PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN

Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti Rufaidah

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang berkontribusi signifikan terhadap Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), sebuah isu serius di Indonesia dengan prevalensi melebihi 15% menurut WHO, dan merupakan penyumbang utama tingginya Angka Kematian Neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Sungai Durian, Kabupaten Sintang. Menggunakan desain penelitian analitik case control dengan data sekunder rekam medis tahun 2024, sampel yang digunakan adalah 116 responden, terdiri dari 58 ibu hamil dengan bayi BBLR sebagai kelompok kasus dan 58 ibu hamil dengan bayi berat lahir normal (BBLN) sebagai kelompok kontrol, yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian BBLR di Puskesmas Sungai Durian pada tahun 2024 adalah 25,8%, dan kejadian anemia pada ibu hamil adalah 46,6%. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR (p < 0,05). Ibu hamil yang mengalami anemia memiliki risiko 21,758 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia (OR=21,758; CI 95% = 1,45–7,08). Penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Sungai Durian Sintang.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).Ibu hamil yang mengalami anemia memiliki risiko 21,758 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia.Hasil ini mengindikasikan pentingnya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil untuk menurunkan angka kejadian BBLR.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap anemia pada ibu hamil di wilayah tersebut, seperti pola makan, akses terhadap layanan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas intervensi gizi spesifik, seperti suplementasi zat besi dan asam folat, dalam mencegah anemia dan menurunkan risiko BBLR. Ketiga, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman ibu hamil mengenai anemia, serta hambatan yang mereka hadapi dalam mengakses layanan kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk merumuskan strategi pencegahan dan penanganan anemia serta BBLR yang lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di masa depan. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi anemia dan BBLR secara lebih mendalam, diharapkan dapat dirancang program intervensi yang lebih tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di wilayah tersebut.

  1. Pengaruh Pemberdayaan Status Gizi Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Trimester 3 | Jurnal Kesehatan... doi.org/10.37012/jkmp.v3i1.2070Pengaruh Pemberdayaan Status Gizi Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Trimester 3 Jurnal Kesehatan doi 10 37012 jkmp v3i1 2070
  2. Hubungan Anemia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Sintang... journal.ppniunimman.org/index.php/JASIRA/article/view/261Hubungan Anemia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Sintang journal ppniunimman index php JASIRA article view 261
Read online
File size476.91 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test