POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

Rumah sakit sebagai salah satu tempat untuk mendapatkan upaya peningkatan kesehatan, tidak hanya terdiri dari balai pengobatan dan tempat praktik dokter saja, tetapi juga ditunjang oleh unit-unit lainnya, seperti ruang operasi, laboratorium, farmasi, administrasi, dapur, laundry, pengolahan sampah dan limbah, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Kegiatan rumah sakit yang sangat kompleks tersebut juga dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan berupa limbah yang dibuang ke lingkungan dan salah satunya adalah limbah cair. Air limbah rumah sakit secara umum mengandung buangan pasien, bahan otopsi jaringan hewan yang digunakan di laboratorium, sisa makanan dari dapur, limbah laundry, limbah laboratorium berbagai macam bahan kimia baik toksik maupun non toksik dan lain-lain. Karakteristik air limbah tersebut juga tentunya dihasilkan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito. RSUP Dr. Sardjito telah memiliki sistem pengolahan limbah cair. Limbah yang dihasilkan telah dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air agar memenuhi beberapa syarat (parameter) fisik, kimia, mikrobiologi dan radioaktivitas sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Berdasarkan data sekunder dari kegiatan monitoring parameter limbah yang dihasilkan, kandungan PO4 (fosfat) pada limbah cair RSUP Dr. Sardjito adalah sebesar 6,6310 mg/l dan NH3 (amonia) sebesar 0,8163 mg/l. Adapun menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor Kep-58/MenLH/12/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Rumah Sakit dipersyaratkan bahwa kadar maksimum untuk fosfat yaitu sebesar 2 mg/l dan untuk amonia yaitu 0,1 mg/l. Pengolahan limbah cair secara konvensional tidak mengurangi konsentrasi fosfat dan amonia secara bermakna. Salah satu cara lain yang dapat digunakan yaitu dengan fitoremediasi.

Fitoremediasi dengan menggunakan Eichornia crassipes dapat memperbaiki kualitas limbah cair buangan pada bak sedimentasi II di IPLC RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta, di mana fitoremediasi tersebut dapat menurunkan kadar fosfat sebesar 22,974 % dan dapat menyerap kadar amonia sebesar 28,33 %.

Untuk meningkatkan efektivitas fitoremediasi dalam menurunkan kadar fosfat dan amonia, penelitian lanjutan dapat fokus pada optimisasi waktu kontak antara enceng gondok dan air limbah, serta mengeksplorasi faktor-faktor pendukung bakteri nitrifikasi. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk menentukan berat enceng gondok yang optimal untuk menurunkan kadar fosfat dan amonia dalam waktu kontak yang singkat. Dengan demikian, dapat ditemukan metode pengolahan limbah yang lebih efektif dan efisien, sehingga dapat diterapkan secara luas di berbagai instalasi pengolahan limbah cair rumah sakit.

Read online
File size212.2 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test