IPDNIPDN

Jurnal Pemerintahan Dan Keamanan Publik (JP dan KP)Jurnal Pemerintahan Dan Keamanan Publik (JP dan KP)

Dalam Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah dijelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan, dimulai dari pemilahan di sumber hingga proses akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya dapat mengurangi volume sampah di Kota Mataram, serta untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses implementasi kebijakan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak Dinas Lingkungan Hidup, pengelola TPST Sandubaya, serta masyarakat sekitar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa TPST Sandubaya telah mampu memberikan kontribusi dalam pengurangan volume sampah dengan adanya program seperti pemilahan sampah, pengolahan kompos, budidaya maggot, hingga pembuatan paving block dari sampah plastik. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa kebijakan ini sudah berjalan tetapi belum optimal. Namun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai hambatan seperti kurangnya partisipasi masyarakat yang belum maksimal, masih terjadi kerusakan mesin yang membuat keterbatasan fasilitas saat operasiona. Faktor pendukung keberhasilan seperti penggunaan teknologi canggih di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), tersedianya tenaga kerja terlatih meskipun jumlahnya masih belum optimal, serta dukungan yang kuat dari pihak pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah melalui kebijakan ini perlu terus dioptimalkan seperti penambahan jumlah tenaga terlatih serta partisipasi masyarakat yang bisa lebih maskimal lagi agar dapat mewujudkan Kota Mataram yang bersih dan berkelanjutan secara lingkungan.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya di Kota Mataram telah efektif mengurangi volume sampah dan menghasilkan produk bernilai seperti maggot, kompos, paving block, dan bahan bakar pembangkit listrik tenaga sampah.Namun, implementasi kebijakan ini terhambat oleh partisipasi masyarakat yang belum maksimal, masih terjadi kerusakan mesin.Sedangkan faktor pendukungnya adalah Penggunaan teknologi canggih di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), tersedianya tenaga kerja terlatih meskipun jumlahnya masih belum optimal, serta dukungan yang kuat dari pihak pemerintah dan masyarakat untuk berkomitmen mewujudkan kota Mataram yang bersih dan religious.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: . . 1. Mengembangkan strategi komunikasi yang lebih kreatif dan interaktif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, seperti pemilahan sampah di rumah tangga. . . 2. Meningkatkan jumlah tenaga kerja terlatih dan berpengalaman di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, dengan mempertimbangkan beban kerja, lokasi, dan target output agar implementasi kebijakan lebih efektif. . . 3. Melakukan evaluasi dan perhitungan kebutuhan sumber daya manusia berbasis beban kerja, jumlah shift, lokasi, dan target output agar implementasi kebijakan pengelolaan sampah lebih optimal. . . Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi komunikasi yang inovatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan evaluasi kebutuhan sumber daya untuk mencapai tujuan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Mataram.

  1. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA MATARAM (STUDI DI TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU... ejournal.ipdn.ac.id/index.php/JPKP/article/view/5528IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA MATARAM STUDI DI TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU ejournal ipdn ac index php JPKP article view 5528
Read online
File size445.28 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test