UMGUMG

Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Jurnal Perikanan Pantura (JPP)

Penerapan teknik budidaya secara polikultur diharapkan dapat meningkatkan daya dukung lahan tambak pada keadaan tertentu, dimana pertumbuhan produksi akan tetap stabil. Dalam penelitian ini, yang akan dibudidayakan dengan sistem polikultur adalah bandeng (C. chanos), udang vaname (L. vannamei), dan rumput laut G. verucossa. Peningkatan produktivitas tambak (optimasi) dapat dilihat dengan adanya peningkatan produksi ikan yang berhubungan dengan padat tebar pada media budidaya. Keutamaan penelitian ini adalah mengkaji perbedaan kepadatan ikan bandeng, udang dan rumput laut yang terbaik pada sistem polikultur. Rancangan pada penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, masing – masing perlakuan memiliki 3 kali ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah bobot mutlak dan Specific Growth Rate (SGR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan komposisi organisme yang berbeda pada sistem polikultur memberikan pengaruh nyata terhadap bobot mutlak dan SGR dengan perlakuan terbaik untuk bobot mutlak adalah perlakuan A (kepadatan udang dan bandeng 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m2) sebesar 40,73 g, dan perlakuan terbaik untuk SGR adalah perlakuan A (kepadatan udang dan bandeng 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m2) sebesar 1,15 ?/Hari.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini antara lain sebagai berikut.Perlakuan kepadatan yang berbeda terhadap specific growth rate ikan bandeng(C.verucossa dengan metode polikultur selama 42 hari memberikan pengaruh nyata.Dimana hasil terbaik di dapat pada perlakuan A (kepadatan ikan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m2) sebesar 1,15.Sedangkan nilai terdapat pada perlakuan C (kepadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumput laut 1000 g/m2) yaitu 0,78.Perlakuan kepadatan yang berbeda terhadap bobot mutlak ikan bandeng (C.verucossa dengan metode polikultur selama 42 hari memberikan pengaruh nyata.Dimana hasil terbaik di dapat pada perlakuan A (kepadatan ikan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m2) sebesar 40,73 g.Sedangkan hasil terendah di dapat oleh perlakuan C (kepadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumput laut 1000 g/m2) yaitu 25,13 g.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh pemberian pakan fermentasi terhadap pertumbuhan dan kualitas air pada sistem polikultur bandeng, udang vaname, dan rumput laut. Pakan fermentasi berpotensi meningkatkan kandungan nutrisi dan mengurangi limbah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pakan dan menjaga kualitas air tambak. Kedua, penelitian mengenai pengaruh variasi jenis rumput laut terhadap kinerja sistem polikultur juga menarik untuk dieksplorasi. Jenis rumput laut yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda pula, sehingga dapat mempengaruhi interaksi antara ikan, udang, dan rumput laut. Ketiga, studi tentang pengaruh kepadatan optimal masing-masing organisme dalam sistem polikultur dengan mempertimbangkan faktor lingkungan seperti suhu dan salinitas perlu dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kepadatan yang diterapkan tidak menyebabkan stres pada organisme dan mengganggu keseimbangan ekosistem tambak. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sistem polikultur.

Read online
File size434.37 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test