POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

Bulu ayam mengandung protein yang berguna bagi pertumbuhan ternak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat penambahan pakan yang ditambah dengan limbah bulu ayam terhadap pertumbuhan (berat dan panjang) ikan Nila (Oreochromis niloticus). Pengambilan limbah bulu ayam dan pengolahan pakan dilakukan di Dusun Sekawis, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Adapun kolam pemeliharaan ikan Nila berlokasi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tata Bumi No. 3, Banyuraden, Gamping, Sleman. Ikan Nila yang diteliti berasal dari Kelompok Pembudidaya Ikan “Mina Kepis di Dusun Burikan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Metoda penelitian yang digunakan adalah eksperimen sungguhan (true experiment) dengan rancangan “pre-test post-test with control group. Sebagai variabel bebas adalah tiga variasi penambahan limbah bulu ayam sebagai bahan tambahan pakan, yaitu sebanyak 4 %, 7 %, dan 10 %. Banyaknya ikan Nila untuk setiap variasi pakan adalah 20 ekor. Pengukuran post-test dilakukan setelah 30 hari pemberian pakan. Analisis data dengan menggunakan uji One Way Anova pada derajat kepercayaan 95 %, menunjukkan bahwa perbedaan pertumbuhan ikan Nila yang dihasilkan dari ketiga variasi pakan yang digunakan, berbeda secara bermakna (nilai-nilai p < 0,001), dan uji lanjutan LSD menyimpulkan bahwa variasi penambahan 10 % limbah bulu ayam ke dalam pakan ikan adalah yang paling efektif bagi pertumbuhan ikan Nila.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penambahan berbagai variasi limbah bulu ayam sebagai bahan tambahan pakan bermanfaat terhadap pertumbuhan (berat dan panjang) ikan Nila, dimana variasi penambahan yang paling efektif adalah konsentrasi 10 % dengan hasil pertambahan rata-rata berat dan panjang ikan mencapai 25,25 gram dan 5,3 cm.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan beberapa hal yaitu: meneliti variasi penambahan limbah bulu ayam di atas 10 %, melakukan pengukuran kadar air pada pakan buatan agar sesuai dengan yang dipersyaratkan, kolam pembesaran ikan sebaiknya didesain agar air bisa bersirkulasi setiap saat sehingga pertumbuhan ikan tidak terhambat, kolam pembesaran ikan sebaiknya ditempatkan di tempat yang teduh, pengukuran berat ikan sebaiknya menggunakan alat ukur berupa timbangan gantung digital karena obyek penelitian merupakan benda hidup sehingga proses penimbangan menjadi lebih mudah dan efisien serta meningkatkan keakuratan hasil pengukuran, selain itu juga sebaiknya menggunakan kolam yang sesungguhnya sebagai tempat pemeliharaan ikan.

Read online
File size314.11 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test