UMGUMG

Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Jurnal Perikanan Pantura (JPP)

Pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kegiatan budidaya sangat dipengaruhi oleh kualitas dan efisiensi pemanfaatan pakan. Penambahan bahan herbal alami seperti temulawak (Curcuma xanthorrhiza) pada pakan diketahui mengandung senyawa bioaktif yang dapat meningkatkan nafsu makan, memperbaiki sistem pencernaan, serta mendukung pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan perasan temulawak pada pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nila serta menentukan dosis yang paling efektif. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis perasan temulawak pada pakan, yaitu 300 ml/kg pakan, 400 ml/kg pakan, 500 ml/kg pakan, dan 600 ml/kg pakan, masing-masing dengan enam ulangan. Benih ikan nila dipelihara selama 30 hari dengan padat tebar 10 ekor pada setiap wadah pemeliharaan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak serta kualitas air yang terdiri dari suhu, pH, dan oksigen terlarut. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perasan temulawak pada pakan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan benih ikan nila. Perlakuan dosis 500 ml/kg pakan menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi sebesar ±5,9 g, diikuti dosis 600 ml/kg sebesar ±4,9 g dan 400 ml/kg sebesar ±4,6 g, sedangkan dosis 300 ml/kg menunjukkan pertumbuhan terendah sebesar ±4,0 g. Kualitas air selama pemeliharaan berada dalam kisaran optimal dengan suhu 26,4-28,2 °C, pH 7,8-8,1, dan oksigen terlarut 4,49-6,41 mg/L. Dosis 500 ml/kg pakan merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian perasan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan dosis yang berbeda pada pakan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak benih ikan nila (Oreochromis niloticus).Dosis 500 ml/kg pakan menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi dan laju pertumbuhan spesifik yang paling baik.Parameter kualitas air selama penelitian tetap berada dalam kisaran yang sesuai untuk pemeliharaan benih ikan nila, menunjukkan bahwa lingkungan pemeliharaan tidak menjadi faktor pembatas pertumbuhan.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan temulawak dalam budidaya ikan nila. Pertama, perlu dikaji lebih lanjut pengaruh variasi dosis temulawak dan durasi pemeliharaan terhadap parameter pertumbuhan lainnya, seperti efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan. Kedua, penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh temulawak terhadap sistem imun ikan dan ketahanan terhadap penyakit dapat memberikan informasi penting untuk meningkatkan kesehatan ikan dan mengurangi risiko kerugian akibat penyakit. Ketiga, studi tentang mekanisme kerja temulawak dalam meningkatkan pertumbuhan ikan, misalnya melalui analisis ekspresi gen terkait metabolisme dan pencernaan, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manfaat penggunaan bahan herbal ini dalam budidaya perikanan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi budidaya ikan nila yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perikanan.

Read online
File size677.16 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test