UNIBIUNIBI

Economics Professional in Action (E-Profit)Economics Professional in Action (E-Profit)

Bagi bank milik negara, kinerja keberlanjutan perusahaan telah menjadi kebutuhan strategis karena peran ganda mereka, yaitu mendukung kebijakan ekonomi nasional dan menetapkan standar bagi lembaga swasta. Penelitian ini mengkaji dampak gabungan akuntansi hijau, kualitas audit, dan efisiensi anggaran terhadap hasil keberlanjutan. Studi ini menggunakan desain metode campuran yang menggabungkan analisis regresi kuantitatif dengan wawancara kualitatif dan studi kasus pada bank milik negara di Indonesia. Data dikumpulkan dari laporan keuangan, pengungkapan keberlanjutan sesuai standar GRI dan SASB, serta survei industri dengan 120 responden. Hasil regresi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen bersama-sama menjelaskan 68% variasi dalam kinerja keberlanjutan. Kualitas audit terbukti menjadi faktor paling penting (β = 0,364, p = 0,000), diikuti oleh akuntansi hijau (β = 0,290, p = 0,000) dan efisiensi anggaran (β = 0,269, p = 0,001). Temuan ini menegaskan pentingnya tata kelola yang transparan, pelaporan lingkungan yang sistematis, dan distribusi sumber daya yang efisien dalam mencapai keberlanjutan yang andal. Studi ini memberikan kontribusi terhadap teori stakeholder dan legitimasi, serta memberi panduan praktis bagi pembuat kebijakan dan manajer untuk meningkatkan kualitas audit, memperluas akuntansi hijau, dan menyempurnakan strategi penganggaran.

Kualitas audit, akuntansi hijau, dan efisiensi anggaran secara signifikan memengaruhi kinerja keberlanjutan perusahaan, dengan kualitas audit sebagai faktor paling dominan.Keberlanjutan perusahaan tidak hanya bergantung pada praktik ramah lingkungan, tetapi juga pada tata kelola yang transparan dan pemanfaatan sumber daya yang efisien.Ketiga elemen ini membentuk kerangka komprehensif untuk mencapai keberlanjutan secara seimbang dan holistik.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan teknologi digital seperti blockchain dapat meningkatkan transparansi dan akurasi dalam akuntansi hijau di bank milik negara, terutama dalam melacak dampak lingkungan dari portofolio pinjaman. Kedua, penting untuk mengkaji peran insentif kebijakan pemerintah dalam memperkuat kualitas audit sustainability, misalnya dengan mengevaluasi efektivitas regulasi wajib audit eksternal terhadap pengungkapan ESG, agar dapat diketahui apakah insentif tersebut benar-benar mendorong akuntabilitas atau justru menimbulkan praktik simbolis. Ketiga, perlu diteliti model anggaran dinamis yang mengintegrasikan indikator lingkungan dan sosial ke dalam proses penganggaran tahunan bank, untuk melihat bagaimana alokasi dana dapat disesuaikan secara responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan dan sosial, tanpa mengorbankan stabilitas keuangan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan pendekatan operasional yang lebih konkret dan berbasis teknologi atau kebijakan, guna memperkuat implementasi keberlanjutan di sektor perbankan milik negara.

  1. Determinasi Kualitas Audit Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah Indonesia | Rahayu... doi.org/10.35836/jakis.v8i2.130Determinasi Kualitas Audit Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah Indonesia Rahayu doi 10 35836 jakis v8i2 130
  2. The Impact of Corporate Sustainability on Organizational Processes and Performance | Management Science.... doi.org/10.1287/mnsc.2014.1984The Impact of Corporate Sustainability on Organizational Processes and Performance Management Science doi 10 1287 mnsc 2014 1984
  3. PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP FINANCIAL... Doi.Org/10.37577/Ekonam.V4i2.487PENGARUH CURRENT RATIO CR DEBT TO EQUITY RATIO DER DAN RETURN ON ASSETS ROA TERHADAP FINANCIAL Doi Org 10 37577 Ekonam V4i2 487
Read online
File size296.62 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test