POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat di DIY dan endemis di tiga dari lima kabupaten/kota yang ada. Salah satu upaya pengendalian yang dilakukan oleh dinas kesehatan adalah fogging, dengan menggunakan bahan aktif, yang salah satunya golongan organofosfat. Penggunaan yang tidak sesuai dari pestisida tersebut akan dapat menyebabkan keracunan. Penelitian ini ingin mengetahui kadar cholinesterase yang dikandung di dalam darah petugas fogging sebagai tanda terjadinya keracunan, dengan melakukan analytical survey menggunakan rancangan kohort, terhadap 20 orang petugas di Kabupaten Bantul. Kadar cholinesterase diukur dengan tintometer kit dan cholinesterase kit. Adapun data mengenai variabel-variabel lain yang terkait dengan petugas diperoleh melalui pengamatan langsung maupun data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat istirahat, kadar cholinesterase seluruh petugas adalah normal, namun setelah fogging, ada 20 % yang menunjukkan keracunan ringan. Diketahui pula bahwa 50 % petugas berusia antara 41-50 tahun, 45 % tingkat pendidikannya SMA atau sarjana, 75 % sudah lama bekerja, 70 % jarang melakukan fogging, 85 % berperilaku buruk ketika melakukan fogging, dan 55 % tidak menggunakan APD secara lengkap. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman pada derajat kepercayaan 95 % menyimpulkan bahwa faktor yang signifikan berhubungan dengan kadar cholinesterase adalah frekuensi fogging (nilai p = 0,027; dengan koefisien korelasi 0,494 atau hubungan sedang). Adapun variabel-variabel lain yang diteliti tidak menunjukkan hubungan yang bermakna, yaitu: umur (nilai p = 0,715), tingkat pendidikan (nilai p = 0,462), lama kerja (nilai p = 1,000), perilaku fogging (nilai p = 0,374), dan kelengkapan APD (nilai p = 0,447).

Saat setelah fogging, 20 % petugas memiliki tingkat keracunan ringan, sementara pada saat istirahat semuanya memiliki kadar cholinesterase normal.Mayoritas responden berumur antara 41 hingga 50 tahun, berpendidikan SMA atau Sarjana, sudah lama bekerja, jarang melakukan pengasapan, berperilaku buruk ketika melakukan pengasapan dan tidak memakai APD lengkap.Variabel lama kerja, perilaku petugas dan penggunaan APD tidak berhubungan dengan kadar cholinesterase, sementara frekuensi pengasapan berhubungan signifikan dengan tingkat korelasi sedang.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, mengkaji efektivitas rotasi petugas fogging untuk mengurangi paparan pestisida berbahaya secara berkelanjutan. Kedua, mengeksplorasi faktor psikologis atau sosial yang membuat petugas enggan menggunakan APD lengkap saat mencampur atau melakukan fogging. Ketiga, meneliti dampak jangka panjang paparan organofosfat pada fungsi neurologis dan sistem imun petugas fogging, terutama untuk mereka yang telah bekerja lebih dari lima tahun. Penelitian ini perlu melibatkan pendekatan multidisiplin antara bidang kesehatan, psikologi, dan manajemen risiko lingkungan untuk memperoleh solusi komprehensif.

Read online
File size198.9 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test