JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

Concept: Journal of Social Humanities and EducationConcept: Journal of Social Humanities and Education

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap konflik dalam mata kuliah Manajemen Konflik pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember. Persepsi dievaluasi pada tiga dimensi—kognitif, afektif, dan psikomotor—sebelum dan sesudah proses pembelajaran, menggunakan observasi serta angket yang diisi oleh 26 mahasiswa. Hasil sebelum pembelajaran menunjukkan 73,1 % responden memiliki persepsi negatif terhadap konflik, 88,5 % mengandalkan pihak lain untuk menyelesaikan konflik, 61,5 % mengalami kesulitan, dan 65,4 % cenderung mengalah. Setelah pembelajaran, persepsi berubah menjadi lebih positif: 63 % memiliki persepsi positif, 77,8 % masih memerlukan bantuan orang lain, 48,1 % melaporkan kesulitan yang berkurang, dan 77,8 % tetap mengalah namun dengan sikap lebih konstruktif. Temuan ini menegaskan pentingnya metode pembelajaran yang menekankan aspek afektif, seperti pengendalian emosi, peningkatan kepercayaan diri, dan penerapan teknik problem solving, untuk meningkatkan kompetensi resolusi konflik mahasiswa.

Sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi negatif terhadap konflik sebelum mengikuti mata kuliah Manajemen Konflik, yang berdampak pada kesulitan dan perasaan tertekan dalam menghadapi konflik.Pembelajaran manajemen konflik berhasil mengubah persepsi menjadi lebih positif, meningkatkan kemampuan penyelesaian konflik, serta menumbuhkan kedewasaan psikologis dan sosial mahasiswa.Konflik, bila dikelola dengan baik, dapat memberikan nilai positif bagi perkembangan kognitif, sosial, dan psikologis mahasiswa.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana integrasi modul pelatihan kecerdasan emosional dalam kurikulum Manajemen Konflik mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengendalikan emosi selama situasi konflik (pertanyaan penelitian: Apakah modul kecerdasan emosional meningkatkan kontrol emosional mahasiswa pada proses penyelesaian konflik?). Selain itu, studi komparatif antara pendekatan pembelajaran tradisional dan pendekatan berbasis masalah (problem‑based learning) dapat mengukur dampaknya terhadap peningkatan keterampilan problem solving mahasiswa (pertanyaan penelitian: Bagaimana efektivitas pembelajaran berbasis masalah dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan problem solving pada konflik?). Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi manajemen konflik terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis mahasiswa (pertanyaan penelitian: Apakah intervensi manajemen konflik berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis mahasiswa selama satu tahun setelah penyelesaian mata kuliah?).

Read online
File size113.05 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test