UMGUMG

Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Jurnal Perikanan Pantura (JPP)

Kepulauan Bangka merupakan wilayah pesisir yang memiliki banyak aktivitas pesisir seperti aktivitas pertambangan timah, pelabuhan/dermaga transportasi kapal dan wilayah pemukiman. Hal ini dapat memberikan masukan polutan ke dalam air. Lamun Halodule uninervis dan lamun Cymodocea serrulata adalah tumbuhan berbunga yang hidup di laut dan memiliki penyebaran luas di perairan Bangka. Salah satu tumbuhan laut yang dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran air adalah lamun. Lamun berada di kolom air dan bagian-bagian tubuhnya berinteraksi langsung dengan air. Penelitian ini dilakukan dari Desember 2019 hingga Januari 2020. Lokasi penelitian berada di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Gresik dan Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan anatomis pada jaringan akar, rhizome dan daun lamun Halodule uninervis dan lamun Cymodocea serrulata sebagai respons terhadap kontaminasi logam berat timbal (Pb). Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan 3 bagian tubuh: akar, rhizome dan daun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa epidermis, sel korteks dan endodermis pada akar menebal. Penebalan dinding sel terjadi pada epidermis Rhizome. Demikian pula pada daun, floem mengalami penebalan. Secara umum, perubahan pada fitur anatomis akar, rhizome, dan daun diamati sebagai respons terhadap peningkatan konsentrasi timbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamun Halodule uninervis dan lamun Cymodocea serrulata mengembangkan beberapa tingkat toleransi terhadap logam berat, terutama timbal (Pb).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur histologis Lamun Halodule uninervis mengalami penebalan dibandingkan Lamun Cymodocea serrulata pada bagian akar (epidermis, korteks, endodermis), rhizome (epidermis), dan daun (floem).Penebalan jaringan meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi timbal.Penebalan ini diduga merupakan strategi lamun untuk meminimalkan penyebaran logam berat ke jaringan lain.Penelitian ini mengidentifikasi respons morfologis yang berbeda antara kedua spesies lamun terhadap paparan logam berat.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengukur kandungan logam berat Pb pada masing-masing bagian dari Lamun Halodule uninervis dan Lamun Cymodocea serrulata guna mengetahui jumlah Pb yang dapat diserap oleh kedua spesies tersebut. Selain itu, studi in-vitro dengan paparan berbagai jenis logam berat pada kedua spesies lamun dapat memberikan informasi lebih komprehensif mengenai tingkat toleransi dan mekanisme adaptasi mereka terhadap pencemaran logam. Untuk memperdalam pemahaman mengenai dampak pencemaran logam berat pada ekosistem lamun secara keseluruhan, penelitian perlu difokuskan pada interaksi antara lamun dengan biota lain di sekitarnya, seperti mikroorganisme dan invertebrata, serta pengaruhnya terhadap rantai makanan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengkaji perubahan komposisi komunitas mikroba pada sedimen dan permukaan daun lamun yang terpapar logam berat, serta menganalisis akumulasi logam berat pada organisme yang memakan lamun. Dengan demikian, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai dampak ekologis pencemaran logam berat pada ekosistem lamun dan merumuskan strategi konservasi yang lebih efektif.

  1. Biologia plantarum: Effects of mercury and cadmium on the activities of antioxidative enzymes in the... doi.org/10.1007/BF02908843Biologia plantarum Effects of mercury and cadmium on the activities of antioxidative enzymes in the doi 10 1007 BF02908843
Read online
File size756.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test