POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADUJURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADUIncidence Rate Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun yaitu 92.6 per 100.000 penduduk. Kecamatan Tebing merupakan kecamatan dengan angka kesakitan tertinggi DBD yaitu sebanyak 108 kasus, 28 kasus diantaranya berada di Kelurahan Tebing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan warga tentang penyakit DBD dengan rumah positif jentik di RT. 003 RW. 002 di Kelurahan Tebing Kabupaten Karimun tahun 2021. Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang sebanyak 98 responden. Terdapat 32 responden (32.7%) memiliki pengetahuan yang baik, terdapat 50 responden (51%) memiliki sikap yang baik, terdapat 19 responden (19.4%) memiliki tindakan yang baik terhadap penyakit DBD. Rumah positif jentik nyamuk DBD sebanyak 23 (23.5%). Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan rumah positif jentik (Pvalue 0.959 > 0,05) serta sikap dengan rumah positif jentik (Pvalue 0.336 > 0,05). Namun tindakan terhadap penyakit DBD berhubungan dengan rumah positif jentik (Pvalue 0.000 < 0,05). Masyarakat sebaiknya lebih sering melakukan kegiatan 3M Plus serta menjaga kebersihan rumah secara berkala, tidak menyimpan barang barang bekas yang berpotensi sebagai perkembangbiakan nyamuk, serta menaburkan bubuk abate.
Tebing terhadap penyakit DBD tidak memiliki hubungan dengan rumah positif jentik dengan pvalue dari hubungan pengetahuan DBD dengan rumah positif jentik adalah 0.Dan untuk p value dari hubungan sikap DBD dengan rumah positif jentik adalah 0.002 tentang tindakan terhadap penyakit DBD memiliki hubungan yang signifikan dengan rumah positif jentik dengan p value 0.
Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan temuan menarik, yaitu meskipun warga memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup baik mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD), namun tindakan pencegahan mereka masih tergolong cukup dan yang terpenting, hanya tindakan yang memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk di rumah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa ada kesenjangan antara apa yang diketahui dan diyakini dengan apa yang sebenarnya dilakukan? Oleh karena itu, sebuah studi kualitatif mendalam akan sangat bermanfaat untuk menggali faktor-faktor penghambat di balik perilaku pencegahan DBD di masyarakat. Penelitian lanjutan ini dapat berfokus pada pemahaman lebih dalam tentang kendala praktis, sosial, budaya, atau bahkan ekonomi yang mungkin membuat warga sulit menerapkan kegiatan 3M Plus secara konsisten, meskipun mereka sudah memahami pentingnya. Misalnya, apakah karena keterbatasan waktu, minimnya dukungan lingkungan, atau bahkan persepsi risiko yang berbeda? Selain itu, karena penelitian ini menunjukkan tindakan adalah kunci, penting untuk merancang dan menguji efektivitas program intervensi berbasis komunitas yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi secara aktif memfasilitasi dan memotivasi perubahan perilaku berkelanjutan. Program ini bisa melibatkan pendekatan partisipatif yang disesuaikan dengan konteks lokal, menguji metode baru dalam edukasi dan mobilisasi masyarakat, serta mengukur dampaknya secara langsung terhadap penurunan angka jentik dan kasus DBD. Terakhir, mengingat temuan ini berasal dari satu wilayah spesifik, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif di beberapa kelurahan atau RT/RW lain dengan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda. Tujuannya adalah untuk melihat apakah pola hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan rumah positif jentik ini bersifat universal atau justru dipengaruhi oleh karakteristik demografi atau lingkungan tertentu, sehingga rekomendasi kebijakan kesehatan masyarakat dapat lebih tepat sasaran di masa depan.
| File size | 150.66 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UIGMUIGM Hasil menunjukkan bahwa pendekatan transdisipliner berbasis komunitas efektif dalam mitigasi filariasis. Program ini mendukung pencapaian SDG 3 (kehidupanHasil menunjukkan bahwa pendekatan transdisipliner berbasis komunitas efektif dalam mitigasi filariasis. Program ini mendukung pencapaian SDG 3 (kehidupan
ARIPAFIARIPAFI Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan kisahPendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan kisah
POLANKAPOLANKA Rancangan sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut nantinya oleh peneliti selanjutnya dengan memperhatikan beberapa kekurangan yang ada dalam rancanganRancangan sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut nantinya oleh peneliti selanjutnya dengan memperhatikan beberapa kekurangan yang ada dalam rancangan
ITEKES BALIITEKES BALI Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51% responden memiliki perilaku baik dan 49% responden memiliki perilaku cukup dalam pencegahan penularan HIV/AIDS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51% responden memiliki perilaku baik dan 49% responden memiliki perilaku cukup dalam pencegahan penularan HIV/AIDS.
ITEKES BALIITEKES BALI Berdasarkan penelitian, sebagian besar responden berada pada rentang usia dewasa tengah, pendidikan menengah, pekerjaan yang bekerja, tingkat pengetahuanBerdasarkan penelitian, sebagian besar responden berada pada rentang usia dewasa tengah, pendidikan menengah, pekerjaan yang bekerja, tingkat pengetahuan
UM MetroUM Metro Terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas perlakuan. Buku ajar yang dikembangkan memiliki sistematika penyajian materiTerdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas perlakuan. Buku ajar yang dikembangkan memiliki sistematika penyajian materi
UM MetroUM Metro Pada dosis 4/96 ml larutan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, L. ) merupakan dosis terbaik yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap mortalitasPada dosis 4/96 ml larutan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, L. ) merupakan dosis terbaik yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap mortalitas
UM MetroUM Metro BCFo-w Cd dan BCFo-s Cr(VI) seringkali lebih tinggi, namun secara keseluruhan nilai BCF yang rendah mengindikasikan kemampuan bioakumulasi Cd, Cr(VI),BCFo-w Cd dan BCFo-s Cr(VI) seringkali lebih tinggi, namun secara keseluruhan nilai BCF yang rendah mengindikasikan kemampuan bioakumulasi Cd, Cr(VI),
Useful /
UIGMUIGM Pelatihan pendidikan multikultural berbasis literasi digital terbukti efektif meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan skor posttest guru, serta memperkecilPelatihan pendidikan multikultural berbasis literasi digital terbukti efektif meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan skor posttest guru, serta memperkecil
UIGMUIGM Berdasarkan hasil survei, keluhan kulit paling banyak adalah eksim yang merupakan salah satu penyakit kulit yang sering dijumpai di daerah lahan basah.Berdasarkan hasil survei, keluhan kulit paling banyak adalah eksim yang merupakan salah satu penyakit kulit yang sering dijumpai di daerah lahan basah.
UMPWRUMPWR Kedua, menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap inovasi teknologi. Terwujudnya sikap peserta yang selalu mencoba berbagai aplikasi digital yang dapat mendukungKedua, menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap inovasi teknologi. Terwujudnya sikap peserta yang selalu mencoba berbagai aplikasi digital yang dapat mendukung
UNIDAUNIDA Sistem aktivasi CRISPR (CRISPRa) merupakan bagian dari fungsi dari pengedit genom CRSPR/Cas9 yang digunakan untuk memanipulasi gen tertentu dengan caraSistem aktivasi CRISPR (CRISPRa) merupakan bagian dari fungsi dari pengedit genom CRSPR/Cas9 yang digunakan untuk memanipulasi gen tertentu dengan cara