POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

Komputer yang banyak digunakan oleh masyarakat karena bermanfaat dalam menyelesaikan banyak pekerjaan, memiliki dampak negatif berupa radiasi jenis non pengion. Berdasarkan survei pendahuluan, hasil pengukuran radiasi komputer di RS KIA Sadewa tidak melebihi baku mutu, tetapi apabila terpapar terus-menerus akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Lidah Mertua merupakan salah satu tanaman yang dapat mengurangi radiasi komputer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai luas permukaan daun jenis Sansevieria trifasciata Golden Hahnii terhadap penurunan radiasi komputer. Ada tiga perlakuan yang digunakan, yaitu: Perlakuan A (510-570 cm2 luas daun), Perlakuan B (1020-1140 cm2 luas daun), dan Perlakuan C (1530-1710 cm2 luas daun). Penelitian ini bersifat quasi experiment dengan menggunakan desain pre-test post-test with control group. Ada 10 komputer dalam 10 ruangan berbeda yang diukur radiasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata penurunan radiasi setelah diletakkan Perlakuan A adalah sebesar 0.142 x 10-4 mT, Perlakuan B sebesar 0.277 x 10-4 mT dan Perlakuan C sebesar 0.351 x 10-4 mT. Hasil uji statistik menggunakan uji One Way Anova pada derajat kepercayaan 95 % menghasilkan p-value < 0,001 yang berarti perbedaan penurunan tersebut bermakna. Hasil uji lanjutan dengan LSD menyimpulkan bahwa Perlakuan C menghasilkan penurunan radiasi komputer yang paling tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi luas permukaan daun Sansevieria trifasciata Golden Hahnii berpengaruh terhadap penurunan radiasi komputer yang digunakan di RS KIA Sadewa, Yogyakarta.Luas permukaan daun yang digunakan dalam penelitian ini, yang paling efektif menurunkan radiasi komputer adalah 1.351 x 10-4 mT atau 56,07 %.

Penelitian ini telah menunjukkan potensi besar tanaman Lidah Mertua dalam mengurangi radiasi komputer, namun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memaksimalkan manfaatnya. Salah satu arah penelitian yang menarik adalah untuk mengidentifikasi apakah varietas Lidah Mertua lain, atau bahkan jenis tanaman hias lainnya, mungkin memiliki kemampuan penyerapan radiasi yang lebih tinggi atau lebih efisien. Ini bisa melibatkan studi komparatif untuk membandingkan kapasitas berbagai spesies tanaman dalam mengurangi emisi radiasi non-pengion, dengan mempertimbangkan karakteristik fisiologis daun dan kandungan fitokimia mereka. Selain itu, penting untuk memperluas durasi pengamatan penyerapan radiasi. Studi ini hanya mengamati dampak selama dua jam, padahal pengguna komputer sering terpapar radiasi selama berjam-jam setiap hari. Oleh karena itu, penelitian di masa depan dapat meneliti efektivitas jangka panjang tanaman ini dalam mengurangi radiasi di lingkungan kerja yang sesungguhnya, termasuk bagaimana faktor lingkungan seperti ukuran ruangan, ventilasi, dan jumlah perangkat elektronik memengaruhi kinerja tanaman. Terakhir, meskipun penelitian ini menguji beberapa luas permukaan daun, perlu dikaji lebih lanjut mengenai konfigurasi penempatan dan jumlah tanaman yang paling optimal, disesuaikan dengan beragam jenis monitor atau spesifikasi komputer yang berbeda, serta ukuran ruangan yang bervariasi. Hal ini akan membantu dalam mengembangkan pedoman praktis yang lebih spesifik untuk penempatan tanaman guna mencapai efektivitas penurunan radiasi yang maksimal dan berkelanjutan bagi kesehatan pengguna komputer.

Read online
File size275.82 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test