POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

Kebiasaan penjamah makanan yang buruk merupakan sumber utama dan sekunder dari patogenik atau mikroorganisme toksigenik yang siap ditularkan melalui makanan baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan penyakit enterik pada manusia. Penyakit yang dapat terjadi akibat makanan dapat dicegah dengan memberikan pendidikan bagi penjamah makanan sesuai yang dianjurkan dalam Permenkes No.1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasa Boga yang disebut sebagai Kursus Higiene Sanitasi Makanan. Kursus ini dilakukan dengan dua metoda, yaitu ceramah dan tutorial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penguasaan materi antara sebelum dan sesudah diberikan kursus, bagi penjamah makanan di jasa boga PT X di Madiun. Jenis penelitian yang dilakukan adalah true experiment dengan rancangan penelitian pre-test post-test control group. Dari populasi 55 orang penjamah makanan, diambil 32 orang sampel secara random, yaitu 16 untuk kelompok ceramah dan 16 orang untuk kelompok tutorial. Data dianalisis dengan menggunakan t-test, dan hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan penguasaan materi mengenai higiene sanitasi makanan, antara sebelum dan sesudah dilakukan kursus, baik melalui metoda ceramah (p<0,001) maupun metoda tutorial (p<0,001). Penguasaan materi dengan metoda tutorial mengalami peningkatan lebih tinggi, yaitu sebesar 22,2 %; dibanding dengan metoda ceramah yang hanya meningkat 17,3 %. Dapat disimpulkan bahwa penguasaan materi penjamah makanan tentang hygiene dan sanitasi makanan antara sebelum dan sesudah kursus adalah berbeda, baik dengan metoda ceramah maupun tutorial.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penguasaan materi penjamah makanan pada jasa boga PT X di Madiun, antara sebelum dan sesudah ceramah higiene sanitasi makanan, berbeda secara signifikan (nilai p < 0,001).Penguasaan materi antara sebelum dan sesudah tutorial higiene sanitasi makanan, juga berbeda secara signifikan (nilai p < 0,001).Sementara itu, juga diketahui ada perbedaan persentase peningkatan penguasaan materi tentang higiene sanitasi makanan oleh penjamah makanan pada jasa boga PT X di Madiun, antara digunakannya metoda ceramah dan metoda tutorial, yaitu 17,3 % untuk kelompok ceramah dan 22,2 % untuk kelompok tutorial.Persentase peningkatan penguasaan materi oleh penjamah makanan pada kelompok ceramah adalah 27,1 % dan pada kelompok tutorial 39,1%.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar manajemen jasa boga PT X melakukan kursus higiene sanitasi makanan secara rutin dan terjadwal, baik untuk karyawan, penjamah makanan maupun kalangan pimpinan. Selain itu, disarankan untuk lebih menekankan penyampaian materi tentang pemeliharaan kebersihan lingkungan bagi penjamah makanan yang bekerja di usaha jasa boga. Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang lebih interaktif dan melibatkan partisipasi aktif penjamah makanan dalam proses belajar, seperti simulasi atau praktik langsung dalam menerapkan prinsip-prinsip higiene sanitasi makanan. Penelitian juga dapat fokus pada evaluasi jangka panjang terhadap pengetahuan dan perilaku penjamah makanan setelah mengikuti kursus, serta dampak kursus terhadap kualitas makanan yang dihasilkan dan kesehatan konsumen.

Read online
File size1.19 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test