PNUPPNUP

Jurnal Teknik Mesin SinergiJurnal Teknik Mesin Sinergi

Program Ipteks didasarkan pada beberapa faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan budidaya ikan bandeng dan udang di tambak, yaitu tersedianya kualitas air tambak yang layak bagi kehidupan ikan dan udang. Dalam upaya intensifikasi, salah satu parameter penentu dalam meningkatkan kualitas air tambak adalah dengan mengatur penyediaan kandungan oksigen dalam air dan pemberian pakan ikan yang teratur serta tepat dosis. Oksigen yang terlarut sangat esensial bagi pernapasan dan merupakan salah satu komponen utama dalam metabolisme ikan dan udang serta organisasi perairan lainnya. Selain itu, sistem pemberian pakan pada ikan bandeng dan udang selama ini masih menggunakan sistem tradisional, yaitu pakan ikan/udang diberi dengan menebar sebanyak 2-3 kali sehari. Sistem ini memiliki beberapa kekurangan, yaitu; jumlah pakan yang diberi tidak seragam, pakan tidak menyebar secara merata, dan petani harus ketambak setiap hari. Dengan pengembangan mesin penebar pakan ikan terpadu dengan aerator, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pengaturan pemberian pakan secara otomatis, serta roda aerator yang berputar secara kontinu akan memberikan percikan pada permukaan air sehingga ikan lebih mudah mendapatkan oksigen.

Dari hasil penerapan program Ipteks disimpulkan sebagai berikut.1) Jarak lempar dari sistem pelempar pakan yang dihasilkan dapat mencapai 5 meter hingga 15 meter.2) Motor penggerak kincir (aerator) dan sistem transmisi lainnya telah diberikan penutup agar terhindar dari percikan air.3) Tabung tidak lagi mengalami proses korosi karena bahan tabung yang digunakan adalah bahan stainless steel yang tahan karat.Selain itu, alat ini juga meringankan beban para petambak dalam pemberian pakan dan meningkatkan wawasan petani tambak dalam meningkatkan kandungan oksigen di dalam tambak.

Berdasarkan latar belakang penelitian mengenai pengembangan mesin penebar pakan ikan terpadu dengan aerator, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efisiensi penggunaan pakan dengan mesin ini terhadap pertumbuhan ikan, dengan membandingkan hasil panen antara penggunaan mesin dan metode tradisional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan desain aerator yang lebih efisien dalam meningkatkan kadar oksigen dalam air, serta mempertimbangkan penggunaan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya untuk menggerakkan aerator. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak penggunaan mesin ini terhadap ekosistem tambak secara keseluruhan, termasuk pengaruhnya terhadap kualitas air dan keberadaan organisme air lainnya, sehingga dapat diidentifikasi langkah-langkah mitigasi jika diperlukan.

  1. #kualitas air#kualitas air
  2. #kualitas air sumur#kualitas air sumur
Read online
File size191.78 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2uY
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test