STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI
JKBLJKBLBayi berat lahir rendah (BBLR) berisiko mengalami hipotermia karena mekanisme pengaturan termoregulasi yang belum matang. BBLR didefinisikan sebagai berat lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia kehamilan. Hipotermia dapat terjadi pada bayi BBLR bahkan di lingkungan yang relatif hangat, karena bayi baru lahir tidak dapat mengatur suhu tubuh mereka secara optimal. Jika tidak diobati dengan segera, hipotermia dapat menyebabkan penyakit serius atau bahkan kematian. Untuk meningkatkan suhu tubuh pada bayi BBLR, terapi alternatif seperti Perawatan Ibu Kanguru (KMC) dapat diterapkan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan perawatan keperawatan pada bayi BBLR yang mengalami hipotermia menggunakan terapi Perawatan Ibu Kanguru. Desain studi kasus deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan. Subjek penelitian ini adalah Bayi J. Diagnosis keperawatan yang ditetapkan adalah hipotermia. Intervensi keperawatan berfokus pada pengelolaan hipotermia melalui terapi KMC, yang diberikan dua kali sehari selama satu jam selama tiga hari berturut-turut. Sebelum intervensi, dilakukan penilaian untuk mengidentifikasi tanda-tanda hipotermia, seperti suhu tubuh, warna bibir, dan kondisi umum bayi. Selama terapi, ibu Bayi J menerima bimbingan langsung karena pengetahuan yang terbatas tentang penerapan KMC yang benar. Hal ini membutuhkan waktu dan dukungan edukasi dari tenaga kesehatan. Setelah 72 jam intervensi, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan suhu tubuh bayi ke dalam rentang normal, kulit hangat, dan peningkatan aktivitas menyusui. Temuan ini menunjukkan penurunan gejala hipotermia. Studi menyimpulkan bahwa KMC bermanfaat dalam mendukung termoregulasi pada bayi BBLR. Terapi Perawatan Ibu Kanguru telah terbukti efektif dalam meningkatkan suhu tubuh pada pasien BBLR.
Perawatan ibu kanguru, yang diberikan setiap hari selama 1 jam selama 3 hari, berhubungan dengan regulasi suhu tubuh yang membaik pada bayi BBLR dengan hipotermia.Hal ini mendukung KMC sebagai intervensi keperawatan yang layak dan berbiaya rendah di lingkungan dengan sumber daya terbatas.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain randomized controlled trial (RCT) diperlukan untuk menguji efektivitas KMC dalam mencegah hipotermia pada bayi BBLR secara lebih komprehensif, dengan memperhatikan faktor-faktor confounding seperti usia gestasi dan berat lahir. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi ibu mengenai penerapan KMC, termasuk hambatan dan fasilitator yang mempengaruhi kepatuhan dan efektivitas terapi. Ketiga, pengembangan modul edukasi yang komprehensif dan mudah dipahami bagi ibu mengenai KMC, termasuk teknik yang benar, manfaat, dan potensi risiko, dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri ibu dalam melakukan KMC di rumah, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan bayi BBLR.
| File size | 191 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
HTPHTP Faktor keluarga seperti kepercayaan diri ibu, stres pengasuhan, dan kualitas hidup dapat meningkatkan perawatan BBLR, dengan pemberdayaan keluarga yangFaktor keluarga seperti kepercayaan diri ibu, stres pengasuhan, dan kualitas hidup dapat meningkatkan perawatan BBLR, dengan pemberdayaan keluarga yang
UNARUNAR Berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki persentase burnout lebih tinggi dari laki-laki. Berdasarkan tingkat semester, mayoritas mahasiswa keperawatanBerdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki persentase burnout lebih tinggi dari laki-laki. Berdasarkan tingkat semester, mayoritas mahasiswa keperawatan
UNARUNAR Intervensi relaksasi napas dalam diterapkan selama 30 menit dan dievaluasi dengan skala ansietas serta format SOAP, menunjukkan penurunan signifikan tingkatIntervensi relaksasi napas dalam diterapkan selama 30 menit dan dievaluasi dengan skala ansietas serta format SOAP, menunjukkan penurunan signifikan tingkat
UNARUNAR Self-efficacy merupakan faktor dalam diri pasien yang dapat mempengaruhi kepatuhan dalam menjalankan pengobatan. Semakin tinggi self-efficacy, maka pasienSelf-efficacy merupakan faktor dalam diri pasien yang dapat mempengaruhi kepatuhan dalam menjalankan pengobatan. Semakin tinggi self-efficacy, maka pasien
UNARUNAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi water tepid sponge dan pemberian obat antipiretik efektif dalam menurunkan suhu tubuh anak dengan hipertemiaHasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi water tepid sponge dan pemberian obat antipiretik efektif dalam menurunkan suhu tubuh anak dengan hipertemia
UNARUNAR Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap 11 artikel penelitian terpilih, baik nasional maupun internasional. Artikel diperoleh melaluiPenelitian ini menggunakan metode literature review terhadap 11 artikel penelitian terpilih, baik nasional maupun internasional. Artikel diperoleh melalui
MARANATHAMARANATHA Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 2500 gram. Kota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yangBerat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 2500 gram. Kota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yang
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Persentase kematian neonatal pada BBLR pada tahun 2019 di Indonesia sebanyak 35,3%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ibu pada kejadianPersentase kematian neonatal pada BBLR pada tahun 2019 di Indonesia sebanyak 35,3%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ibu pada kejadian
Useful /
UNARUNAR Hasil penelitian didapatkan mayoritas memiliki self-care cukup baik sejumlah 38 responden (43,2%), mayoritas memiliki kualitas hidup cukup baik 39 respondenHasil penelitian didapatkan mayoritas memiliki self-care cukup baik sejumlah 38 responden (43,2%), mayoritas memiliki kualitas hidup cukup baik 39 responden
UNARUNAR Hasil penelitian ini, yang menggunakan uji regresi logistik sederhana, menunjukkan bahwa pelatihan kesehatan dan keselamatan (K3) memiliki dampak yangHasil penelitian ini, yang menggunakan uji regresi logistik sederhana, menunjukkan bahwa pelatihan kesehatan dan keselamatan (K3) memiliki dampak yang
UMMUMM Justice restoratif mencerminkan prinsip keempat Pancasila tentang musyawarah mufakat. Tujuan penelitian ini adalah memperkejapkan sistem hukum yang dapatJustice restoratif mencerminkan prinsip keempat Pancasila tentang musyawarah mufakat. Tujuan penelitian ini adalah memperkejapkan sistem hukum yang dapat
MARANATHAMARANATHA Kelompok usia 51-60 tahun merupakan kelompok usia paling prevalen pada pasien kanker payudara, dengan kejadian yang menurun setelah usia 60 tahun. SebagianKelompok usia 51-60 tahun merupakan kelompok usia paling prevalen pada pasien kanker payudara, dengan kejadian yang menurun setelah usia 60 tahun. Sebagian