UNIBUNIB
Jurnal EngganoJurnal EngganoTujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat keanekaragaman dan hubungan genetik lobster Panulirus versicolor di Teluk Cenderawasih dan perairan Lombok berdasarkan gen sitokrom oksidase I (COI). Hasil penelitian menunjukkan tingkat keanekaragaman genetik dari kedua populasi sangat tinggi dan umumnya tidak berbeda jauh antar populasi. Kami mengidentifikasi 6 haplotip untuk P. versicolor dari Teluk Cenderawasih dan 7 haplotip untuk populasi lobster P. versicolor dari perairan Lombok. Analisis jaringan menunjukkan bahwa beberapa individu lobster P. versicolor dari Teluk Cenderawasih dan perairan Lombok memiliki haplotip yang serupa. Populasi Teluk Cenderawasih dengan perairan Lombok berhubungan erat dengan nilai jarak genetik rata-rata P-distance 0,005 (s.d 0,001) dan rekonstruksi pohon menunjukkan bahwa kedua populasi lobster P. versicolor membentuk klade monofilatik (kerabat dekat).
Keanekaragaman genetik lobster spiny dari Teluk Cenderawasih dan perairan Lombok sangat tinggi.Tidak ada struktur genetik yang terjadi pada kedua lokasi penelitian yang mengindikasikan konektivitas dan aliran gen.Hasil rekonstruksi pohon filogenetik menunjukkan bahwa populasi lobster spiny dari kedua lokasi membentuk klade monofilatik (kerabat dekat).Perlu penelitian lebih lanjut untuk menjawab apakah konektivitas terjadi secara langsung atau kedua populasi memiliki asal usul induk yang sama.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi mekanisme yang mendasari konektivitas genetik antara populasi lobster P. versicolor di Teluk Cenderawasih dan perairan Lombok. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis pola disperal larva menggunakan model hidrodinamika dan membandingkan struktur genetik populasi di lokasi yang berbeda. Kedua, penelitian tentang pengaruh faktor lingkungan terhadap keanekaragaman genetik lobster P. versicolor perlu dilakukan. Faktor-faktor seperti suhu, salinitas, dan ketersediaan makanan dapat mempengaruhi tingkat mutasi dan seleksi genetik, sehingga memengaruhi keanekaragaman genetik populasi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan penanda genetik untuk manajemen sumber daya lobster P. versicolor. Penanda genetik dapat digunakan untuk memantau ukuran populasi, mengidentifikasi populasi yang terancam punah, dan menilai dampak penangkapan ikan terhadap keanekaragaman genetik.
| File size | 352.93 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA 804.131.272 (Nilai Ekonomi Karbon Indonesia pada Emissions Trading Scheme) dan Rp.42.743.048.000 (Global Social Cost of Carbon). Berdasrkan hasil penelitian804.131.272 (Nilai Ekonomi Karbon Indonesia pada Emissions Trading Scheme) dan Rp.42.743.048.000 (Global Social Cost of Carbon). Berdasrkan hasil penelitian
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Kegiatan operasi kilang lepas pantai membutuhkan peralatan vital yang digunakan oleh operator kilang, yakni alat angkut atau berupa pedestal crane. DenganKegiatan operasi kilang lepas pantai membutuhkan peralatan vital yang digunakan oleh operator kilang, yakni alat angkut atau berupa pedestal crane. Dengan
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Distilasi air energi surya merupakan teknologi sederhana dan ramah lingkungan untuk mendapatkan air minum dari air yang terkontaminasi. Permasalahan padaDistilasi air energi surya merupakan teknologi sederhana dan ramah lingkungan untuk mendapatkan air minum dari air yang terkontaminasi. Permasalahan pada
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Kebijakan efisiensi energi telah dilakukan di Indonesia, namun perlu ditingkatkan terutama penggunaan teknologi dalam efisiensi energi fosil pada pembangkitKebijakan efisiensi energi telah dilakukan di Indonesia, namun perlu ditingkatkan terutama penggunaan teknologi dalam efisiensi energi fosil pada pembangkit
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Linieritas atau kecenderungan korelasi antara dua variabel dinyatakan dalam koefisien relasi (R2). Semakin besar nilai heating value suatu batubara semuaLinieritas atau kecenderungan korelasi antara dua variabel dinyatakan dalam koefisien relasi (R2). Semakin besar nilai heating value suatu batubara semua
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA sebagian besar penggunaan panel surya hanya ditempatkan secara statis dalam posisi sudut tertentu. untuk itu diperlukan ada daya Listrik dengan solar trackersebagian besar penggunaan panel surya hanya ditempatkan secara statis dalam posisi sudut tertentu. untuk itu diperlukan ada daya Listrik dengan solar tracker
UNIBUNIB Hal ini dikarenakan Chaetodontidae termasuk ikan corallivorous atau pemakan polip karang. Sehingga keberadaannya berkaitan erat dengan kesehatan terumbuHal ini dikarenakan Chaetodontidae termasuk ikan corallivorous atau pemakan polip karang. Sehingga keberadaannya berkaitan erat dengan kesehatan terumbu
EJOURNALFPIKUNIPAEJOURNALFPIKUNIPA Dalam pemanfaatannya sebagai kawasan wisata mangrove, perlu memperhatikan kondisi fisik lingkungan dan sebaran pola zonasinya. Tujuan penelitian adalahDalam pemanfaatannya sebagai kawasan wisata mangrove, perlu memperhatikan kondisi fisik lingkungan dan sebaran pola zonasinya. Tujuan penelitian adalah
Useful /
BCRECBCREC Penelitian ini bertujuan mensintesis Cu-PTC MOF sebagai fotokatalis dan mengevaluasi kinerjanya dalam mendegradasi pewarna methylene blue. Cu-PTC disintesisPenelitian ini bertujuan mensintesis Cu-PTC MOF sebagai fotokatalis dan mengevaluasi kinerjanya dalam mendegradasi pewarna methylene blue. Cu-PTC disintesis
URINDOURINDO Terdapat sembilan belas laboraturium di Jurusan Kesehatan. Namun, laboratorium masih menghadapi tantangan dalam menyajikan profil mereka secara efektifTerdapat sembilan belas laboraturium di Jurusan Kesehatan. Namun, laboratorium masih menghadapi tantangan dalam menyajikan profil mereka secara efektif
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Proses kinetika ini mempunyai beberapa sampel dengan variable waktu 0, 1, 2, 3, 4, 6, 8, 24, 48, dan 72 jam dengan perbandingan (1:1, 1:2, 1:3, 2:1, danProses kinetika ini mempunyai beberapa sampel dengan variable waktu 0, 1, 2, 3, 4, 6, 8, 24, 48, dan 72 jam dengan perbandingan (1:1, 1:2, 1:3, 2:1, dan
EJOURNALFPIKUNIPAEJOURNALFPIKUNIPA Hasil analisis indeks ekologi untuk nilai kepadatan bulu babi terlihat bervariasi, dimana jenis Diadema setosum memiliki nilai tertinggi di semua stasiunHasil analisis indeks ekologi untuk nilai kepadatan bulu babi terlihat bervariasi, dimana jenis Diadema setosum memiliki nilai tertinggi di semua stasiun