UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO
Tribakti: Jurnal Pemikiran KeislamanTribakti: Jurnal Pemikiran KeislamanForum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memainkan peran penting dalam mengelola keragaman untuk mencegah konflik yang dapat mengancam integritas sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi mitigasi konflik melalui komunikasi serta faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan kerukunan antaragama oleh FKUB Kabupaten Nganjuk dan FKUB Kota Kediri. Studi kualitatif ini menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, termasuk wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peserta dalam penelitian ini adalah pemimpin FKUB dan perwakilan masyarakat Nganjuk dan Kediri. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman untuk menganalisis data primer dan sekunder, serta teori Face Negotiation Theory dari Stella Ting-Toomey untuk memeriksa upaya penyelamatan muka dalam mitigasi konflik keragaman. Temuan menunjukkan bahwa facework, sebagai strategi mitigasi konflik keragaman melalui komunikasi, diterapkan dengan mempertimbangkan tujuan dan elemen komunikasi. Strategi ini tercermin dalam program yang dilaksanakan oleh FKUB. Budaya individualistik masyarakat terlihat dalam pendekatan manajemen konflik FKUB Kabupaten Nganjuk, sedangkan pendekatan mitigasi konflik FKUB Kota Kediri sejalan dengan budaya kolektivistik masyarakat. Namun, kedua FKUB juga menggunakan pendekatan kolektivistik dalam mitigasi konflik, terutama melalui integrasi. Faktor pendukung dan penghambat dalam mengelola kerukunan antaragama berasal dari aspek internal dan eksternal FKUB, yang menunjukkan kebutuhan akan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan untuk mengelola kerukunan antaragama secara efektif.
Strategi komunikasi FKUB Kabupaten Nganjuk dan FKUB Kota Kediri dalam manajemen konflik merupakan bagian dari facework untuk mempertahankan identitas atau citra FKUB dan wilayah kerjanya.Strategi komunikasi dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan dan elemen komunikasi yang terlibat.Beberapa strategi komunikasi ini tercermin dalam program yang dilaksanakan oleh masing-masing FKUB.Sebagai salah satu lembaga penasehat, FKUB memiliki kecenderungan yang berbeda dalam resolusi konflik antara FKUB Kabupaten Nganjuk dan FKUB Kota Kediri.Manajemen konflik FKUB Kabupaten Nganjuk cenderung mengarah pada karakteristik manajemen konflik masyarakat individualistik dengan langkah-langkah dominan untuk mempertahankan pendapat dan sebagai bentuk ekspresi diri terhadap konflik untuk mempertahankan muka diri.Namun, budaya kolektivistik masyarakat Indonesia masih terlihat dalam pendekatan integrasi, yang juga dilakukan untuk mempertahankan muka bersama.Di sisi lain, pendekatan manajemen konflik FKUB Kota Kediri sejalan dengan budaya masyarakat kolektivistik, yang cenderung memprioritaskan langkah-langkah pencegahan sehingga konflik tidak terjadi dengan menggabungkan pendekatan penghindaran konflik dan integrasi untuk mempertahankan muka diri, muka orang lain, dan muka bersama.Hal ini disebabkan oleh perbedaan facework atau citra identitas diri yang ingin dilihat (self-concern) serta prioritas muka, baik muka diri, muka orang lain, dan muka bersama.Faktor pendukung dan penghambat FKUB Kabupaten Nganjuk dan FKUB Kota Kediri dalam mengelola konflik antaragama di wilayah masing-masing berasal dari faktor eksternal dan internal FKUB itu sendiri.Hal ini menunjukkan bahwa upaya mengelola kerukunan antaragama membutuhkan sinergi antara berbagai pihak dan elemen masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Menganalisis lebih mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan FKUB Kota Kediri dalam mencapai kerukunan antaragama yang tinggi, termasuk budaya masyarakat, peran pemerintah, dan sinergi antarlembaga. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di daerah lain.. . 2. Meneliti dampak konflik antaragama terhadap kerukunan sosial di Kabupaten Nganjuk dan mengidentifikasi strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi konflik tersebut. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan pendekatan-pendekatan baru dalam manajemen konflik.. . 3. Mempelajari peran pemimpin agama dan tokoh masyarakat dalam mempromosikan kerukunan antaragama di kedua daerah. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana pemimpin agama dan tokoh masyarakat dapat menjadi agen perubahan dalam membangun kerukunan dan toleransi.. . 4. Mengkaji peran media massa dalam mempromosikan kerukunan antaragama dan mengidentifikasi strategi-strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kesadaran dan pemahaman publik tentang kerukunan.. . 5. Meneliti dampak pendidikan agama dalam mempromosikan kerukunan antaragama, terutama di Kabupaten Nganjuk, dan mengidentifikasi strategi-strategi pendidikan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahaman dan toleransi antaragama.. . 6. Menganalisis peran pemerintah dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan FKUB, termasuk alokasi sumber daya dan dukungan kebijakan. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi cara-cara yang efektif dalam memperkuat peran pemerintah dalam mempromosikan kerukunan antaragama.. . 7. Meneliti dampak kerukunan antaragama terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di kedua daerah, dan mengidentifikasi manfaat-manfaat yang dapat diraih melalui kerukunan antaragama.. . Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi-strategi yang efektif dalam mempromosikan kerukunan antaragama, serta mengembangkan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di daerah-daerah lain di Indonesia.
| File size | 341.08 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UIIDALWAUIIDALWA The Prophet Muhammad Peace Be Upon Him, encouraged those who are capable of engaging in marital relations to marry without delay. Likewise, scholars alsoThe Prophet Muhammad Peace Be Upon Him, encouraged those who are capable of engaging in marital relations to marry without delay. Likewise, scholars also
UIIDALWAUIIDALWA The transformation of Islamic law through contemporary fiqh is crucial for maintaining its relevance in the face of modern challenges. Renewal in ushulThe transformation of Islamic law through contemporary fiqh is crucial for maintaining its relevance in the face of modern challenges. Renewal in ushul
UIIDALWAUIIDALWA Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur patriarkal mengakar kuat, menyebabkan ketimpangan kekuasaan dan normalisasi KDRT, dengan korban menghadapiHasil penelitian menunjukkan bahwa struktur patriarkal mengakar kuat, menyebabkan ketimpangan kekuasaan dan normalisasi KDRT, dengan korban menghadapi
UIIDALWAUIIDALWA Thus, this study demonstrates the certainty of a ruling that organ transplantation can be accepted as long as it aligns with the balance of Sharia. MaslahahThus, this study demonstrates the certainty of a ruling that organ transplantation can be accepted as long as it aligns with the balance of Sharia. Maslahah
IAINPTKIAINPTK Fenomena tersebut kemudian ditindaklajuti oleh MUI Provinsi Kalimantan Barat dengan mengeluarkan fatwa sesat dan seruan untuk bertobat bagi anggota Gafatar.Fenomena tersebut kemudian ditindaklajuti oleh MUI Provinsi Kalimantan Barat dengan mengeluarkan fatwa sesat dan seruan untuk bertobat bagi anggota Gafatar.
IAINPTKIAINPTK Pasal 7 Undang-Undang No. 1 tahun 1974 menetapkan bahwa usia minimal pernikahan bagi pria adalah umur 19 tahun dan wanita umur 16 tahun. Aturan tersebutPasal 7 Undang-Undang No. 1 tahun 1974 menetapkan bahwa usia minimal pernikahan bagi pria adalah umur 19 tahun dan wanita umur 16 tahun. Aturan tersebut
IAINPTKIAINPTK Adapun dalam implementasi arah kiblat sehingga menyebabkan perselisihan dalam penentuan arah kiblat. Berdasarkan hal itu maka diperlukan pendekatan nilai-nilaiAdapun dalam implementasi arah kiblat sehingga menyebabkan perselisihan dalam penentuan arah kiblat. Berdasarkan hal itu maka diperlukan pendekatan nilai-nilai
UMPRUMPR Berangkat dari latar belakang pendidikan yang berbeda, yakni santriwati dari lulusan SD/MI (program reguler) dan santriwati lulusan SLTP/MTs (program intensif),Berangkat dari latar belakang pendidikan yang berbeda, yakni santriwati dari lulusan SD/MI (program reguler) dan santriwati lulusan SLTP/MTs (program intensif),
Useful /
MPUKUTURANMPUKUTURAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam pementasan tari Gambuh. Penelitian iniPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam pementasan tari Gambuh. Penelitian ini
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA - lebih menekankan orientasi face-saving, khas dalam norma interaksi Sunda, yang memprioritaskan menghindari konflik langsung dan menjaga harmoni sosial.- lebih menekankan orientasi face-saving, khas dalam norma interaksi Sunda, yang memprioritaskan menghindari konflik langsung dan menjaga harmoni sosial.
IAINPTKIAINPTK Proses multi-dimensi yang menuntut konsistensi dan integrasi dengan seluruh bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan ideologi. Dominasi globalisasiProses multi-dimensi yang menuntut konsistensi dan integrasi dengan seluruh bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan ideologi. Dominasi globalisasi
UGMUGM Dengan meningkatnya jumlah kegagalan IT outsourcing, inilah saatnya untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu kepuasan outsourcing IT. Studi ini mengkajiDengan meningkatnya jumlah kegagalan IT outsourcing, inilah saatnya untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu kepuasan outsourcing IT. Studi ini mengkaji