ADPETIKISINDOADPETIKISINDO

Moderation | Journal of Islamic Studies ReviewModeration | Journal of Islamic Studies Review

Artikel ini membandingkan Yudian Wahyudi dengan tokoh-tokoh dunia. Tujuannya adalah untuk semangat menang banding dan menang tanding, bukan perang tanding. Artikel ini merupakan perbandingan pembaharuan Islam antara Yudian Wahyudi dan Sayyid Ahmad Khan mengenai ide kemajuan Islam. Yudian Wahyudi dan Ahmad Khan memang tampak sebagai pembaharu Islam modern. Ada kesamaan, tetapi perbedaan inilah yang perlu kita teliti. Pada pandangan pertama, artikel ini menggambarkan perbedaan yang mencolok. Namun, Yudian Wahyudi tampaknya lebih berbeda dari sekadar pembaharu Islam. Mengapa demikian? Karena ide, konsep, dan pemikiran yang ia miliki sangat baru. Inilah keunikan Yudian Wahyudi yang tidak dimiliki Ahmad Khan, mengingat Yudian Wahyudi sendiri telah menulis tentang Ahmad Khan dengan judul: Al-Afghani dan Ahmad Khan on Imperialism: A Comparison from the Perspective of Islamic Legal Philosophy. Di sana, kelebihan dan perbedaan yang belum ditemukan oleh pemikir lain terungkap. Salah satu keunikan pemikirannya, Yudian Wahyudi mengadvokasi kebutuhan ilmu pengetahuan eksperimental dalam pendidikan Islam, khususnya di pesantren dan tarekat Sufi.

Kesimpulan ide dan gagasan tentang pemikiran bagi kemajuan Islam dapat disimpulkan, antara lain.1) SAK dan KYW merupakan sesama pembaharu Islam modern.SAK masa penjajahan Inggris di India dan KYW lahir di Indonesia dan hidup di masa demokrasi Pancasila.2) SAK merupakan bangsawan Kerajaan Moghul India, serta salah satu keturunan Nabi Muhammad Saw dari jalur Husein bin Ali RA, sedangkan KYW merupakan anak serdadu kelahiran Kalimantan.3) SAK dan KYW sama-sama mengenyam Pendidikan spiritual batiniah dengan pengikut tarekat Naqsyabandiyah, sedangkan KYW mengenyam Pendidikan pesantren Tremas dan Al Munawir Krapyak.Kelak, KYW mendirikan Tarekat Sunan Anbia sebagai solusi dalam memelihara asupan spiritual batiniah.4) SAK dan KYW merupakan pejuang Pembaharuan Islam.Ke duanya mengusung pembaharuan dengan integrasi keilmuan Islam dan keilmuan Barat.SAK merupakan Ilmuan lulusan Inggris, sedangkan KYW merupakan lulusan Canada (McGill) dan dari Amerika Serikat (Harvard).5) SAK dan KYW menekankan perjuangan dan kompromi dengan dunia Barat.Hasil dari kompromi, para cendekiawan muslim dapat akses pengetahuan serta peradaban Barat.SAK menekankan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pendidikan di India, sedangkan KYW menekankan bahasa Inggris dan Arab sebagai bahasa pengantar di Lembaga Pendidikan Islam.6) SAK dan KYW gigih membuka ruang dialog serta akses supaya umat Islam menjadi terbuka, dan pihak Barat juga terbuka dengan keberadaan umat Islam.Perjuangan diplomasi menjadi prioritas dibanding dengan perjuangan konfrontasi fisik yang justru akan menyudutkan dan membuat umat Islam kalah.7) SAK mendirikan sekolah pribumi Bernama Mohammadan Anglo Oriental College atau disingkat MAOC tahun 1877 berpusat di Aligarh.Lembaga ini dibentuk sesuai dengan model perguruan tinggi di Inggris dan bahasa Inggris menjadi bahasa pengantarnya.Di sini ilmu pengetahuan modern merupakan mata kuliah pokok tanpa mengabaikan pendidikan agama.Bahkan ketaatan menjalankan ibadah sangat diperhatikan sekali.Sekolah ini terbuka untuk umum dan tidak eksklusif.8) KYW mendirikan sekolah NAWASEA dengan menekankan pengembangan experimental sciences, serta penerapan applied sciences.Hal ini sebagai upaya pesantren tetap sebagai Lembaga Pendidikan yang berorientasi pada aspek Ukhrawi, namun mahir dan handal pada aspek duniawi.Pesantren sebagai garda terdepan mencetak orang yang paham tentang agama, serta mengerti masalah tentang dunia.9) Sekolah Mohammadan Anglo Oriental College atau disingkat MAOC karya SAK berorientasi pada pengajaran model Inggris, sedangkan sekolah NAWASEA berorientasi pada kebutuhan anak didik yang seimbang dalam cakupan material dan spiritual, fisik dan psikhis.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan:. 1. Mengkaji lebih dalam tentang peran pendidikan dalam pembaharuan Islam, khususnya dalam konteks Indonesia dan India, serta bagaimana pendidikan dapat menjadi katalisator dalam mendorong kemajuan umat Islam.. 2. Meneliti lebih lanjut tentang pengaruh pemikiran Yudian Wahyudi dan Sayyid Ahmad Khan terhadap perkembangan Islam di Indonesia dan India, serta bagaimana pemikiran mereka dapat diterapkan dalam konteks kontemporer.. 3. Melakukan studi komparatif tentang strategi dan pendekatan yang digunakan oleh kedua tokoh dalam pembaharuan Islam, serta bagaimana strategi tersebut dapat diterapkan dalam konteks modern untuk mendorong kemajuan umat Islam.

Read online
File size337.15 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test