STTABSTTAB

MAN_RAFMAN_RAF

Radikalisme yang berkembang di tengah lembaga pendidikan keagamaan menjadi bom waktu dan tantangan serius bagi kehidupan masyarakat sosial dan kerukunan. Institusi keagamaan yang semestinya menjadi ruang pembentukan karakter dan spiritualitas justru berpotensi menjadi lahan subur bagi penyebaran paham kejahatan dan kedengkian dengan fanatik yang ekstrem. Kegagalan dalam mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan yang umum dan teologi menghormati sesama menjadi salah satu penyebab utama lemahnya organisasi keagamaan. Terlebih adanya fenomena meningkatnya intoleransi di kalangan generasi muda keagamaan memperlihatkan adanya krisis dalam kepemimpinan moral dan pendidikan yang berbasis nilai-nilai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis kepemimpinan Kristen dan pendidikan hak asasi manusia sebagai pendekatan teologis dalam menangkal radikalisme di lembaga pendidikan keagamaan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa peran dari teologi kepemimpinan Kristen sebagai fondasi anti-radikalisme dan juga pendidikan hak asasi manusia dalam perspektif teologi Kristen, merupakan bagian yang harus bersinergi yang memuat unsur kepemimpinan Kristen dan pendidikan hak asasi manusia. Hal itu sebagai strategi teologis preventif sehingga ada nilai implementasi dan tantangan strategi teologis di lembaga pendidikan keagamaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa radikalisme merupakan tantangan teologis yang membutuhkan respons serius dari komunitas Kristen, khususnya dalam ranah pendidikan keagamaan.Kepemimpinan Kristen yang berakar pada nilai-nilai Injil menjadi dasar utama dalam membangun strategi teologis yang transformatif.Pendidikan agama Kristen yang mengintegrasikan nilai-nilai Hak Asasi Manusia menjadi strategi penting untuk menanamkan kesadaran akan nilai kemanusiaan dan pentingnya hidup dalam damai di tengah masyarakat yang plural.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas model-model kepemimpinan Kristen yang inklusif dan dialogis dalam mereduksi potensi radikalisme di lembaga pendidikan keagamaan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi-strategi konkret dalam mengintegrasikan pendidikan Hak Asasi Manusia ke dalam kurikulum pendidikan agama Kristen, dengan mempertimbangkan konteks budaya dan sosial yang beragam. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi peran media sosial dan platform digital lainnya dalam penyebaran radikalisme, serta mengembangkan strategi kontra-narasi yang efektif untuk melawan ideologi-ideologi ekstrem di ruang siber. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya membangun masyarakat yang damai, toleran, dan menghargai keberagaman.

  1. Vol 9, No 2. vol doi https efata v9i2 table contents articles polemik kritik wasti dominasi patriakhal... e-journal.sttiman.ac.id/index.php/efata/issue/view/24Vol 9 No 2 vol doi https efata v9i2 table contents articles polemik kritik wasti dominasi patriakhal e journal sttiman ac index php efata issue view 24
  2. TERORISME DI MEDIA SOSIAL: TINJAUAN AKSI DAN RESISTENSI PREVENTIF | JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian... journal.iaisambas.ac.id/index.php/Falsafah/article/view/837TERORISME DI MEDIA SOSIAL TINJAUAN AKSI DAN RESISTENSI PREVENTIF JURNAL ILMIAH FALSAFAH Jurnal Kajian journal iaisambas ac index php Falsafah article view 837
Read online
File size263.42 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test