POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO

Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan GorontaloJournal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo

Anemia pada wanita hamil memiliki konsekuensi serius bagi ibu dan bayi, termasuk kelelahan, masalah jantung, infeksi, perdarahan selama persalinan, depresi pascapersalinan, dan bahkan risiko kematian. Pada bayi, anemia dapat menyebabkan prematuritas, pertumbuhan terhambat, berat badan lahir rendah, dan bahkan kematian. Kasus anemia paling sering terjadi pada wanita yang berusia <20 dan >35 tahun, dan berisiko lebih tinggi pada ibu dengan parity tinggi karena peningkatan volume plasma dan hemodilusi. Penatalaksanaan anemia pada wanita hamil dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan, pemeriksaan ANC, dan konsumsi rutin tablet Fe. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara usia dan parity dalam kehamilan dan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Sipatana. Studi ini menggunakan metode analitik dengan model cross-sectional, dengan ukuran sampel sebanyak 104 wanita hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil berisiko memiliki peluang 0,140 kali lebih besar untuk mengalami anemia berdasarkan uji statistik (p = 0,034), sementara ibu dengan parity tinggi memiliki peluang 3,628 kali lebih besar untuk mengalami anemia (p = 0,033). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan parity dalam kehamilan dan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Sipatana.

Terdapat hubungan antara usia dan parity dalam kehamilan dan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Sipatana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil berisiko memiliki peluang 0,140 kali lebih besar untuk mengalami anemia berdasarkan uji statistik (p = 0,034), sementara ibu dengan parity tinggi memiliki peluang 3,628 kali lebih besar untuk mengalami anemia (p = 0,033).Upaya pencegahan anemia perlu ditingkatkan melalui edukasi gizi, perencanaan kehamilan yang ideal, dan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sipatana, seperti status gizi, pola makan, dan akses terhadap layanan kesehatan. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengetahui hubungan kausal antara usia, parity, dan kejadian anemia pada ibu hamil, serta dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman ibu hamil terkait anemia, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan terhadap suplementasi zat besi dan pemeriksaan kehamilan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil, intervensi pencegahan dan penatalaksanaan dapat lebih efektif dan terarah.

  1. Screening and treatment of iron deficiency anemia in pregnancy: A review and appraisal of current international... obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ijgo.15270Screening and treatment of iron deficiency anemia in pregnancy A review and appraisal of current international obgyn onlinelibrary wiley doi 10 1002 ijgo 15270
  2. The Relationship between Age and Parity in Pregnancy to the Incidence of Anemia in the Working Area of... jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id/index.php/JM/article/view/1571The Relationship between Age and Parity in Pregnancy to the Incidence of Anemia in the Working Area of jurnal poltekkesgorontalo ac index php JM article view 1571
  1. #pencegahan anemia#pencegahan anemia
  2. #status gizi#status gizi
Read online
File size361.78 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-34e
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test