IBLAMIBLAM
IBLAM LAW REVIEWIBLAM LAW REVIEWFenomena global brand dilution semakin signifikan dalam konteks perdagangan internasional dimana merek-merek terkenal menghadapi risiko penyalahgunaan dan eksploitasi yang merugikan nilai merek di pasar global. Studi ini menganalisis harmonisasi perlindungan hukum terhadap well-known marks berdasarkan ketentuan agreement on trade-related aspects of intellectual property rights (TRIPS Agreement) dan sistem pendaftaran internasional melalui Madrid Protocol. TRIPS menetapkan standar minimum perlindungan intelektual bagi negara anggota WTO, termasuk kewajiban memberikan proteksi terhadap merek terkenal yang dapat diperluas ke barang/jasa yang tidak sejenis apabila penggunaan tanpa izin dapat merugikan pemilik merek (misalnya dilusi dan free-riding) serta menerapkan prinsip nondiskriminatif antar anggota WTO. Selain itu, Madrid Protocol sebagai bagian dari sistem internasional pendaftaran merek yang dikelola oleh WIPO memungkinkan pemilik merek memperoleh perlindungan multi-negara melalui satu aplikasi pusat tanpa mengurangi substansi hak yang diakui di tiap yurisdiksi. Namun, perbedaan pendekatan antara kewajiban perlindungan minimum TRIPS dan mekanisme pendaftaran Madrid menimbulkan tantangan konsistensi implementasi dalam hukum nasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa untuk mengatasi dilusi merek secara efektif, harmonisasi normatif dan operasional antara TRIPS, Madrid System, serta legislasi nasional diperlukan, dengan penekanan pada mekanisme pengakuan well-known marks, kriteria pembuktian reputasi merek, dan prosedur penegakan hukum yang adaptif terhadap dinamika pasar global.
Artikel ini mengkaji secara kritis persoalan pengenceran merek global dalam kerangka hukum merek dagang internasional melalui analisis relasi antara Perjanjian TRIPS dan Protokol Madrid, serta menunjukkan bahwa meskipun kedua instrumen tersebut secara normatif bertujuan memperkuat perlindungan merek dagang lintas negara, keduanya masih mengalami ketidakharmonisan struktural antara dimensi substantif dan prosedural.TRIPS menetapkan kewajiban perlindungan terhadap merek terkenal, termasuk pengakuan implisit atas prinsip anti-dilusi, namun masih menyisakan ambiguitas normatif, khususnya dalam Pasal 16 ayat (3), sementara Protokol Madrid hanya menyediakan harmonisasi administratif tanpa menjamin keseragaman standar substantif di tingkat nasional.Kondisi ini menyebabkan fragmentasi perlindungan, perbedaan standar pembuktian, serta ketidakpastian hukum yang membuka ruang bagi praktik free-riding dan erosi reputasi merek terkenal, terutama di yurisdiksi dengan kapasitas kelembagaan terbatas.Dari perspektif komparatif, resistensi negara-negara berkembang terhadap perlindungan merek terkenal yang luas lebih mencerminkan kekosongan panduan doktrinal dan kebutuhan penguatan kapasitas, bukan semata ketidakpatuhan terhadap hukum internasional.Oleh karena itu, diperlukan kalibrasi ulang rezim merek dagang internasional melalui klarifikasi standar anti-dilusi dalam TRIPS, harmonisasi ambang batas pembuktian merek terkenal, integrasi substantif dalam Sistem Madrid, serta peningkatan kapasitas dan pelatihan yudisial.Dengan pendekatan yang lebih harmonis dan berbasis reputasi, hukum merek dagang internasional dapat merespons dinamika branding global secara lebih adil, meningkatkan kepastian hukum, mendorong persaingan usaha yang sehat, serta memperkuat kredibilitas rezim kekayaan intelektual internasional, khususnya dari perspektif Global Selatan.
Untuk mengatasi tantangan harmonisasi perlindungan merek terkenal, penelitian lanjutan dapat mengusulkan kerangka kerja yang lebih koheren dengan menggabungkan aspek normatif dan operasional. Pertama, perlu ada kolaborasi antara WTO dan WIPO untuk mengklarifikasi ruang lingkup Pasal 16(3) TRIPS dan menstandarisasi ambang batas pembuktian untuk merek terkenal. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi model perlindungan berbasis reputasi yang diusulkan oleh Gunawan (2023b) untuk meningkatkan kepastian hukum dan mengurangi fragmentasi. Ketiga, studi empiris dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas mekanisme penegakan hukum yang adaptif terhadap dinamika pasar global, terutama di negara-negara berkembang dengan kapasitas kelembagaan terbatas.
- Global Brand Dilution dan Pengakuan Internasional: Harmonisasi Perlindungan Merek Terkenal dalam TRIPS... doi.org/10.52249/ilr.v6i1.671Global Brand Dilution dan Pengakuan Internasional Harmonisasi Perlindungan Merek Terkenal dalam TRIPS doi 10 52249 ilr v6i1 671
- PENYELESAIAN SENGKETA MEREK TERDAFTAR DAN MEREK TERKENAL DALAM MEWUJUDKAN PERLINDUNGAN HUKUM | IBLAM... ejurnal.iblam.ac.id/IRL/index.php/ILR/article/view/80PENYELESAIAN SENGKETA MEREK TERDAFTAR DAN MEREK TERKENAL DALAM MEWUJUDKAN PERLINDUNGAN HUKUM IBLAM ejurnal iblam ac IRL index php ILR article view 80
- Legal Analysis of Ambiguity of Trademark Registration in Indonesia | Nurani: jurnal kajian syari'ah... jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/Nurani/article/view/17305Legal Analysis of Ambiguity of Trademark Registration in Indonesia Nurani jurnal kajian syariah jurnal radenfatah ac index php Nurani article view 17305
- Legal Analysis of Ambiguity of Trademark Registration in Indonesia | Nurani: jurnal kajian syari'ah... doi.org/10.19109/nurani.v23i1.17305Legal Analysis of Ambiguity of Trademark Registration in Indonesia Nurani jurnal kajian syariah doi 10 19109 nurani v23i1 17305
| File size | 138.88 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UHBUHB Teknik analisis data secara kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa pengaturan hukum mengenai perlindungan terhadap pemalsuan merek dagangTeknik analisis data secara kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa pengaturan hukum mengenai perlindungan terhadap pemalsuan merek dagang
UINSIUINSI Penelitian ini menggunakan analisis hukum normatif‑doktrinal dan kajian putusan Pengadilan Agama Samarinda serta Sangatta pada tahun 2022. Hasilnya menunjukkanPenelitian ini menggunakan analisis hukum normatif‑doktrinal dan kajian putusan Pengadilan Agama Samarinda serta Sangatta pada tahun 2022. Hasilnya menunjukkan
MAYADANIMAYADANI Total subjek penelitian berjumlah 6 orang dengan bentuk intervensi pelatihan Goal Setting. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan tingkat motivasiTotal subjek penelitian berjumlah 6 orang dengan bentuk intervensi pelatihan Goal Setting. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan tingkat motivasi
MAYADANIMAYADANI Pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi positif dalam upaya peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa. Simpulan dari kegiatan pengabdian iniPengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi positif dalam upaya peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa. Simpulan dari kegiatan pengabdian ini
MAYADANIMAYADANI Kegiatan penanaman bibit pohon dilaksanakan dengan 2 tahapan. Tahapan pertama pada tanggal 29 Januari 2024 dengan mensosialisasikan tentang masalah air,Kegiatan penanaman bibit pohon dilaksanakan dengan 2 tahapan. Tahapan pertama pada tanggal 29 Januari 2024 dengan mensosialisasikan tentang masalah air,
MAYADANIMAYADANI Kegiatan tersebut bertujuan agar anak-anak memahami terkait dengan stunting dan dampaknya pertumbuhan serta upaya mencegah stunting pada anak-anak denganKegiatan tersebut bertujuan agar anak-anak memahami terkait dengan stunting dan dampaknya pertumbuhan serta upaya mencegah stunting pada anak-anak dengan
POLIJEPOLIJE Selang waktu 1 jam dan 4 jam ini dilakukan untuk mengetahui waktu efisien selama 1 kali shift. 1 shiftnya adalah 8 jam kerja, sehingga pada waktu 1 jamSelang waktu 1 jam dan 4 jam ini dilakukan untuk mengetahui waktu efisien selama 1 kali shift. 1 shiftnya adalah 8 jam kerja, sehingga pada waktu 1 jam
PNLPNL Program Pengabdian Masyarakat ini menjalin kerjasama dengan dua pengrajin mitra, membekali mereka dengan ilmu dan keterampilan manajemen pemasaran danProgram Pengabdian Masyarakat ini menjalin kerjasama dengan dua pengrajin mitra, membekali mereka dengan ilmu dan keterampilan manajemen pemasaran dan
Useful /
GENINTELEKTUALGENINTELEKTUAL Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model mencapai akurasi keseluruhan sekitar 80%, menunjukkan kinerja yang andal dalam mengidentifikasi konten terkaitHasil eksperimen menunjukkan bahwa model mencapai akurasi keseluruhan sekitar 80%, menunjukkan kinerja yang andal dalam mengidentifikasi konten terkait
GENINTELEKTUALGENINTELEKTUAL Temuan ini menyarankan Logistic Regression sebagai model paling cocok untuk sistem deteksi spam SMS yang ringan dan andal, dengan menyeimbangkan akurasiTemuan ini menyarankan Logistic Regression sebagai model paling cocok untuk sistem deteksi spam SMS yang ringan dan andal, dengan menyeimbangkan akurasi
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI 271 unit. Nilai ITOR sebesar 4,34 kali/tahun menunjukkan perputaran obat masih di bawah standar ideal 8-12 kali. Matriks IFE (3,04) dan EFE (2,81) menempatkan271 unit. Nilai ITOR sebesar 4,34 kali/tahun menunjukkan perputaran obat masih di bawah standar ideal 8-12 kali. Matriks IFE (3,04) dan EFE (2,81) menempatkan
GENINTELEKTUALGENINTELEKTUAL Namun, fitur Kehadiran Bawahan menghasilkan kode respons 500 yang disebabkan oleh masalah di sisi server. Meskipun terdapat kendala dalam proses implementasiNamun, fitur Kehadiran Bawahan menghasilkan kode respons 500 yang disebabkan oleh masalah di sisi server. Meskipun terdapat kendala dalam proses implementasi