OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI

Open Global Scientific JournalOpen Global Scientific Journal

Latar belakang: Penurunan produksi akibat serangan hama pasca panen merupakan permasalahan serius. Pengendalian hama pasca panen sangat penting, dan pestisida nabati saat ini menjadi salah satu pilihan utama. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan daun tembelekan (Lantana camara) mengandung bahan aktif yang berpotensi mengendalikan hama bubuk gudang (Sitophilus zeamais). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun belimbing wuluh dan tembelekan terhadap populasi Sitophilus zeamais dan kualitas benih jagung selama penyimpanan, serta menentukan konsentrasi terbaik ekstrak tersebut dalam menekan populasi hama agar kualitas benih jagung tetap terjaga. Metode: Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan: kontrol (tanpa perlakuan), ekstrak daun belimbing wuluh 3% (B1), 6% (B2), 9% (B3), dan ekstrak daun tembelekan 3% (T1), 6% (T2), 9% (T3). Variabel yang diamati meliputi populasi Sitophilus zeamais, daya berkecambah, dan indeks vigor benih jagung. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh dan tembelekan efektif dalam mempertahankan kualitas benih jagung, khususnya pada parameter indeks vigor. Konsentrasi 9% dari kedua ekstrak paling efektif dalam menekan populasi Sitophilus zeamais.

Perlakuan B3 dan T3 paling efektif dalam menekan peningkatan populasi Sitophilus zeamais.Perlakuan T2 dan T3 paling efektif dalam mengurangi penurunan daya berkecambah benih jagung.Perlakuan B3 dan T3 (konsentrasi 9% ekstrak daun) secara signifikan paling efektif dalam mengurangi penurunan indeks vigor benih jagung selama penyimpanan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh formulasi campuran ekstrak daun belimbing wuluh dan tembelekan terhadap efektivitas pengendalian hama bubuk gudang, untuk mengetahui apakah kombinasi kedua bahan tersebut memberikan efek sinergis yang lebih baik dibandingkan penggunaan tunggal. Kedua, sebaiknya diteliti stabilitas bahan aktif dalam ekstrak selama penyimpanan jangka panjang, termasuk pengaruh suhu dan cahaya terhadap daya racunnya, guna memastikan konsistensi kualitas produk saat digunakan oleh petani. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut dampak residual ekstrak terhadap mikroorganisme tanah dan serangga non-target dalam ekosistem gudang, untuk menilai keamanan lingkungan dari penggunaan pestisida nabati ini secara luas.

  1. Effectiveness of Bilimbi (Averrhoa bilimbi) and Lantana (Lantana camara) Leaf Extracts as Botanical Insecticides... openglobalsci.com/index.php/OGSJ/article/view/48Effectiveness of Bilimbi Averrhoa bilimbi and Lantana Lantana camara Leaf Extracts as Botanical Insecticides openglobalsci index php OGSJ article view 48
  2. DAMPAK PENGGUNAAN PESTISIDA DALAM KEGIATAN PERTANIAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP DAN KESEHATAN | Sinambela... doi.org/10.33096/agrotek.v8i2.625DAMPAK PENGGUNAAN PESTISIDA DALAM KEGIATAN PERTANIAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP DAN KESEHATAN Sinambela doi 10 33096 agrotek v8i2 625
  3. An in-depth study on Sitophilus zeamais Motsch (Coleoptera: Curculionidae) pests on corn plants - IOPscience.... doi.org/10.1088/1755-1315/1107/1/012060An in depth study on Sitophilus zeamais Motsch Coleoptera Curculionidae pests on corn plants IOPscience doi 10 1088 1755 1315 1107 1 012060
  4. Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai Antioksidan dan Antiinflamasi | Hasim... ejournal2.undip.ac.id/index.php/jatp/article/view/4201Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh Averrhoa bilimbi sebagai Antioksidan dan Antiinflamasi Hasim ejournal2 undip ac index php jatp article view 4201
Read online
File size728.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test