KWIKKIANGIEKWIKKIANGIE

Jurnal Ekonomi PerusahaanJurnal Ekonomi Perusahaan

Dalam dunia kopi yang sangat kompetitif di Jakarta, Starbucks menghadapi tantangan berat dalam mengelola hubungan antara kepercayaan merek, citra merek, dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini mengkaji secara mendalam dinamika tersebut dengan pendekatan kuantitatif yang kuat, mengungkap peran penting kepercayaan merek dan citra merek dalam mendorong loyalitas, di mana citra merek muncul sebagai faktor dominan. Kepercayaan merek berperan mengurangi risiko yang dirasakan konsumen, namun justru citra merek—yang mencakup koneksi emosional, eksklusivitas, dan identitas unik—yang paling menentukan loyalitas di pasar yang sangat kompetitif. Temuan ini menjadi peringatan bagi Starbucks untuk tidak hanya mengelola kepercayaan, tetapi juga membangun citra merek secara strategis sebagai bagian dari pendekatan terpadu guna memperkuat loyalitas jangka panjang. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana merek dapat memanfaatkan kekuatan ganda kepercayaan dan citra untuk menciptakan komitmen konsumen yang mendalam dan berkelanjutan di pasar berkembang.

Kepercayaan merek memang berperan positif dalam membangun loyalitas, namun dampaknya jauh lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan citra merek.Citra merek, dengan daya tarik eksklusivitas, reputasi positif, dan kesadaran sosial, menjadi penentu utama dalam membangun loyalitas konsumen.Penelitian ini menyarankan perusahaan untuk beralih dari ketergantungan semata pada kepercayaan merek menuju strategi pembentukan citra merek yang magnetis dan resonan secara emosional agar mampu bertahan dalam pasar yang sangat kompetitif.

Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk melihat bagaimana perubahan dinamis persepsi konsumen terhadap kepercayaan dan citra merek Starbucks seiring waktu, terutama dalam konteks isu politik global yang terus berkembang, sehingga dapat dipahami apakah penurunan loyalitas bersifat sementara atau permanen. Kedua, penting untuk mengeksplorasi dampak gerakan BDS terhadap pilihan konsumen di kota-kota lain di Indonesia dengan latar belakang budaya dan tingkat aktivisme yang berbeda, untuk menilai sejauh mana temuan di Jakarta dapat digeneralisasikan. Ketiga, perlu dikaji bagaimana strategi pemasaran lokal yang menekankan relevansi budaya dan tanggung jawab sosial dapat memperkuat citra merek global seperti Starbucks dalam menghadapi boikot, termasuk bagaimana program komunitas atau kampanye kolaboratif dengan pelaku lokal memengaruhi kembali loyalitas konsumen. Penelitian semacam ini akan memberikan peta jalan bagi merek multinasional dalam membangun ketahanan merek di tengah tekanan sosial dan politik di pasar berkembang.

  1. The interplay of brand trust and image in fostering customer loyalty: a study of Starbucks in Jakarta... jurnal.kwikkiangie.ac.id/index.php/JEP/article/view/1351The interplay of brand trust and image in fostering customer loyalty a study of Starbucks in Jakarta jurnal kwikkiangie ac index php JEP article view 1351
Read online
File size413.98 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test