, maka sudah sepantasnya generasi muda Indonesia mencintai dan melestarikan budaya bangsa dengan cara memahami makna spiritualitas dan makna-makna agung lainnya yang tersirat pada Motif Lurik Jawa, sehingga tidak hanya bangga dapat memakai Motif Lurik saja namun semakin menambah kecintaan hamba kepada Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk menjaga keberlangsungan dan relevansi batik lurik Jawa dalam kehidupan modern, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara inovatif dalam mendesain dan memadupadankan motif lurik dengan tren mode terkini. Selain itu, penelitian tentang strategi pemasaran yang efektif untuk menarik minat generasi muda dalam menggunakan batik lurik juga sangat penting. Terakhir, penelitian tentang cara-cara pelestarian dan regenerasi penenun lurik, serta upaya-upaya untuk meningkatkan ketakwaan dan spiritualitas melalui pemahaman makna filosofis-sosiologis-fenomenologis batik lurik dapat menjadi fokus penelitian lanjutan.

Read online
File size150.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test