UNWAHAUNWAHA
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian MasyarakatJumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian MasyarakatPermasalahan rendahnya kesadaran lingkungan pada siswa sekolah dasar tercermin dari sikap acuh terhadap taman sekolah dan pengelolaan sampah, yang menunjukkan keterbatasan literasi ekologi serta keterampilan praktis dalam kehidupan berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pelaksanaan Kelas Berkebun Mini yang dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan pada siswa kelas VI di sekolah dasar Islam. Tujuan kegiatan ini adalah mengintegrasikan aktivitas berkebun sebagai sarana pendidikan sekaligus pelatihan keterampilan hidup yang menanamkan kesadaran lingkungan dan kewirausahaan sederhana dalam bidang pertanian. Metode yang digunakan adalah pembelajaran berbasis layanan dengan menggabungkan praktik langsung, pembelajaran partisipatif, dan refleksi untuk memperkuat karakter dan pengetahuan. Siswa dibimbing melalui kegiatan menyiapkan media organik dari pelepah pisang, sekam, dan kompos, membuat pupuk cair dari air beras, menanam sayuran cepat panen, serta merawat pertumbuhannya secara rutin. Strategi yang diterapkan menekankan pada pengalaman langsung, kerja sama tim, serta integrasi dengan mata pelajaran sains dan pendidikan karakter. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam berkebun, meningkatnya antusiasme terhadap pembelajaran luar kelas, serta bertambahnya tanggung jawab dalam merawat taman sekolah. Selain itu, kegiatan menghasilkan produk praktis berupa panduan berkebun, media tanam ramah lingkungan, dan pupuk organik yang dapat direplikasi masyarakat luas. Program ini berhasil mengubah lahan sekolah yang terbengkalai menjadi ruang produktif dan edukatif, sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan, kemandirian, dan kerja sama. Diharapkan Kelas Berkebun Mini dapat menjadi model berkelanjutan bagi pendidikan lingkungan dan kemandirian pangan di sekolah.
Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Mini Gardening Class di MIS Bustanul Ulum berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan siswa kelas VI.Rata-rata nilai post-test siswa mengalami peningkatan 20 poin dibandingkan pre-test, disertai dengan kemampuan 75% siswa dalam melakukan praktik menanam dan merawat tanaman secara mandiri.Selain peningkatan aspek kognitif dan keterampilan, program ini juga memunculkan perubahan sosial berupa terbentuknya kebiasaan baru dalam merawat kebun sekolah, terbentuknya kelompok kecil perawat kebun, serta replikasi kegiatan berkebun di rumah dengan melibatkan orang tua.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh Mini Gardening Class terhadap perkembangan karakter siswa, khususnya aspek tanggung jawab, kerjasama, dan kepedulian terhadap lingkungan, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang lebih mendalam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model Mini Gardening Class yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis dan sosial-ekonomi yang berbeda, sehingga dapat direplikasi secara luas di berbagai sekolah dengan sumber daya yang terbatas. Ketiga, penting untuk menginvestigasi dampak jangka panjang dari program ini terhadap perilaku siswa dalam mengadopsi gaya hidup berkelanjutan, termasuk praktik pengelolaan sampah rumah tangga dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan lingkungan yang holistik dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang peduli terhadap lingkungan dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.
| File size | 323.77 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTESAPOLTESA Setelah melakukan pembelajaran secara online siswa memiliki kesempatan untuk bermain game online, yang tak jarang membuat siswa terlena bahkan tidak mengerjakanSetelah melakukan pembelajaran secara online siswa memiliki kesempatan untuk bermain game online, yang tak jarang membuat siswa terlena bahkan tidak mengerjakan
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya keterlibatan siswa serta kesulitan dalam menerapkan konsep moral dan teologis dalam kehidupan sehari-hari.Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya keterlibatan siswa serta kesulitan dalam menerapkan konsep moral dan teologis dalam kehidupan sehari-hari.
IAIN BONEIAIN BONE Secara keseluruhan, keberhasilan kebijakan reward dan punishment sangat bergantung pada konsistensi dalam penerapannya, kerja sama antar guru, serta dukunganSecara keseluruhan, keberhasilan kebijakan reward dan punishment sangat bergantung pada konsistensi dalam penerapannya, kerja sama antar guru, serta dukungan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Pendidikan karakter fokus utama dalam dunia pendidikan saat ini, terutama dengan adanya tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Peran guruPendidikan karakter fokus utama dalam dunia pendidikan saat ini, terutama dengan adanya tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Peran guru
IAINAMBONIAINAMBON Sholat berjamaah yang dilaksanakan diantaranya yakni sholat dhuha berjamaah, sholat dhuhur berjamaah dan sholat jumat berjamaah. Implementasi sholat berjamaahSholat berjamaah yang dilaksanakan diantaranya yakni sholat dhuha berjamaah, sholat dhuhur berjamaah dan sholat jumat berjamaah. Implementasi sholat berjamaah
SAINTISPUBSAINTISPUB Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menyelidiki bagaimana guru‑guru tersebut mengintegrasikan nilai intiDengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menyelidiki bagaimana guru‑guru tersebut mengintegrasikan nilai inti
STAITTDSTAITTD Proses pendampingan ini menggunakan pendekatan learner-centered curriculum (Tyler, 1949) yang fokus pada kebutuhan siswa dan berorientasi pada pencapaianProses pendampingan ini menggunakan pendekatan learner-centered curriculum (Tyler, 1949) yang fokus pada kebutuhan siswa dan berorientasi pada pencapaian
PENERBITPENERBIT Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik yang timbul akibat adanya berbagai perbedaan. Melalui penanamanHal ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik yang timbul akibat adanya berbagai perbedaan. Melalui penanaman
Useful /
UNWAHAUNWAHA Tujuan dari adanya sosialisasi pentingnya gizi seimbang dan pola asuh ini guna meningkatkan kualitas gizi menuju generasi unggul di desa Nglele. MetodeTujuan dari adanya sosialisasi pentingnya gizi seimbang dan pola asuh ini guna meningkatkan kualitas gizi menuju generasi unggul di desa Nglele. Metode
UNWAHAUNWAHA Berdasarkan hasil observasi awal, perpustakaan sekolah dalam kondisi kurang terawat, buku-buku tidak tertata, serta kurangnya pustakawan menyebabkan rendahnyaBerdasarkan hasil observasi awal, perpustakaan sekolah dalam kondisi kurang terawat, buku-buku tidak tertata, serta kurangnya pustakawan menyebabkan rendahnya
STAITTDSTAITTD Ini meningkatkan pemahaman peserta tentang upaya penyelamatan dan langkah mitigasi bencana. Pembentukan Tim Kesiapsiagaan Bencana Sekolah (TSBS) pelatihanIni meningkatkan pemahaman peserta tentang upaya penyelamatan dan langkah mitigasi bencana. Pembentukan Tim Kesiapsiagaan Bencana Sekolah (TSBS) pelatihan
STAITTDSTAITTD Kesimpulan dari kegiatan pendampingan tahsin menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran intensif dan partisipatif melalui metode participatory action researchKesimpulan dari kegiatan pendampingan tahsin menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran intensif dan partisipatif melalui metode participatory action research