ITEKES BALIITEKES BALI
Jurnal Riset Kesehatan NasionalJurnal Riset Kesehatan NasionalBalita berusia 12-59 bulan membutuhkan zat gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif yang optimal. Makanan tradisional dapat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat gizi makro pada kompyang yang dimodifikasi dengan substitusi ikan lele dan tempe, serta menilai kelayakannya sebagai alternatif kudapan bergizi untuk balita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang dilengkapi dengan analisis laboratorium untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, dan lemak dalam satu porsi (75 gram) kompyang modifikasi. Kekurangan zat gizi pada balita dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, memodifikasi jajanan tradisional perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka dengan lebih baik. Kompyang dimodifikasi dengan menambahkan 100 g ikan lele dan 77 g tempe untuk meningkatkan kandungan gizinya. Produk ini diuji untuk mengevaluasi apakah modifikasi ini memenuhi kebutuhan gizi balita. Hasil analisis menunjukkan bahwa satu porsi Kompyang mengandung 16,58 gram karbohidrat, 7,33 gram protein, dan 3,54 gram lemak. Meskipun produk ini memenuhi kebutuhan protein, diperlukan penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan lemak secara penuh. Kompyang yang telah dimodifikasi menunjukkan potensi sebagai makanan ringan yang bergizi untuk balita, namun diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk menyeimbangkan kandungan zat gizi makro agar lebih sesuai dengan kebutuhan diet balita.
Kompyang modifikasi ini dapat dijadikan alternatif makanan selingan tinggi protein untuk balita karena mengandung 146,6% AKG untuk usia 12-36 bulan dan 117,28% AKG untuk usia 37-59 bulan.Namun, diperlukan pengembangan resep kompyang modifikasi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan lemak balita usia 12-59 bulan.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kandungan karbohidrat dan lemak pada kompyang modifikasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Hal ini dapat dicapai melalui penambahan bahan-bahan sumber karbohidrat dan lemak sehat, seperti buah-buahan atau minyak nabati, serta melalui penyesuaian proporsi bahan baku yang digunakan. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh kompyang modifikasi terhadap status gizi balita secara lebih komprehensif, termasuk pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, serta analisis kadar zat besi dan vitamin D dalam darah. Terakhir, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan preferensi balita serta orang tua terhadap kompyang modifikasi, sehingga dapat membantu meningkatkan penerimaan dan konsumsi produk ini sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas gizi balita di Indonesia.
- DOI Name 10.1007 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 22z crossref email 10z doiadmin... Doi.Org/10.1007DOI Name 10 1007 Values doi name values index type timestamp data hs serv 22z crossref email 10z doiadmin Doi Org 10 1007
- DOI Name 10.37294 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 19z crossref email support... doi.org/10.37294DOI Name 10 37294 Values doi name values index type timestamp data hs serv 19z crossref email support doi 10 37294
- Averrous, Vol. 2: No. 2 (November, 2016) | AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh. averrous... Doi.Org/10.29103/Averrous.V2i2Averrous Vol 2 No 2 November 2016 AVERROUS Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh averrous Doi Org 10 29103 Averrous V2i2
| File size | 645.25 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
JMHSAJMHSA Dismenorea adalah masalah ginekologis yang umum dengan prevalensi tinggi di seluruh dunia. Di kebanyakan negara Eropa dan Asia, prevalensi rata-rata mencapaiDismenorea adalah masalah ginekologis yang umum dengan prevalensi tinggi di seluruh dunia. Di kebanyakan negara Eropa dan Asia, prevalensi rata-rata mencapai
LITERASISAINSLITERASISAINS Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang diabetes melitus setelah dilakukan penyuluhan, menunjukkanBerdasarkan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang diabetes melitus setelah dilakukan penyuluhan, menunjukkan
STIKES JOMBANGSTIKES JOMBANG Studi ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan intervensi berupa edukasi pada anak tentang pentingnya makan sehat dan praktik pembuatan menu makananStudi ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan intervensi berupa edukasi pada anak tentang pentingnya makan sehat dan praktik pembuatan menu makanan
Q2LIIQ2LII Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola temuan yang konsisten, menganalisis efektivitas intervensi yang telah diterapkan, serta menilai kontribusiPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola temuan yang konsisten, menganalisis efektivitas intervensi yang telah diterapkan, serta menilai kontribusi
UNHAJUNHAJ The counseling method is carried out by conducting health checks on family members who have sufferers in the family and conducting socialization on theThe counseling method is carried out by conducting health checks on family members who have sufferers in the family and conducting socialization on the
ITEKES BALIITEKES BALI Sampel yang digunakan 100 orang nakes yang diambil dengan Teknik stratified random sampling. Variabel yang dianalisis yaitu kelengkapan pengisian RME,Sampel yang digunakan 100 orang nakes yang diambil dengan Teknik stratified random sampling. Variabel yang dianalisis yaitu kelengkapan pengisian RME,
DCCKOTABUMIDCCKOTABUMI Status gizi balita mencerminkan tingkat perkembangan dan kesejahteraan masyarakat dalam suatu negara serta berhubungan dengan status kesehatan anak diStatus gizi balita mencerminkan tingkat perkembangan dan kesejahteraan masyarakat dalam suatu negara serta berhubungan dengan status kesehatan anak di
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Ketika salah satu kompetensi ini tidak dikuasai dengan baik, maka layanan kebidanan tidak lagi bersifat holistik. Pemahaman yang baik terhadap pengetahuanKetika salah satu kompetensi ini tidak dikuasai dengan baik, maka layanan kebidanan tidak lagi bersifat holistik. Pemahaman yang baik terhadap pengetahuan
Useful /
JURNALBIKESJURNALBIKES Reaksi tipe 2 lebih sering terjadi dan didominasi oleh imunitas humoral, dengan faktor risiko utama seperti indeks bakteri tinggi, lesi kulit multipel,Reaksi tipe 2 lebih sering terjadi dan didominasi oleh imunitas humoral, dengan faktor risiko utama seperti indeks bakteri tinggi, lesi kulit multipel,
JMHSAJMHSA Penelitian akan dilakukan pada 24 ibu hamil dengan preeklamsia di wilayah kerja Bidan Lisensi Tuty, Desa Mekarmukti, Kabupaten Bandung Barat, pada tahunPenelitian akan dilakukan pada 24 ibu hamil dengan preeklamsia di wilayah kerja Bidan Lisensi Tuty, Desa Mekarmukti, Kabupaten Bandung Barat, pada tahun
JURNALBIKESJURNALBIKES Penelitian ini mengevaluasi efektivitas jus kedelai dalam memfasilitasi produksi ASI pada ibu nifas di PMB Suji Hartini, Nglongsor Trenggalek. Desain penelitianPenelitian ini mengevaluasi efektivitas jus kedelai dalam memfasilitasi produksi ASI pada ibu nifas di PMB Suji Hartini, Nglongsor Trenggalek. Desain penelitian
STAIN MADINASTAIN MADINA Oleh karena itu, penelitian ini menekankan bahwa pemetaan karakteristik masyarakat secara akurat sangat krusial bukan untuk mengeliminasi, melainkan untukOleh karena itu, penelitian ini menekankan bahwa pemetaan karakteristik masyarakat secara akurat sangat krusial bukan untuk mengeliminasi, melainkan untuk