POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA
Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganPenemuan kasus baru TB BTA positif di Kabupaten Klaten menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, tetapi kondisi ini disertai dengan peningkatan insiden inkonversi. Kegagalan konversi kasus TB akan membuat seseorang tetap menjadi sumber penularan bakteri TB. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor risiko inkonversi. Variabel yang dieksplorasi adalah usia, tingkat pendidikan, status gizi, kepatuhan minum obat, kelembaban rumah, pencahayaan, dan kepadatan hunian. Penelitian dilakukan antara Mei hingga Juli 2011 dengan desain case-control. Kelompok kasus terdiri dari 35 pasien TB dengan BTA positif yang tidak konversi, dan kelompok kontrol terdiri dari 35 orang dengan rasio 1:1. Subjek penelitian terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten antara Januari hingga September 2010 dan berasal dari puskesmas dan rumah sakit yang mengikuti program DOTS. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara langsung, serta pengamatan dan pengukuran langsung. Selain analisis univariat, data juga dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi-square, diikuti dengan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat adalah faktor risiko utama kegagalan konversi dengan OR = 5,542; 95% CI = 1,760 hingga 17,449 dan nilai p = 0,003. Disarankan agar pasien TB tidak hanya memperhatikan pentingnya pengobatan yang tepat dan terjadwal, tetapi juga asupan gizi yang baik dan lingkungan rumah yang sehat.
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna secara statistik antara kepatuhan minum obat dengan kejadian tidak konversi pasien TB di Kabupaten Klaten.Tidak ada hubungan yang cukup bermakna secara statistik antara umur, tingkat pendidikan, dan status gizi pasien, serta kelembaban, pencahayaan, dan kepadatan hunian tempat tinggal dengan kejadian tidak konversi pasien TB di Kabupaten Klaten.
Untuk meningkatkan penanggulangan TB, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dapat mempertimbangkan program peningkatan pengetahuan pasien TB, seperti pembentukan paguyuban pasien TB di tingkat puskesmas. Selain itu, pemasangan poster dan leaflet TB di tempat-tempat umum dapat membantu masyarakat memperoleh informasi tentang TB. Petugas pengelola program TB di puskesmas perlu menekankan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) pada pasien TB dan PMO tentang pentingnya kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat yang memenuhi kriteria: benar jenis, benar dosis, benar cara minum, benar waktu minum, dan benar jumlah hari minum obat. Selain itu, lingkungan rumah pasien TB juga perlu diperbaiki agar menjadi lebih sehat. Penelitian lanjutan dapat fokus pada hubungan faktor risiko lain yang berhubungan dengan kejadian tidak konversi pada pasien TB, seperti adanya penyakit penyerta, keluhan efek samping obat, dan resistensi terhadap obat TB.
| File size | 212.06 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IPMIIPMI , serta menyajikan sembilan proposisi multilevel yang menjelaskan bagaimana citra rumah sakit dan dimensi layanan kualitas yang berbeda secara interaktif, serta menyajikan sembilan proposisi multilevel yang menjelaskan bagaimana citra rumah sakit dan dimensi layanan kualitas yang berbeda secara interaktif
UNIBAUNIBA Ada hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh dengan derajat keparahan hemoroid interna pada pasien hemoroidektomi di RumahAda hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh dengan derajat keparahan hemoroid interna pada pasien hemoroidektomi di Rumah
UNIBAUNIBA Data diambil dari rekam medik periode Januari - Oktober 2023 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Teknik pengambilan sampel yaitu totalData diambil dari rekam medik periode Januari - Oktober 2023 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Teknik pengambilan sampel yaitu total
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Ada tiga upaya pengendalian nyamuk Aedes aegypti, salah satunya adalah penggunaan tanaman anti nyamuk yang termasuk dalam pengendalian biologis. PenelitianAda tiga upaya pengendalian nyamuk Aedes aegypti, salah satunya adalah penggunaan tanaman anti nyamuk yang termasuk dalam pengendalian biologis. Penelitian
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Hasil penelitian berupa data differrent score dari motivasi dan tindakan CCTPS dan BSPT, dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis pada derajat kepercayaanHasil penelitian berupa data differrent score dari motivasi dan tindakan CCTPS dan BSPT, dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis pada derajat kepercayaan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Salah satu penyakit yang dapat timbul dari rendahnya pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan lingkungan adalah DBD. Banyak cara dapat dilakukan untukSalah satu penyakit yang dapat timbul dari rendahnya pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan lingkungan adalah DBD. Banyak cara dapat dilakukan untuk
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penambahan berbagai variasi limbah bulu ayam sebagai bahan tambahan pakan bermanfaat terhadap pertumbuhan (berat danHasil penelitian menyimpulkan bahwa penambahan berbagai variasi limbah bulu ayam sebagai bahan tambahan pakan bermanfaat terhadap pertumbuhan (berat dan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh bioscreen anti radiasi yang dbuat dari tanaman Sanseviera trifasciata lorentiiBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh bioscreen anti radiasi yang dbuat dari tanaman Sanseviera trifasciata lorentii
Useful /
UNIBAUNIBA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan kejadian osteoarthritis lutut pada perempuan di Rumah SakitPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan kejadian osteoarthritis lutut pada perempuan di Rumah Sakit
IWIIWI Pelaksanaan Rencana Usulan Kegiatan Nusantara Sehat (RUKUNS) belum optimal, dengan sebagian besar Puskesmas belum mengimplementasikannya. Keberadaan timPelaksanaan Rencana Usulan Kegiatan Nusantara Sehat (RUKUNS) belum optimal, dengan sebagian besar Puskesmas belum mengimplementasikannya. Keberadaan tim
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pasir mampu menurunkan kadar Fe dengan rata-rata 1,18 mg/l, sementara dengan karbon aktif 1,27 mg/l, dan padaHasil penelitian menunjukkan bahwa media pasir mampu menurunkan kadar Fe dengan rata-rata 1,18 mg/l, sementara dengan karbon aktif 1,27 mg/l, dan pada
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Data dianalisis dengan menggunakan t-test, dan hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan penguasaan materi mengenai higiene sanitasi makanan, antaraData dianalisis dengan menggunakan t-test, dan hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan penguasaan materi mengenai higiene sanitasi makanan, antara