UIMUIM

UIM | Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family LawUIM | Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran politik Islam Hasan al-Banna secara komprehensif, terutama terkait integrasi antara agama dan politik dalam sistem pemerintahan Islam serta relevansinya dalam pengembangan hukum Islam modern. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengacu pada karya-karya primer Hasan al-Banna serta referensi sekunder dari para peneliti kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inti pemikiran al-Banna berakar pada prinsip tauhid sebagai sumber kedaulatan, syura sebagai mekanisme partisipasi politik, keadilan sebagai tujuan pemerintahan, serta integrasi agama-politik sebagai pondasi utama. Pemikiran ini relevan dalam merespons pembaruan hukum Islam di negara-negara Muslim, termasuk Indonesia. Meskipun menghadapi tantangan seperti sekularisme dan pluralisme hukum, peluang aktualisasi pemikiran al-Banna tetap terbuka melalui penguatan kesadaran politik umat, pendidikan politik Islam, serta pengembangan ijtihad kontemporer yang kontekstual dan adaptif.

Pemikiran politik Islam Hasan al-Banna merupakan formulasi yang holistik, menyatukan prinsip tauhid sebagai sumber kedaulatan tertinggi, syura sebagai sistem demokrasi Islam, keadilan sebagai tujuan utama pemerintahan, serta integrasi agama dan politik sebagai pondasi sistem kenegaraan.Bagi al-Banna, politik Islam bukan sekadar urusan kekuasaan, melainkan sarana mewujudkan penerapan syariat Islam secara menyeluruh dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.Meskipun menghadapi tantangan seperti sekularisme, pluralisme hukum, dan lemahnya kesadaran politik umat, peluang aktualisasi pemikiran al-Banna tetap terbuka melalui gerakan kebangkitan Islam, penguatan pendidikan politik umat, serta pengembangan ijtihad kontemporer berbasis maqashid syariah.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai implementasi pemikiran politik Hasan al-Banna di berbagai negara Muslim dengan sistem pemerintahan yang berbeda, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan politik Islam yang adaptif terhadap tantangan era digital, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi umat. Ketiga, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai peran ulama dan cendekiawan Muslim dalam melakukan ijtihad kontemporer terkait isu-isu politik dan hukum Islam yang aktual, serta bagaimana ijtihad tersebut dapat berkontribusi pada penyelesaian konflik dan terwujudnya keadilan sosial. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai relevansi dan implementasi pemikiran politik Islam Hasan al-Banna dalam konteks global yang terus berubah, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sistem politik dan hukum Islam yang progresif dan adaptif.

Read online
File size345.93 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test