UMNUMN

Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAmaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Pengembangan pedesaan yang berbasis agrowisata sedang marak di Indonesia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Proses budidaya anggur sebagai agrowisata memiliki tahapan dari persiapan lahan, pemilihan varietas, perawatan penyiraman yang tepat, hingga proses pemetikan dan pengolahan hasil panen. Masyarakat desa Bangun Sari mulai mengembangkan budidaya tanaman anggur sebagai salah satu objek agrowisata. Namun, karena keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi, produktivitas tanaman agrowisata di desa Bangun Sari belum berjalan dengan baik. Hasil tanaman anggur yang dibudidayakan saat ini belum maksimal dan banyak tanaman anggur yang belum tumbuh dengan baik dikarenakan sistem pengairan dan penyiraman yang belum baik sesuai kebutuhan tanaman. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional dilaksanakan oleh dosen Politeknik Negeri Medan dan berkolaborasi dengan Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysia bertujuan untuk mengimpelementasikan metode pengairan otomatis pada petani budidaya anggur yang ada di Kota Medan. Kegiatan pengabdian dimulai dengan pemaparan materi tentang sistem pengairan dan penyiraman otomatis dilanjutkan dengan proses fabrikasi dan instalasi peralatan dilapangan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah berupa peningkatan pengetahuan dan penyerahan produk berupa instalasi pengairan dan penyiraman otomatis yang telah terpasang di lokasi budidaya anggur. Pembangunan peralatan fertgasi otomatis ini dapat menyelesaian permasalahan petani. Pada akhirnya, peningkatan kesuburan dan hasil produksi tanaman anggur yang dapat berdampak pada peningkatan pendapatannya.

Dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan ini, dapat diambil beberapa kesimpulan seperti yang diuraikan berikut ini.1) Kendala mitra dalam menjaga kesuburan dan kebutuhan air tanaman anggur adalah keterbatasan untuk melakukan fertigasi secara rutin telah diselesaikan oleh tim PKM dengan menyediakan peralatan fertigasi otomatis.2) Para petani budidaya tanaman anggur kurang memahami tentang pentingnya optimalisasi dan sumberdaya air yang ada disekitar lokasi.Dengan penyuluhan yang diberikan oleh tim PKM para petani mampu mulai memanfaatkan sumber daya air dan kebutuhan air pada tanaman anggur dengan sesuai.3) Usaha budidaya tanaman anggur kini memperoleh pengetahuan tambahan tentang sistem irigasi dan fertigasi otomatis yang mampu mengurangi frekuensi para petani dalam memantau tanamannya.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis sensor kelembaban tanah yang berbeda terhadap efisiensi penggunaan air dalam sistem irigasi otomatis pada tanaman anggur. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem irigasi dapat memberikan informasi yang akurat tentang kebutuhan air tanaman, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan air dan mengurangi pemborosan. Kedua, penelitian tentang integrasi sistem irigasi otomatis dengan teknologi Internet of Things (IoT) dapat menjadi arah studi yang menarik. Dengan IoT, petani dapat memantau kondisi tanaman dan sistem irigasi dari jarak jauh melalui smartphone atau perangkat lainnya, sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat jika terjadi masalah. Ketiga, penelitian tentang pengaruh penggunaan pupuk organik cair yang diformulasikan khusus untuk tanaman anggur dalam sistem fertigasi otomatis dapat meningkatkan kualitas buah anggur dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Penelitian ini dapat memberikan solusi yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman anggur.

Read online
File size636.68 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test