ITEKES BALIITEKES BALI

Jurnal Riset Kesehatan NasionalJurnal Riset Kesehatan Nasional

Pola pendapatan yang tidak teratur dan kerentanan finansial peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia menjadi tantangan dalam kepatuhan pembayaran premi. Hingga September 2023, hanya 40,3% dari 348.434 peserta PBPU di Kota Samarinda yang aktif membayar premi, menunjukkan adanya permasalahan ini. Penelitian ini menganalisis hubungan antara jumlah anggota keluarga dan kepatuhan pembayaran premi di antara 76.773 keluarga PBPU di Samarinda dengan menggunakan desain potong lintang retrospektif dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara keluarga berukuran besar dan tunggakan pembayaran premi (nilai p = 0,000). Temuan ini menegaskan perlunya intervensi kebijakan yang terarah, seperti skema pembayaran bertingkat untuk keluarga besar, opsi pembayaran yang fleksibel, dan mekanisme dukungan finansial untuk meningkatkan kepatuhan. Penelitian selanjutnya lainnya di berbagai wilayah guna mengembangkan solusi yang lebih komprehensif untuk keberlanjutan program JKN.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan signifikan antara jumlah anggota keluarga dan kepatuhan pembayaran premi peserta PBPU di Kota Samarinda.Temuan ini mengindikasikan bahwa keluarga dengan jumlah anggota lebih banyak cenderung mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran premi BPJS Kesehatan.Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang terarah untuk mendukung kepatuhan pembayaran premi, terutama bagi keluarga besar, guna menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam alasan-alasan mengapa keluarga besar mengalami kesulitan dalam membayar premi, termasuk faktor-faktor seperti pola pengeluaran, tingkat pendapatan, dan pengetahuan tentang program JKN. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan pola pembayaran premi seiring waktu dan pengaruh faktor-faktor sosio-ekonomi terhadap perubahan tersebut. Ketiga, penelitian komparatif antar wilayah dengan karakteristik ekonomi dan demografi yang berbeda dapat memberikan wawasan tentang efektivitas berbagai strategi intervensi dalam meningkatkan kepatuhan pembayaran premi. Dengan menggabungkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung keberlanjutan program JKN dan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

  1. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMBAYARAN IURAN BPJS KESEHATAN PADA PESERTA MANDIRI... doi.org/10.34305/jphi.v3i01.604FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMBAYARAN IURAN BPJS KESEHATAN PADA PESERTA MANDIRI doi 10 34305 jphi v3i01 604
  2. Indonesian Living Standards over 50 Years: A Multidimensional Analysis - Hill - 2020 - Asian... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/asej.12221Indonesian Living Standards over 50yAAAOYears A Multidimensional Analysis Hill 2020 Asian onlinelibrary wiley doi 10 1111 asej 12221
  3. DOI Name 10.37294 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 19z crossref email support... doi.org/10.37294DOI Name 10 37294 Values doi name values index type timestamp data hs serv 19z crossref email support doi 10 37294
  1. #jaminan kesehatan nasional#jaminan kesehatan nasional
Read online
File size656.3 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-35n
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test