UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Hemoglobin terglikasi atau HbA1c telah menjadi standar emas untuk mengukur glikemik jangka panjang. Penderita diabetes melitus harus menjaga kadar glukosa darah tetap terkontrol untuk mencegah berbagai komplikasi yang dapat terjadi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko tinggi untuk komplikasi diabetes.. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik dan pendekatan cross sectional. Data diambil dari rekam medik periode Januari - Oktober 2023 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 77 pasien. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi kemudian diuji dengan uji korelasi rank spearman.. Hasil: Berdasarkan uji korelasi rank spearman di dapatkan nilai probabilitas (p-value) < 0,001, karena p-value lebih kecil daripada 0,05 maka disimpulkan terdapat hubungan kadar HbA1c dengan tekanan darah tinggi, Dimana nilai korelasi (r) sebesar 0,719 yang berarti memiliki hubungan yang kuat dengan arah positif.. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara Kadar HbA1c dengan tekanan darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam.

Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan tekanan darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam.Lebih dari setengah pasien yang kadar HbA1c tidak terkontrol dan lebih dari setengah pasien mengalami tekanan darah tinggi.Hubungan ini menunjukkan bahwa kadar HbA1c yang tinggi dapat menjadi faktor risiko untuk tekanan darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara kadar HbA1c dan tekanan darah tinggi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Misalnya, bagaimana peran usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh (IMT) dalam mempengaruhi hubungan ini. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi intervensi yang efektif untuk mengendalikan kadar HbA1c dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2, serta mengeksplorasi dampak jangka panjang dari kontrol gula darah terhadap risiko komplikasi kardiovaskular.

Read online
File size205.5 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test