POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

Air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, secara umum harus memenuhi standar kualitas dan kuantitas. Hasil pemeriksaan air sumur gali di MTs Muhammadiyah Karangkajen pada tanggal 8 Februari 2013, diperoleh kadar Fe sebesar 2,8 mg/l dan kekeruhan 26 NTU. Kadar tersebut melebihi baku mutu yang diatur oleh Permenkes RI Nomor 416 Tahun 1990, sehingga perlu dilakukan pengolahan, salah satunya dengan menggunakan media filtrasi pasir kuarsa breksi batu apung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan media filtrasi tersebut dalam menurunkan kadar Fe dan kekeruhan, dengan melakukan penelitian eksperimen yang memakai pendekatan pre-test post-test with control group design. Data hasil enam kali replikasi dari tiga kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa: Filter A (pasir kuarsa ketebalan 20 cm dan breksi batu apung ketebalan 60 cm) mampu menurunkan kadar Fe dan kekeruhan masing-masing sebesar 83,35 % dan 88,99 %; Filter B (pasir kuarsa 30 cm dan breksi batu apung 50 cm), mampu menurunkan 85,52 % kadar Fe dan 89,81 % kekeruhan; dan Filter C (pasir kuarsa dan breksi batu apung masing-masing setebal 40 cm), mampu menurunkan kadar Fe sebesar 77,14 % dan kekeruhan sebesar 73,18 %. Pada kelompok kontrol, kadar Fe dan kekeruhan juga turun, masing-masing sebanyak 76,14 % dan 73,18 %. Setelah dianalisis lebih lanjut dengan uji one way anova, disimpulkan bahwa variasi ketebalan media filtrasi yang digunakan, berpengaruh terhadap penurunan kadar Fe (p = 0,038) dan kekeruhan (p = 0,045) yang terjadi. Hasil uji lanjutan dengan LSD menunjukkan bahwa Filter B adalah yang paling tinggi kemampuan penurunannya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa.1) ketebalan media filtrasi pasir kuarsa dan breksi batu apung dari Filter A, Filter B, dan Filter C, masing-masing mampu menurunkan kadar Fe air sumur gali di MTs Muhammadiyah Karangkajen secara signifikan, 2) ketebalan media filtrasi pasir kuarsa dan breksi batu apung Filter A, Filter B, dan Filter C, masing-masing mampu menurunkan kekeruhan air sumur gali di MTs Muhammadiyah Karangkajen secara signifikan, 3) Media Filter B adalah yang paling efektif dalam menurunkan kadar Fe dan kekeruhan, 4) Filter A, Filter B, dan Filter C menghasilkan perbedaan penurunan kadar Fe yang signifikan, namun untuk kekeruhan, perbedaan penurunan yang terjadi tidak signifikan.

Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas kombinasi media filtrasi lain seperti pasir kuarsa dengan zeolit atau tanah liat untuk menurunkan parameter tambahan seperti mangan, TDS, dan zat organik. Selain itu, perlu diteliti dampak jangka panjang dari penggunaan media filtrasi tersebut terhadap kualitas air dan biaya operasional. Penelitian juga dapat dilanjutkan dengan membandingkan efisiensi media filtrasi ini dalam pengolahan air di sumber daya air umum seperti PDAM atau fasilitas kesehatan, serta mengevaluasi pengaruh variasi pH dan suhu air terhadap efektivitas penurunan kadar Fe dan kekeruhan.

Read online
File size248.13 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test