STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN

Eqien - Jurnal Ekonomi dan BisnisEqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis

infrastruktur dan bangunan mendorong pertumbuhan Program pembangunan dibidang permintaan batu belah dan pipih, permintaan itu mendorong lahirnya usaha-usaha penambangan khususnya di daerah Cilegon Propinsi Banten yang memiliki deposit batu yang banya.Nilai investasi untuk penambangan tersebut relative besar, khususnya dalam pengadaan alat berat. Sebuah perusahaan yang ada bermaksud untuk menggunkan modal kerja sebesar Rp. 2,19 milyar yang bersumber dari modal sendiri dan atau meminjam dari eksternal seperti perbankan atau lembaga leasing. Proyeksi tersebut dianalisis dengan konsep evaluasi ekonomis proyek dengan menggunakan beberapa metode antara lain: Payback Period, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Basic Business Profitability (BBP), dengan memperhitungkan biaya modal yang dihitung secara rata-rata tertimbang (WACC). Luas areal lahan yang dimiliki adalah 13.110 m2 dengan ketinggian 20 m, komposisi lahan berupa 15% tanah, 5% cadas, 40% batu belah dan sisanya 40% batu pipih (macadam), dengan total deposit bahan baku diperkirakan 262.200 m3 senilai Rp. 6.1 milyar, analisis laporan keuangan dibuat dalam proyeksi yang dihitung berdasarkan masing-masing sumber pembiayaan atas modal usaha proyek tersebut. Hasil perhitungan proyeksi laba rugi dan proyeksi arus kas perusahaan dapat diambil kesimpulan bahwa dengan discount rate yang dihitung dengan rata-rata tertimbang (WACC) sebesar 12%, maka diperoleh BBP sebesar 44,42%, hasil analisis payback period, NPV dan IRR menunjukan bahwa proyek yang dibiayai dengan leasing terbukti paling menguntungkan.

Analisis kelayakan menunjukkan bahwa proyek penambangan batu belah dan batu pipih di Cilegon layak secara finansial, khususnya bila dibiayai melalui leasing, yang memberikan nilai BBP tertinggi.Payback period proyek hanya 2,83 tahun, NPV positif sebesar Rp277.091,-, serta IRR sebesar 18,11% yang lebih tinggi dibandingkan alternatif investasi lain.Oleh karena itu, kombinasi modal sendiri dengan pembiayaan leasing dianggap optimal untuk memaksimalkan profitabilitas.

Saran penelitian lanjutan pertama adalah mengkaji dampak lingkungan yang timbul dari penambangan batu belah dan batu pipih di wilayah Cilegon, dengan merancang model penilaian keberlanjutan yang mencakup aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Kedua, dilakukan perbandingan antara skema pembiayaan leasing tradisional dengan alternatif pembiayaan hijau seperti green bonds atau sukuk, untuk mengevaluasi bagaimana faktor risiko dan biaya modal mempengaruhi kelayakan proyek dalam konteks kebijakan keberlanjutan. Ketiga, peneliti dapat menyelidiki sensitivitas profitabilitas proyek terhadap fluktuasi harga batu di pasar regional, menggunakan analisis skenario Monte Carlo untuk memprediksi efek volatilitas jangka panjang. Keempat, perlu dikembangkan studi tentang optimasi struktur modal dengan memperhitungkan faktor pajak dan insentif pemerintah, sehingga dapat memberikan rekomendasi strategi pendanaan yang lebih efisien. Kelima, evaluasi kinerja operasional alat berat dan strategi pemeliharaan preventif dapat diteliti guna meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang.

Read online
File size508.57 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test