POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA

Sanitasi: Jurnal Kesehatan LingkunganSanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

Gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja sangat sering ditemukan, karena hubungan antara penyakit dan pekerjaan sering kali tidak terdeteksi. Salah satu jenis gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja yang paling banyak terjadi adalah gangguan otot rangka. Salah satu pekerjaan yang memiliki risiko besar terhadap gangguan otot rangka adalah sopir bus. Penelitian ini melakukan upaya untuk mengurangi keluhan nyeri otot rangka pada sopir bus Trans Jogja dengan menerapkan peregangan otot, melalui rancangan eksperimen semu dan desain penelitian non equivalent control group, dan dilaksanakan pada bulan Mei 2018 dengan 30 orang sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan keluhan nyeri otot rangka pada kelompok kontrol adalah 18,44 %, sementara pada kelompok eksperimen adalah 79,17 %. Dengan analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney pada α=0,05, perbedaan tersebut terbukti bermakna (nilai p < 0,001). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peregangan otot mampu mengurangi keluhan nyeri otot pada sopir TransJogja.

1) peregangan otot mampu mengurangi keluhan nyeri otot (musculoskeletal disorders) pada sopir Trans Jogja.2) ada perbedaan yang bermakna antara penurunan keluhan nyeri otot pada kelompok perlakuan yang melakukan peregangan otot dengan kelompok kontrol.3) seluruh bagian tubuh yang diteliti yakni leher, bahu, lengan kanan, lengan kiri, bokong, punggung bawah, punggung atas, pinggang, pergelangan kaki kanan, pergelangan kaki kiri, paha kanan, paha kiri, betis kanan, betis kiri mampu dikurangi dengan gerakan peregangan otot yang diberikan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi efektivitas jangka panjang peregangan otot terhadap kesehatan sopir bus, khususnya dalam mencegah penyakit kronis. Selain itu, perlu dieksplorasi perbandingan teknik peregangan (misalnya dinamis vs statis) untuk menemukan metode optimal dalam mengurangi nyeri otot. Penelitian juga dapat menggabungkan faktor psikologis dan antropometri pekerja dalam analisis pengaruhnya terhadap kelelahan dan nyeri, serta mengkaji desain kursi atau alat bantu ergonomis yang lebih sesuai dengan anatomi sopir untuk mengurangi tekanan pada punggung. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak penggunaan teknologi seperti sensor getaran atau aplikasi pelacak kelelahan dalam membantu sopir mengelola durasi kerja dan istirahat secara optimal.

Read online
File size238.46 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test