UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Anemia pada kehamilan dapat menyebabkan terjadinya atonia uteri. Atonia uteri merupakan kegagalan serabut-serabut otot miometrium uterus untuk berkontraksi, atonia uteri yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan syok dan dapat menurunnya kesadaran hingga mengakibatkan kematian pada ibu. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di RS Charis Medika kota Batam. Data diambil menggunakan data Rekam Medik. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 2.627 responden. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan ditabulasi silang kemudian diuji dengan Fisher untuk mengetahui adanya hubungan. Hasil: Terdapat karakteristik pasien yang mengalami anemia dan atonia uteri sebanyak 7 orang(0,3%) pasien pasien yang anemia namun tidak mengalami atonia sebanyak 58 orang (2,2%) pasien yang tidak anemia namun mengalami atonia sebanyak 22 orang (0,8%) dan pasien yang tidak anemia dan tidak mengalammi atonia uteri sebanyak 2.540 orang (96,7%). Analisis Fisher didapatkan p = 0,000 (<0,05). Maka Ho ditolak yang artinya ada hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian atonia uteri di RS Charis Medika. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara anemia pada kehamilan dengan kejadian atonia uteri di RS Charis Medika kota Batam tahun 2020-2021.

Terdapat hubungan yang bermakna antara anemia pada kehamilan dengan kejadian atonia uteri di RS Charis Medika kota Batam tahun 2020-2021.Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang mengalami anemia dan atonia uteri berjumlah 7 orang (0,3%), sementara pasien dengan anemia tanpa atonia uteri berjumlah 58 orang (2,2%).Selain itu, terdapat 22 pasien (0,8%) yang tidak anemia namun mengalami atonia uteri, dan 2.540 pasien (96,7%) yang tidak mengalami keduanya.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik anemia pada ibu hamil yang paling berkontribusi terhadap risiko atonia uteri, seperti jenis anemia (defisiensi besi, megaloblastik, dll.) dan tingkat keparahan anemia. Studi intervensi yang berfokus pada peningkatan status gizi ibu hamil, terutama asupan zat besi dan asam folat, perlu dieksplorasi untuk melihat apakah dapat mengurangi kejadian atonia uteri. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi ibu hamil mengenai anemia dan dampaknya terhadap persalinan, serta untuk mengidentifikasi hambatan dalam mengakses layanan kesehatan yang terkait dengan pencegahan dan penanganan anemia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan mengurangi angka kematian ibu akibat perdarahan postpartum.

Read online
File size388.43 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test