UISUUISU
Jurnal Kedokteran Ibnu NafisJurnal Kedokteran Ibnu NafisOsteoartritis (OA) lutut merupakan penyebab utama kecacatan pada usia lanjut, dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan pascamenopause akibat penurunan estrogen. Defisiensi estrogen berperan dalam inflamasi, degradasi matriks tulang rawan, dan kerusakan tulang subkondral. Penelitian ini menggunakan systematic literature review (SLR) untuk menganalisis hubungan menopause dan perubahan hormonal dengan kejadian OA lutut. Literatur ditelusuri menggunakan pedoman PRISMA melalui PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect, dengan inklusi studi kohort, kasus-kontrol, atau potong lintang pada wanita pascamenopause ≥45 tahun, penelitian rentang tahun 2015-2025. Dari 226 artikel yang ditemukan, diperoleh 9 artikel yang memenuhi criteria. 6 artikel menilai hubungan estrogen dengan OA, dimana 5 menunjukkan hubungan positif bahwa semakin rendah kadar estrogen, seperti pada menopause dini, maka progresivitas OA semakin meningkat. Sebaliknya, 1 artikel menunjukkan hubungan negatif, yaitu penggunaan terapi hormon (HT) dengan suplementasi estrogen dikaitkan dengan peningkatan risiko OA lutut. Selain itu, 2 artikel menyoroti peran Anti-Müllerian Hormone (AMH) sebagai biomarker deteksi dini OA, dan 1 artikel membahas peran Follicle-Stimulating Hormone (FSH) dalam patofisiologi OA. Kesimpulannya, perubahan hormonal pada menopause, terutama defisiensi estrogen, rendahnya AMH, dan tingginya FSH, memiliki kontribusi penting terhadap patogenesis OA lutut.
Perubahan hormonal pada masa menopause berperan penting dalam patogenesis osteoartritis (OA) lutut.Penurunan kadar estrogen, terutama pada menopause dini, meningkatkan progresivitas OA, meskipun terdapat variasi hasil terkait penggunaan terapi hormon.Defisiensi estrogen, rendahnya kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH), dan tingginya Follicle-Stimulating Hormone (FSH) merupakan faktor hormonal kunci yang berkontribusi terhadap peningkatan kerentanan dan progresivitas OA lutut pada perempuan pascamenopause.
Pertama, perlu penelitian longitudinal untuk menelusuri bagaimana perubahan kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH) sejak fase premenopause dapat memprediksi onset dini osteoartritis lutut, guna mengidentifikasi jendela waktu optimal untuk intervensi pencegahan. Kedua, diperlukan studi eksperimental untuk menguji apakah penghambatan jalur PI3K/AKT/NF-κB oleh agen farmakologis dapat menghentikan atau memperlambat kerusakan tulang rawan yang dipicu oleh tingginya kadar Follicle-Stimulating Hormone (FSH) pada wanita pascamenopause. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian klinis untuk mengevaluasi efek jangka panjang terapi hormon berbasis estrogen alami dibandingkan sintetik, dengan mempertimbangkan dosis, waktu pemberian, dan status metabolik pasien, guna menentukan formulasi yang paling aman dan efektif dalam mencegah progresi osteoartritis lutut. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperjelas mekanisme biologis, meningkatkan akurasi deteksi dini, serta menghasilkan terapi yang lebih personal dan efisien. Dengan menggabungkan pendekatan biologis, klinis, dan prediktif, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan beban penyakit OA lutut di populasi perempuan menopause. Studi-studi ini juga penting untuk memahami interaksi kompleks antara faktor hormonal dan kerentanan sendi, yang bisa menjadi dasar pengembangan pedoman skrining nasional. Fokus pada aspek preventif dan personalisasi terapi akan membuka jalan bagi sistem kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan spesifik perempuan usia transisi menuju lanjut usia. Hasilnya berpotensi mengubah pendekatan klinis dari reaktif menjadi proaktif, terutama di layanan primer. Pendekatan multidisiplin antara reumatologi, endokrinologi, dan ginekologi sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya menjawab celah ilmiah, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup perempuan pascamenopause.
| File size | 412.97 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
ITSCIENCEITSCIENCE Auditor tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga berperan sebagai penjamin kualitas informasi keuangan yang disajikan oleh entitas. Auditor harusAuditor tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga berperan sebagai penjamin kualitas informasi keuangan yang disajikan oleh entitas. Auditor harus
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Ibu dengan pengetahuan kurang 3 kali lebih mungkin tidak menggunakan IUD, dan sikap negatif meningkatkan risiko 5,3 kali. Mayoritas ibu usia subur di wilayahIbu dengan pengetahuan kurang 3 kali lebih mungkin tidak menggunakan IUD, dan sikap negatif meningkatkan risiko 5,3 kali. Mayoritas ibu usia subur di wilayah
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pengetahuan dan sikap PUS dengan penggunaan kontrasepsi. Desain penelitian menggunakan pendekatanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pengetahuan dan sikap PUS dengan penggunaan kontrasepsi. Desain penelitian menggunakan pendekatan
UNMUHUNMUH Oleh karena itu, intervensi yang berfokus pada peningkatan kualitas pola makan dan peningkatan aktivitas fisik anak sangat penting untuk mencegah dan mengatasiOleh karena itu, intervensi yang berfokus pada peningkatan kualitas pola makan dan peningkatan aktivitas fisik anak sangat penting untuk mencegah dan mengatasi
JURNALBIKESJURNALBIKES Diantaranya adalah Ada hubungan pengetahuan WUS dengan penggunaan KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Pandrah Kabupaten Bireuen dan Ada hubungan sikap WUSDiantaranya adalah Ada hubungan pengetahuan WUS dengan penggunaan KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Pandrah Kabupaten Bireuen dan Ada hubungan sikap WUS
JURNALBIKESJURNALBIKES Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kepuasaan Pasien Yang Berkunjung Di Klinik Pratama Santa Elisabeth Medan. Penelitian dilakukan di KlinikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kepuasaan Pasien Yang Berkunjung Di Klinik Pratama Santa Elisabeth Medan. Penelitian dilakukan di Klinik
JQWHJQWH Terjadi peningkatan jumlah responden yang memiliki sikap positif setelah intervensi dilakukan. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh signifikanTerjadi peningkatan jumlah responden yang memiliki sikap positif setelah intervensi dilakukan. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh signifikan
JQWHJQWH Banyak program kesehatan yang diadakan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satu upaya efektif adalah pemberdayaan masyarakat. TujuanBanyak program kesehatan yang diadakan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satu upaya efektif adalah pemberdayaan masyarakat. Tujuan
Useful /
JQWHJQWH Data dianalisis menggunakan uji Paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi berpengaruh terhadap perubahan berat badan bayi berusiaData dianalisis menggunakan uji Paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi berpengaruh terhadap perubahan berat badan bayi berusia
JQWHJQWH Sampel pada penelitian ini berjumlah 52 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Hb QuickSampel pada penelitian ini berjumlah 52 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Hb Quick
JQWHJQWH Hasil uji regresi logistic menunjukkan adapengaruh pengetahuan terhadap sikap WUS dalam menggunakan kontrasepsi AKDR di Wilayah Kerja Puskesmas PesantrenHasil uji regresi logistic menunjukkan adapengaruh pengetahuan terhadap sikap WUS dalam menggunakan kontrasepsi AKDR di Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren
JQWHJQWH Tidak terdapat perbedaan persepsi tentang perilaku seksual yang bermakna pada kelompok yang diintervensi berupa pendidikan seksual dengan metode diskusiTidak terdapat perbedaan persepsi tentang perilaku seksual yang bermakna pada kelompok yang diintervensi berupa pendidikan seksual dengan metode diskusi