JIS INSTITUTEJIS INSTITUTE

International Journal of Marketing & Human Resource ResearchInternational Journal of Marketing & Human Resource Research

Masalah pemborosan makanan telah menjadi isu global yang berdampak pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat pemborosan makanan tertinggi di dunia, di mana sekitar 41,4% dari total komposisi sampah nasional pada tahun 2021 berasal dari pemborosan makanan. (Maswadi et al., 2024). Kota-kota besar seperti Palembang, dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat, juga berkontribusi pada tingginya tingkat pemborosan makanan. Generasi Z, kelompok usia muda dan dinamis, memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumsi makanan di masa depan. Di Indonesia, generasi ini mencakup sekitar 24,34% dari total populasi dan dikenal sebagai kelompok yang menghasilkan pemborosan makanan terbanyak dibandingkan generasi lainnya (Abu Hatab et al., 2022). Hal ini diperkuat oleh penelitian yang menunjukkan bahwa perilaku konsumsi, pengetahuan, dan norma subyektif sangat mempengaruhi niat generasi muda untuk mengurangi pemborosan makanan (Attiq et al., 2021).

Penelitian ini menunjukkan bahwa Gen Z di Kota Palembang memiliki kesadaran akan masalah pemborosan makanan, tetapi masih menghadapi tantangan dalam mengurangi pemborosan tersebut.Kebiasaan membeli makanan secara impulsif, kesulitan dalam memperkirakan porsi, dan pengaruh promosi layanan pengantaran makanan menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku mereka.Upaya untuk mengurangi pemborosan, seperti penyimpanan makanan yang baik dan pengolahan sisa makanan, telah dimulai, tetapi tantangan masih tetap ada.Studi ini menekankan pentingnya intervensi pendidikan yang terarah, inovasi kebijakan, dan kampanye berbasis komunitas dalam mempromosikan perilaku konsumsi makanan yang berkelanjutan di kalangan Gen Z di Palembang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan, baik melalui kebijakan pemerintah, program pendidikan, maupun inovasi teknologi dalam pengelolaan pemborosan makanan. Hal ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12.3, yaitu mengurangi pemborosan makanan hingga setengahnya pada tahun 2030, serta mendukung terciptanya kota-kota yang lebih sehat, bersih, dan kompetitif. Selain itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang dampak pemborosan makanan, terutama di kalangan generasi muda. Kampanye sosial dan intervensi berbasis komunitas dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengubah perilaku konsumsi makanan yang tidak berkelanjutan menjadi lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

  1. 0. javascript required message acadlore support old browsers ie please modern chrome edge firefox acadlore.com/article/IJEI/2023_6_3/ijei.0603020 javascript required message acadlore support old browsers ie please modern chrome edge firefox acadlore article IJEI 2023 6 3 ijei 060302
  2. Assessment of Business Environment of Women Involved in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs)... doi.org/10.21512/jas.v8i2.6617Assessment of Business Environment of Women Involved in Micro Small and Medium Enterprises MSMEs doi 10 21512 jas v8i2 6617
  3. Intention of reducing food waste among Indonesian Gen Z: The role of religious beliefs, financial attitudes,... doi.org/10.63369/Ijat.2025.21.3.1071-1088Intention of reducing food waste among Indonesian Gen Z The role of religious beliefs financial attitudes doi 10 63369 Ijat 2025 21 3 1071 1088
  4. Analysis of food waste behavior by muslim generation Z through online food delivery | Halal Studies and... doi.org/10.29244/Hass.1.3.20-24Analysis of food waste behavior by muslim generation Z through online food delivery Halal Studies and doi 10 29244 Hass 1 3 20 24
Read online
File size316.51 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test